
Setiba di rumah pemberian mertuanya sebagai hadiah pernikahan, rumahnya bergaya klasik, halaman luas, memiliki taman yang idah di belakang rumah bersisian dengan kolam renang dan rumahnya tidak bertingkat, karena mereka tidak ingin mengambil resiko di saat Firsaka hamil danangan angannya itu pun terwujud saat pernikahan mereka memasuki bulan kelima. sedangkan kedua orang tuanya memberikan tiket honeymoon ke Pulau Komodo Labuan Bajo yang tidak jauh dari Pulau Sumba NTT. Dia memasuki pekarangan dan memberhentikan mobilnya di halaman rumahnya. Saat memasuki rumah dia mencari istrinya di ruang rengah.
" sayang, aku pulang!" serunya, tapi ngga ada yang mejawab. Rami pun langsung menuju ke kamar utama.
" sayang.....!kamu di mana? "ujarnya sambil masuk ke dalam kamarnya. "kok ngga ada sih, kemana ya.?" ucapnya tanpa ada yang mendengarkan perkataannya. Dia pun melangkah ke taman belakang rumah karena itu adalah tempat faforit istrinya sekarang ini. pada saat ke taman dia melihat istrinya lagi bersantai di kursi sambil memperhatikan bunga yang sudah mulai bermekaran. Dia berdiri sejenak Dan bernapas lega lalu menghampiri dan memeluk leher istrinya dari belakang.
" udah pulang ya?" tanyanya tersenyum dan menoleh sambil mengelus elus tangan suaminya.
Tanpa menjawab Rami mencium kepala istrinya.
Setelah mencium kepala Friska dia memutar lalu duduk di samping sang istri.
" gi mana kabarmu sayang? ngga nakal kan sama mama? "tanyanya pada sang jabang bayi dan menciumi perut Friska. Kandungan Friska sekarang Sudan memasuki bulan ketiga, mereka akan mengadakan syukuran empat bulanan tampa memberi tahu kedua orang tua mereka, biarlah ini menjadi kejutan untuk keluarganya.
__ADS_1
" ngga Papa." kata Friska menirukan suara anak kecil.
" masih mual ngga sayang?" tanyanya sambil mencium kening istrinya. Friska hanya menggeleng sambil tersenyum.
" bagai mana kabar di kantor mas?" tanyanya
" semua berjalan dengan baik, untuk sementara Rika bisa menghendel semua, jika ada meeting penting yang tidak bisa di wakilkan aku yang turun tangan langsung." jawabnya sambil menatap Dan mengelus elus kepala istrinya. Dia tidak menyangka pernikahannya akan sebahagia ini.
" aku mau masuk kerja setelah acara syukurannya dede ya?" pintanya sambil memasang wajah ibanya. Rami menggelengkan kepala dan berkata.
apa kamu masih mau setelah setelah ke salah fahaman kita dulu? "tanyanya untuk mengalihkan fikiran istrinya dengan masalah pekerjaan karena dia tidak ingin sang istri kelelahan itu akan mempengaruhi kembang tumbuhnya Janin.
" ngga tau!" jawabnya cemberut.
__ADS_1
" jangan cemberut lho nanti cantiknya hilang." ujarnya sambil mencubit pipi sang istri yang agak kurusan.
"jujur saat tau kalau di jodohin sama kamu aku bahagi sekali, karena wanita yang Ada di dalam sini hanya kamu." lanjutnya.
" gombal. "
" siapa yang gombal ? tapi ngegombalin istri sendiri ngga apa apa Kali."
Friska hanya tersipu malu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Kalau bisa jujur dia malu dengan sikapnya dulu yang menuduh Rami tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya. Friska beranjak Dari duduknya dan melangkah meninggalkan Tami.
"mau kemana sayang? kamu marah ya? " Tanyanya.
" tau ah! "jawabnya
__ADS_1
" yah marah lagi." ujarnya "sayang jangan ngambek dong." dia berlari mengejar istrinya yang sudah masuk kedalam rumah. ' jangan jangan nangis lagi dia ' ucapnya dalam hati.
kadang ia merasa bingung dengan perubahan Friska. Terkadang tiba tiba menangis hanya masalah sepele yang menurut Rami bukan masalah sih hanya lelucon yang abstak.