TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
0.5


__ADS_3

Setelah semuanya disusun dari tanggal pernikahan,gedung,gaun dekorasi serta MUA dan di lanjutkan makan malam. setelah makan malam usai dan bersiap untuk pulang Rami disuruh untuk mengajak friska pulang bersama, Rami dan Friska pun menyetujuinya. di perjalanan pulang sebelum


" Kenapa kamu menerima perjodohan ini Fris?" tanya Rami sambil mengemudikan mobil mewahnya.


" Menurutmu kenapa? apa aku ada hak untuk menolak?" tanya Friska beruntun sedangkan Rami tersenyum mendengar jawaban dari Friska.


" Bagai mana kabarmu sekarang?" tanya Rami mengalihkan pembicaraan.


" Menurutmu bagai mana? sehatkah atau......" Rami langsung ngerem mendadak dan memperhatikan wajah Friska seksama walaupun tidak terlalu jelas akibat kurangnya pencahayaan.


" kenapa kamu tidak menolaknya?" tanya Rami lagi.


" Apa aku punya hak untuk menolak?" tanya Friaka menantang.


" Apa kamu tidak memiliki seseorang yang harus kamu perjuangkan?" tanya Rami memancing.


" Jika aku punya seseorang, apakah kamu mau melapaskanku? bolehkah aku...... "


Rami langsung mencium Friska tanpa mau mendengarkan apa yang Friska katakan.


" Jangan pernah berniat memiliki pria lain." ujar Rami lalu memeluk Friska.


" Kenapa aku tidak boleh memiliki pria lain? apa kamu tau selama aku di luar negeri seperti apa?" tanya Friska mengompori.


" Semua pergerakanmu aku mengetahuinya termasuk pria yang dekat denganmu." jawab Rami sambil memperhatikan Wajah Friska yang samar samar karena di dalam mobil.

__ADS_1


" Jangan bilang kalau orang yang baru berkenalan denganku itu orang suruhanmu? sedangkan pria yang selalu nempel dan tiba tiba hilang jejak juga ulahmu?" tanya Friska menyelidik.


" Menurutmu?" tanyanya lagi dengan cuek.


" Baru aja mau ngerasain namanya punya pacar seperti apa malah sudah ngilang." ujar Friska pelan dan terdengar oleh Rami.


" Maksudmu?" Tanya Rami penasaran.


" Aku sengaja ambil S2 di london biar jauh dari kamu dan bisa pacaran sammmmm........." ucapan Friska lagi lagi terpotong karena ulah Rami.


" Sudah ku bilang jangan pernah menyebut pria lain di hadapanku jika tidak ingin berakhir di tempat tidur" peringat Rami sambil menstabilkan napasnya lalu memeluk Friska dengan erat sambil mengelus elus kepalanya


" maaf ya selama kamu kembali aku ngga ada waktu untuk menemui kamu" lanjut Rami sambil berbisik di telinga Friska.


Friska hanya mengguk sambil menstabilkan jantungnya karena ini baru pertama kali baginya.


Rami pun menjerit kuat karena cubitan dari Friska cukup terasa di perutnya.


" Maaf aku tidak pernah menghubungimu ataupun menemuimu, kamu tau sendirikan jadwalku akhir akhir ini seperti apa?" Lanjutnya seteh lama saling terdiam.


" kamu mau konsep pernikahan seperti apa?" tanyanya lagi karena sejak yadi Friska tidak menjawab pertanyaannya setelah Rami menciumnya untuk kedua kali.


" Kalau ngga mau jawab aku cium....... " Bibirnya langsung ditutup dengan kedua tangan Friska karena dia metasa malu dengan perkataan Rami yang bersifat intim.


" iihh...... nyebelin tau." ujarnya, lalu mendorong tubuh Rami ke posisi semula. Sedangkan Rami langsung tertawa tebahak bahak melihat tingkah Friska yang malu malu.

__ADS_1


" Sudah berapa banyak perempuan yang kamu cium?" tanya Fruska lagi dan membuat Rami terdiam.


" Atau kamu tiduri?" lanjutnya dengan wajah yang menggemaskan menurut Rami. " Atau malah kamu yang mungkin keberatan dengan peenikahan ini karena sudah ada seseorang yang akan kamhmmm......... " ucapan Friska terpotong akibat perlakuan Rami dan kali ini cukup lama Rani m*****t bibir Friska karena merasa gereget dan candu baginya karena ini juga baru pertama kali baginya. Setelah pergulatannya Rami langsung menghidupkan mesin mobilnya dan mulai meninggalkan jalan tempat mereka berhenti mebdadak.


" Jangan pernah kamu memancingku Fris, jujur aku sudah tidak tahan untuk menunggu waktu sebulan untuk menghalaljanmu jika kamu bertingkah seperti ini. Apa kita lakukan malam ini juga?" tanya Rami dengan suara serak karena menahan hawa nafsu yang membakar dadanya.


" Jangan gilakamu Ram? kamu anggap aku perempuan apaan yang melakukan hubungan tanpa ikatan?" tanya Friska dengan marah saat mendengar penuturab Rami.


" Kita mau kemana Ram?" tanya Friska karena melihat arah mobil yang berlawanan arah dengan komplek perumahannya.


" Kita kehotel sayang tidak lama hanya sebentar ya!" pinta Rami membujuk.


" Aku ngga mau Ram, aku nau pulang. Kalau kamu ingin melakukannya lakukanlah dengan perempuan lain karena aku tidak mau jika tidak adanya ikatan pernikahan. Ram tolong turunin aku disini, aku minta maaf jika menyinggungmu tapi tolong jangan lakukan itu saya mohon." pinta Friska dengan airmata yang sudah bercucuran karena takut pada keadaan Rami sekarang.


" Kamu yakin iklas jika suamimu nanti bekas perempuan lain?" tanya Rami menggoda.


Friska terdiam tapi airmatanya teyap meleleh.


Saat melihat mobil memasuki area parkir perhotelan Friska langsung memohon agar Rami mengurunkan niatnya.


" Ram aku mohon jangan lakukan ini? pleasee.. Ram." ujarnya sambil menangis


Rami melepaskan sabuk pengamannya dan meleskan juga sabuk pengaman Friska lalu mengecup keningnya lalu menghapus airmata Friska dan berkata.


" Kamu itu terlalu berfikiran jauh, aku ada pertemuan dengan klien dan dia memintaku untuk mendatanginya di hotel karena aku tidak mau kamu berprasangka buruk padaku jadi sekalian aja aku membawamu dan memperkenalkanmu padanya biar tau siapa Rami Atmaja sebenarnya wanita cantik yang ada disisisnya ini atau jangan jangan kamu yang kebwlet udahan?" goda Rami setelah penjelasannnya untuk datang kehotel ternama itu.

__ADS_1


" Enak aja, sudah kamu yang bilang kalau kita akan berakhir di hotel jika....."


__ADS_2