TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
0.7


__ADS_3

Pernikahanpun di gelar dengan sederhana atas permintaan keduanya tanpa ada alasan yang pasti, ijab qabul di lakukan di kediaman Friska sedangkan acara resepsi di gelar di hotel ternama secara meriah dan megah walaupun dadakan tapi masih bisa teratasi dan dihadiri oleh para koleganya.


🌺🌺🌺🌺🌺


sudah setahun lebih Randi bekerja di A.J Grup dan dia sudah diangkat jadi karyawan tetap karena kegigihan dan potensi yang di miliki Randi menjabat sebagai Asisten manager.


Sedangkan Aira dipindahkan di bagian administrasi.


Hubungan Randi dan Aira sudah tidak seperti dulu karena kisibukan masing masing walaupun jarang bertemu tepi komunikasi tetap terjaga.


Randi di sibukkan dengan proyek baru yang di menangkan dalam beberapa hari lalu dan ia harus pulang lewat dari waktu kerja serta harus menghabiskan banyak waktu di luar untuk meninjau bangunan yang akan segera di bangun di daerah tidak jauh dari pedesaan.


" Eh, Ran baru pulang? " tanya Irsan yang melihat Randi masuk rumah dengan wajah lesuh.


Randi dan kedua sahabatnya mengontrak sebuah rumah minimalis dan sederhana. Rumah itu memiliki tiga kamar tidur dan masing masing memiliki kamar mandi. Sementara kedua sahabatnya Hardi dan Irsan masih di divisi yang sama walaupun sudah di angkat sebagai karyawan.


" Ia, setelah dari lokasi balik kekantor lagi untuk nyelesaiin kerjaan yang harus aku setor besok." jawab Randi setelah duduk sejenak di ruang keluarga bersama kedua sahabatnya.


" Aku besih bersih dulu ya, belum sholat isya soalnya." ujarnya sambil beranjak dan menuju ke kamar tidurnya.


Hardi dan Irsan melanjutkan acara yang di tontonnya saat Randi pulang mereka lagi menonton film aktion di ruang tengah.

__ADS_1


Setelah sholat isya Randi ikut bergabung dan berbincang bincang ringan sebelum dia melanjutkan istrahatnya karena esok hari masih banyak kerjaan yang menantinya.


" Udah makan Ran? kebetulan tadi kita dilif dan sekalian mesenin kamu takutnya ngga kober makan malam." ujar Hardi saat Randi ikut bergabung dengan mereka berdua.


" Makasih ya, tau aja kalau aku ngga sempet makan malam. thenks ya." ujar Randi lalu beranjak menuju dapur untuk mencari makanan yang di maksud sahabatnya.


" Kalian pulang jam berapa ?" tanya Randi saat sudah berada di ruang keluarga dan bergabung bersama teman temannya.


" Jam empatan tadi bareng Aira juga Irnes"


Jawab Hardi sedangkan Irsan masih tetap fokus.


" nyantai aja kali." ujar Hardi samvil tetap fikus pada layar yang ada di hadapannya.


" Kalian mau ambil cuti ya?" Tanya Randi penasaran.


" Kok kamu tahu?" tanya Irsan yang tiba tiba konek.


" Si Melani yang ngasi tahu, katanya kalian ngajuin permohonan cuti bareng jadi dia nanya juga sama aku. Apa aku mau ikut cuti apa ngga." jawab Randi apa adanya.


" Sorry ya ngga ngasi tahu dulu abisnya kamu sibuk banget. Eh tunggu tunggu.....kamu ada hubungan apa kamu sama Melani?" tanya Irsan penasaran.

__ADS_1


" Ngga ada sih hanya saja dia sering hubungin aku dan ngasi tau tentang kalian yang akan cuti." jawab Randi.


" Jangan bilang kamu ada apa apanya sama dia, awas aja sampai terjadi." tuding Irsan yang merasa kepo.


" Ih siapa juga yang mau sama cewek yang kurang bahan seperti dia, aku hanya menghargai aja dan jarang juga aku ledenin." Randi membela diri.


" Siapa tau kepincut, kalau sampai terjadi Om As pasti ngamuk." Sambung Hardi.


Melani bekerja segai kepala divisi perancangan dan perencanaan, dia yang menteror Randy dan Aira selama ini.


Dia adalah Wanita yang berpakaian seksi dan berbadan abohai kata anak muda jaman sekarang karena pakaian yang digunakan selalunya kurang bahan dan buah dadanya menonjol keluar.


" Bagai mana hubunganmu sama Aira?" tanya Hardi penasaran.


" Biasa aja, dan ngga ada yang istimewa. Emangnya kenapa? kok tumben nanya. " tanya Randy penasaran.


" Ngga pa-pa sih mau nanya aja soalnya aku perhatiin hubungan kalian datar datar aja ngga ada kemajuan sama sekali." ujar Hardi.


Randi hanya terdiam saat mendengar ucapan sahabatnya, kalau di pikir emang ada benarnya. Setelah di teror tempo hari mereka sudah jarang bertemu hanya kadang kala berhubungan lewat dunia maya jika ingin menanyakan kabar atau hanya sekededar basa basi untuk bertanya mengenai pekerjaan masing masing.


Randi pun berdiri menyimpan piring kosongnya dan berpamitan pada temannya untuk istirahat. Dia masih memikirkan Aira dan mau di bawa kemana hubungan mereka ini.

__ADS_1


__ADS_2