
Prov. Randy
Aku masuk ke kamarku dan berbaring di tempat tidur untuk beristirahat karena tubuh ini rasanya lelah sekali seharian bekerja.
Kupejamkan mataku biar bisa tidur tapi ternyata salah, karena pikiranku di penuhi dengan Aira, sudah lama aku los kontak dengannya. Sejak kami di teror dan Aira meminta untuk jaga jarak dulu akupun mengiakan kemauannya karena hubunganku dengannya hanyalah sebatas pertemanan tidak lebih, dan saat aku di angkat jadi Asisten manager disitulah mulai kesibukanku di mulai dan kamipun los kontak.
Aku jatuh cinta padanya saat pertama kali kami bertemu dan kami satu divisi, dia anaknya humbel, ceria. Dia memiliki wajah cubbi dan mwmiliki lesun pipit di kedua pipinya. Saat pertama kali kenalan dengannya ada getaran aneh dalam diriku.
Aku memberanikan diri untuk mengajaknnya berteman dan meminta kontaknya dengan rasa campuraduk karena takut di tolak tapi ternyata itu hanyalah perasaanku saja,dia langsung memberi kontaknya dan mau berteman denganku.
Aku bangun dari pembaringanku dan mengambil henponku yang ada di atas nakas dan mengotak atiknya, setelah ketemu langsung ku hubungi sekali, duakali, tigakali bahkan sampai empat kali tidak di angkat juga. Aku mulai gelisah dan perpikir apakah dia marah atau dia sudah tidur, tapi tidak mungkin ini baru jam delapan malam, kusinpan kembali henponku dan masuk kekamar mandi untuk buang hajat lalu kuambil kembali henponku dan memeriksanya ternyata ada pesan masuk melalui akun hijauku yang begambar gagang telfon.
Ku buka dan harap cemas lalu seketika itu juga senyum dibibirku merekah saat melihat nama pengirim pesan.
Aira: ada apa Ran? sorry tadi lagi ngumpul dan henponku aku tinggal di kamar."
Tanpa pikir panjang langsung ku telfon karena hati ini rasanya tak sabar untuk mendengar suaranya.
__ADS_1
" Halo, Assalamualaikum. "
" Wa Alaikum salam, lagi apa Ra?" tanyaku basa basi.
" ngga ada, ini baru naik mau istirahat mwmangnya ada apa Ran? tumben nelfon sampai berkali kali? " tanyanya penasaran.
" Ngga ada apa apa, besok kamu sibuk ngga? " tanyaku balik.
" ngga, memangnya kenapa? " tanyanya balik.
" kamu ada waktu ngga, soalnya kan kamu sekarang sering lembur dan ngga ada waktu."
" Insya Allah besok aku pulang cepat, kebetulan sudah kuselesaikan hari ini tinggal nyerahin aja ke atasan." jawabku dengan senyum yang mengembang di bibirku.
" Ya udah, besok ketemuan di mana?" tanyanya.
" Bagaimana kalau di tempat biasa kita nongkrong? " tawarku.
__ADS_1
" Oke deh tapi sekalian aku ajak Irnes ya!" tawarnya.
" Boleh kita bicara empat mata ngga soalnya ada yang mau aku omongin, penting." ucapku dengan harap harap cemas karena selama kami berteman belum pernah sekalipun kami berjalan berdua dan pasti ada Irnes, Hardi atau Irsan.
"Kayanya penting banget, emang ngga apa apa gitu takutnya ada yang salah paham. "
" Ngga apa apa selagi kita tidak jalan berdua atau berbuat diluar batas." jawabku untuk meyakinkannya.
" Oke deh, sampai ketemu besok ya, Assalamu Alaikum."
" Wa alaikumsalam." jawabku dengan rasa dak dik duk.
Kubarikan badanku dan mulai kupejamkan mata ini agar cepat terlelap karena sudah tidak sabar untuk msnyambut hari esok.
Dan ternyata mataku tidak bisa di ajak kompromi karena mata terpejam tapi tidak bisa terlelap dan mulai gelish miring san miring sini blik sana balik sini tapi kantukku tidak jutga datang.
Ku ambil henponku dan memeriksasanya ternya sudah larut malam dan kantukku belum juga datang. Aku bangkit dari pembaringanku dan menuju kamar mandi lalu mengambil wudhu setelh itu baru malaksanakan sholat sunnah dua rakaat setelah itu berdoa dan memita petunjuk serta meminta zikki juga kesehatan. Setelah selesai sholat aku lanjutkan tidurku yang takunjung datang dan etah jam berapa aku terlelap karena azan sudah berkumandang dan aku bangun demgan gontai lalu membersihkan diri serta langsung berwudhu setelah itu bersiap siap untuk kemesjid untuk melaksanakan sholat subuh.
__ADS_1