
Hari makin gelap setelah usai makan malam di warung lesehan dan berbelanja keperluan seadanya untuk beberapa hari kedepan mereka pun pulang dengan berbagai macam belanjaan dalam mobil, suara Aris dan Najwa yang sangat mendominasi karena mereka berdualah yang sangat heboh dan terkadang beradu argumen, Aris pulang bareng keluarganya sedangkan motor kesayangannya di bawa pulang oleh temannya.
Malam panjang pun mulai berlalu dan suara Shalawat saling sahut sahutan antar satu sama lain seakan akan mereka beradu siapa yang paling merdu dan paling indah hanya untuk membangunkan para penduduk bumi yang masih terlalap dalam tidirnya. Terdengar suata ketukan pintu dari depan yang membuat para penghuni rumah itu terbangun dalam lelapnya. Ashari pun bangun lalu menuju ke ruang tamu secara perlahan dan melihat dari jendela kaca ternyata ada sepasang suami istri yang sedang berdiri dengan tenangnya sambil mengaitkan tangan mereka sedangkan sang wanita memegang perut buncitnya.
" Assalamu Alaikum." terdengar suara salam lagi dan Ashari pun bergegas membuka pintu lalu menjawab.
" Wa Alaikum Salam, maaf ada yang bisa saya bantu? atau anda sedang mencari seseorang?" tanya Ashari beruntun dengan sopan dan berwajah bingung karena ada orang yang bertamu .
" Apa betul ini dengan pak Ashari? saya Rami kakak dari kedua gadis yang tinggal di rumah bapak." jawab Rami setelah bertanya lalu memperkenalkan diri.
" Oh.... Rami Kakaknya Aira ya? silahkan masuk." ujar Ashari lalu membuka lebar pintunya. Tidak berapa lama kelua Randy dan Aris dengan pakaian koko dan di lengkapi dengan sarungnya.
__ADS_1
" Eeeeh...... Kak Rami...... Assalamu Alaikum kak! bagai mana kabarnya? kok bosa sampai subuh tibanya kak?" tanya Randy beruntun.
" Waalaikum Salam Ran..... sengaja tadi kami mencari penginapan dulu agar tidak ada yang mengenali dan mobil kami tukar twrlebih dahulu."jawab Rami menjeleskan. " kalian mau ke mesjid?" tanya Rami pada Randy dan Aris bergantian walaupun belum kenal tapi Rami yakin jika duduk di sebelah Randy pasti adiknya.
" Ia kak, kak Rami sekalian mau bareng?" tanya Randy menawari.
" boleh" jawab Rami singkat lalu berpamitan pada istrinya. " Sayang aku ke mesjid dulu ya, kamu sholat di rumah aja bareng ai dan Wawa ya." bujuk Rami pada istrinya dan Friskapun mengiakan dan mencari Aira dan Nakwa.
" Ai sama Wawa mana Ran?" tanya Ftiska pada Randy.
" kamarnya bagian mana Ran biar kakak menuju kesana dan kalian berangkatlah nanti keburu telat." ujar Friska pada Randy.
__ADS_1
" Kakak masuk aja, ada ibu kok di dapur lagi masak." ujar Randy. lalu mereka berpamitan dan meninggalkan rumah sedangkan Friska masuk kedalam dan mencari wanita yang di sebutkan Randy.
Hari pun menjelang pagi dan para penduduk desa mulai dengan rutinitasnya. Ada memikul cangkul serta botol minum di tangannya, ada yang menjujung bakul jualan sambil teriak teriak untuk memperkenalkan jajanan yang dijualnya.
Friska mendengar itu langsung tergiur karena di daerah kompleknya tidak ada yang jual jajan pasar sambil berseru.
" mba jual apa? tanya Friska pada pedagang keliling yang sedang berjalan sambil menggendong bakulnya.
" Kakak jangan berpenampilan seperti ini nanti ada yang mengenalu kakak, biar Ai aja yang beliin kaka mau apa?" ujar Aira memperingati kakak iparnya agar tidak sembarangan karena posisi mereka saat ini tidak aman. Friska pun terkejut dengan penampilan Aira yang telah cantik dengan pakaian syar'inya.
" nanti di dalam Ai jelaskan sekarang kakak maduk sebelum dua mengenali kakak." lanjut Aira sambil berbisik dan Friska pun langsung melangkah masuk kedalam tanpa mengucapkan apa apa.
__ADS_1
Aira pun masuk dengan jajanan yang sudah di belinya dengan berbagai macam dan jenis.
" ini kak, maaf tadi Ai ngagetin kakak ya." ujar Aira meminta maaf pada Friska. Friska pun menyambut kresek tersebut dengan wajah sumringah.