
Prov. Irnes
Aku curiga dengan kedua sahabatku, tidak biasanya mereka menolak ajakan ku apalagi di waktu senggang seperti ini. Terutama Aira dia tidak mau aku kecewa seperti saat ini tapi mau gimana lagi!. Kalau Randy hal biasa menolak ajakan perempuan aku sudah tidak kaget lagi.
Di dalam mobil aku kepikiran tentang Hardi mengenai ajakannya sore ini.
Ku buka tas jinjid branded ku yang limited edition dan mengambil hendpon keluaran terbaru yang sering ku gunakan jika urusan pribadi dan mengabari Hardi mengenai ajakannya dan dia pun mengajakku ketemuan di mall.
" Wah, lumayan nih nga ada Aira, Hardipun jadi buat teman nongki dari pada pulang." gumamku dengan lirih.
Kulihat Hardi menuju parkiran motor untuk mengambil kendaraan roda duanya dan aku pun keluar dari mobilku lalu mengejarnya menuju ke parkiran motor.
Hardi tidak memiliki mobil seperti Randy tetapi dia memiliki Moge walaupun tidak sebagus dan sekeren Moge anak orang kaya tapi lumayan juga untuk di bawa kemana mana.
" Har......" teriakku dari jarak yang lumayan jauh.
__ADS_1
Diapun menoleh saat mendengar namanya di panggil.
" Lho kirain udah nyampe mall, makanya aku buru buru mau nyusul." ujarnya raut wajah yang tidak aku mengerti.
" Aku nungguin kamu dari tadi ya, takutnya aku udah cape nunggu eh kamunya ngga jadi dateng. Berangkat bareng aja yuk." ajakku.
" Ya udadah ayo, maunak mobil apa naik motor?" tanya Hardi.
"Naik motor aja gimana?" tawarku karena udah lama juga aku tidak naik motor.
" Boleh, aku ambil helm di dalam dulu ya buat kamu." ujanya dan berlalu setelah aku menggunakan kepala.
Ya perusahaan ini tidak ada yang mengetahui jika aku ini anak pengusa juga sama halnya dengan Aira. Kami menyembunyikan identitas kami agar mudah bisa mendapatkan teman yang tulus dan tidak semata mata karena harta.
Papaku sebenarnya melarangku bekerja di Perusahaan milik keluarga Adijaya dan memintaku kuliah di luar negri untuk mengambil S2 di sana tetapi aku menolak dan mau bebas dulu sebelum terjun ke perusahaan milik keluargaku. Dan Papakupun tidak bisa menolak keinginku karena aku adalah anak tunggal dan mamaku sudah meninggal saat aku masuk SMA.
__ADS_1
Aku dan Aira satu kelas dan berteman sejak TK karena orang tua kami bersahabat dan terjalin kerjasama dalam bidang usaha.
Aku dan Hardipun menuju mall dengan menunggangi kuda besinya. Dalam perjalanan aku sangat bahagia karena ini pertama kali menaiki Moge lagi sejak lulus SMP.
Prov. Author.
Di lain tempat Aira dan Randi pun sampai di tempat tujuannya yaitu warung lesehan faforit mereka.
Mereka tiba hampir bersamaan lalu masuk dan mencari tempat yang nyaman buat mereka ngobrol.
" Disana kayaknya lebih nyaman deh!" ujar Aira sambil menunjuk saung dekat dengan kolam ikan.
" Ya udah, kamu duluan ya biar aku pesan makan dulu. Kamu yang seperti biasa apa ada yang di rekomendasikan?" tanya Randi dan langsung berhenti.
" Aku seperti biasa aja minumnya lemon tea aja ya." jawab Aira dan langsung menuju saung yang kosong. Sedangkan Randi langsung menuju pantri dan memesan makanan lalu beranjak menuju tempat di mana Aira duduk.
__ADS_1
" Udah banyak perubahan ya tempat ini." ujar Randi tiba tiba dan mengagetkan Aira yang lagi asyik memainkan ponselnya.
" Astagfirullah Ran....... ngagetin aja." ucap Aira sambil memegang dadanya yang berdetak sedangkan Randi terta melihat raut wajah Airah serta ekspresinya membuat ia terpana.