TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
26.


__ADS_3

Airapun mendekati maminya yang sedang menangis dalam pelukan Rami sedangkan Najwa sudah berpindah kesofa dan duduk di samping Friska, Randy pun masih ada dan tidak mau ikut campur urusan keluarga tersebut.


" Ada apa sebenarnya kak?" tanya Aira pada Rami.


" Duduk dulu Ai nanti kakak cerikan setelah mami tenang." ujarnya sambil mengelus elus bahu maminya.


" Mami mau ke kamar istirahat aja Ram, mami capek." kata Arumi pada anak laki lakinya sambil melepaskan dori dari dekapan Rami.


" biar Rami antar mi!" jawab Rami sambil menuntun maminya menuju kamar utama.


Setibanya di depan pintu dia berkata.


" kamu jangan pulang dulu, temanilah Najwa ajak dia berbicara pelan pelan mami takut dia masih trauma. Pantes aja akhi akhir ini dia jarang keluar rumah kemungkinan dia trauma atas tindakan Arkam padanya." ujar Arumi lalu membuka pintu kamarnya dan hendak masuk kamar akan tetapi dia melihat suaminya yang selagi duduk termenung.

__ADS_1


" ingat ucapan mami Ram, kalau masalah Ai biar mami yang bicara pada papimu siapa tau dia bisa luluh dengan penjelasan mami. Jangan lupa beritahu Randy untuk menginap saja, ini sudah malam kasihan dia lagian kan dia tidak membawa kendafaan sendiri." ucapnya lagi pada Rami lalu masuk kedalam kamar sedangkan Rami hanya mendengar perkataan maminya tanpa menjawab ataupun membantah akan permintaannya.


Sedangkan di ruang keluarga Aira menatap adiknya yang masih berlinang dengan air mata yanpa adanya suara tangisan dan sangat terlihat dari raut wajahnya kalau dia sedang dalam ketakutan, Aira pun mendekati adiknya dan bertanya.


" Ada apa sebenarnya Wa?" tanya Aira tetapi dia tidak mendapatkan jawaban karena Najwa hanya bungkam.


" Kak ada apa sebenarnya?" tanyanya pada Friska tapi sama saja dia tidak mendapatkan jawaban lalu beralih menatap Randi yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak di mengerti." Ran? Bisa kamu jelaska?" tanyanya pada Randi lalu Randi menjawab.


Rami pun tiba dan meminta tukar posisi dengan Aira karena Aira saat ini duduk di samping adiknya.


" Ai bisa kamu duduk di dekat Randy?" tanyanya dengan penuh kehati hatian, dia yakut menyinggung adiknya. Aira pun langsung betdiri dan duduk di dekat Randi di kursi sofa tunggal karena Randy juga duduk di sofa tunggal. Rami pun langsung duduk di samping adiknya lalu bertanya.


" Kapan kejadiannya dek?" tanyanya pelan.

__ADS_1


Aira pun binging dengan pertanyaan Rami dan berfikir kenapa malah Najwa yang di tanya ada apa ini?. Dia pun menoleh pada Randy memberi kode dengan tatapannya sedangkan Randy hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti dengan tatapan Aira.


" Jawab kakak Wa.... Jangan diam kaya gini, kalau kamu seperti ini tidak mau ngomong trus kakak mau tai dari mana? Apa kakak suruh dia kesini sekarang juga?" tanya Rami sedangkan Najwa langsung menggelamgkan kepalanya cepat seperti orang ketakutan.


" kalau begitu tolong jawab kakak ya!" pintanya sbil menatap adiknya dan Najwa pun langsung menunduk dan berkata.


" dua hari yang lalu kak saat......"


" aku permisi pulang dulu soalnya ini sudah cukup malam." ucapnya langsung memotong ucapan Najwa karena dia merasa bukan dari bagian keluarga mereka maka tidak pantaslah kalau ikut kecimpung masalah pribadi keluarga ini lalu berdiri hendak keluar dari lingkaran yang di mana dia merasa tidak pantas karena dia hanyalah orang luar, dia datang hanya untuk memperjuangkan cintanyaakan yetapi malah masalah lain yang muncul.


" Ran kamu duduk, kamu tidak di perbolehkan keluar rumah malam ini. Kalau kamu mau pulang besok saja." ujar Rami tegas dan munta Randi duduk lagi melalui tatapannya dan Randy pun langsung duduk kembali tanpa protes.


" Lanjutkan Wa." pinta Rami sambil mengelus kepala adiknya.

__ADS_1


__ADS_2