TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
24.


__ADS_3

Setelah selesai makan malam mereka kembali berkumpul di ruang kelurga sambil bersantai dan Raditya pun membuka percakapan yang serius tanpa ada yang menduganya.


" Sudah berapa lama kamu mengenal anak saya." tanya Raditya secara tiba tiba.


Semua yang ada di ruangan itu langsung tegang dan Najwa pun betdiri hendak meninggalkan pembicaraan tersebut tapi gagal.


" Kamu mau kemana Najwa? Duduk jangan ada yang berani meninggalkan ruangan ini sebelum papi persilahkan." Ucapnya tegas tanpa embel embel menyebut anak bungsunya. Najwa pun duduk kembali dan dan tertunduk sambil memegang tangan Aira karena posisi duduknya bersebelahan dengan Aira di sofa.


" Jawab pertanyaan saya anak muda." ujarnya lagi pada Randi yang lain pun terdiam ingin mendengar jawaban Randy walau Rami dan Friska sudah yahu tapi mereka ingin melihat sampai mana batas keberanian Randy.


" Sudah lama pak." jawab Randy singkat.

__ADS_1


" Berapa lama?" tanyanya lagi


" Sekitar enam bulan lebih pak." Raditya pun menggukkan kepalanya mendengar jawaban Randy yang tak gentar seperti sudah siap dengan resiko yang akan di hadapinya.


" Kamau tau kalau dia anak pemilik perusahaan?" tanya Raditya lagi


" pi......."


" maaf pak, kalau bapak berfikir seperti itu bapak salah besar. Aku berteman dekat dengan Aira bukan karena jabatan apa lagi mau di jadikan batu loncatan. Di kantor tidak ada seorang pun yang tahu kalau Aira adalah anak pemilik perusahaan apa lagi saya, jadi bagai mana saya mau memanfaatkan dia. Saya suka pada Aira itu murni dari hati bukan karena jabatan, tapi jika bapak berfikir seperti saya rela keluar dari perusahaan asal hibungan saya dan Aira di resttui." jawaab Randy tegas dan jujur sedangkan Aira mendengar ucapan Randy yang ingin kwluar dari perusahaan tesebut spontan menggelengkan kepalanya pertanda bahwa dia tidak setuju dengan tindakan yang di ambil Randy tanpa bertanya dulu padanya.


" Kamu mau keluar atau tetap bekerja di perusahaan saya, saya tidak masalah tapi kalau kamu meminta restu dari saya maaf saya tidak bisa memberikannya." Ujar Raditya.

__ADS_1


" kenapa pi?" tanya Aira cepat dengan mata berkaca kaca, tangannya tidak pernah lepas dari genggaman adiknya dan kedua tangannya pun mulai berkeringat karena menahan diri.


" Karena papi sudah menerima lamaran Rajiun." jawabnya, Airin pun langsung menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan kedua jari tanagnnya untuk menahan tangisnya agar tidak pecah. Aira dia tidak percaya dengan tindakan orang tuanya tanpa bertanya terlebih dahulu langsung mengambil keputusan, Aira pun berdiri dan langsu berlari menaiki tangga dan menuju kekamarnya tanpa mau melihat papinya lagi.


" Kenapa papi lakukan ini?" Tanya Rami yang tidak mengerti dengan keputusan Papinya.


" Karena papi tau kalau Ai pasti mau menerima perjodohan ini, sama seperti kamu dan Friska." jawabnya enteng.


" Beda pi, aku dan Friska udah pacaran lama sejak kami duduk di bangku SMP tanpa sepengetahuan kalian. Sementara Ai tidak, dia bahkan sangat membenci Arkan." jawab Rami jujur dengan keadaan yang sesungguhnya.


" Seiring berjalannya waktu dia akan menerima Arkan apa adanya." jawabnya singkat.

__ADS_1


" Papi salah besar, kak Arkan orangnya bajingan." Jawab Najwa tiba tiba dan langsung berdiri.


__ADS_2