
Waktu terus berlalu semua karyawan disibukkan dengan pekerjaan mereka, ada yang bekerja dengan serius, ada yang bekerja sambil bersanda gurau, ada yang bekerja sambil ngemil dan masih banyak lainnya ada pula yang lalu lalang untuk mengambil berkas dan foto copy.
Jam istirahat pun telah tiba sebagian besar karyawan menuju ke lantai dua di mana terdapat caffetarian dan kantin.
Sementara itu Aira terpaksa mengirim pesan pada Randi demi kelangsungan hidupnya.
Saat Randi bersiap menuju ke lantai dua untuk beristirahat dan bersantai sejenak untuk membuang penat henpon Ransy berbunyi, saat membuka ternyata pesan dari Aira.
" Ran kamu keruangan CEO sekarang, aku tunggu ya. " bunyi pesan Aira
Randi pun bingung kok dia juga di suruh keruangan sang CEO apa dia berbuat kesalahan?, tapi kalau ia, harusnya sekertarisnya langsung yang menghibunginya bukannya Aira. Airakan adiknya tidak mungkin kan kalau hubungan mereka sudah di ketahui.?
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Randi menuju ke lantai tujuh untuk memenuhi panggilan sang kekasih hatinya.
setibanya di lantai tujuh dia mencari ruangan ceo, saat berjalan dia tidak melihat ke meja sekertaris tidak ada orang kemungkinan dia sedang beristirahat diapun melanjutkan perjalanan dan melihat papan yang tertulis CEO RAMI ATMAJA. dia pun mengetuk pintu walau gugup rasanya.
tok tok tok...
" masuk "
" Silahkan duduk, ngga usah terlalu tegang santai aja anggap saja kalau sedang bertemu dengan keluarga sendiri kalau mas Rami emang kaya gitu tatapannya seperti mau memakan orang tapi sebenarnya dia baik kok. " ujar Friska, agar yang berada di ruangan itu tidak merasa tegang.
" kita makan dulu ya mas, laper. " lanjur Frika manja sambil bergelanyut di lengan suaminya agar sang suami melunak dan aksinya itu membuat Randy malu tanpa sebab.
__ADS_1
Randi duduk di kursi tunggal yang selisihnya agak jauh dengan dengan kursi yang di tempati Aira.
" kenapa kamu duduk di situ, sini duduk dekat dengan Ai ngga usah malu malu, kalian udah pacaran lama kan? " tanya Friska lagi. Randy pun menatap Aira sedangkan yang di tatap hanya tertunduk tanpa mengangkat wajanya, Randy pun membuang napasnya pelan dan duduk di samping Aira tapi masih memberi jarak.
" kapan kamu mau menemua ke dua orang tuaku? " tanya Rami to the poin tanpa embel embel. Aira dan Randy pun mulai tengang saat mendengar perkataan Rami.
" mas aku lapar, dedenya udah mulai ngga tenang! " rengek Friska karena dia tau watak suaminya.
" ya udah kita makan dulu ya sayang, anak papa yang manis ngga boleh nakal ya, kasian mama sekarang." u ku arnya sambil mengelus perut sang istri. sedangkan kedua manusia yang akan disidang hanya terdiam melihat tingkah Rami yang tidak melihat situasi.
" sebentar yaa sayang. " ujarnya sambil mengecup kepala sang istri dan menuju ke meja kerjanya untuk menghubungi asisten pribadinya. Friska pun mengetuk dan memberi tanda kalau kedaan sudah mulai aman
__ADS_1