TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
27


__ADS_3

Setelah menceritakan semua kejadian yang di alaminya dan masih ada yang menjanggal, jika dia bercerita takutnya sang kakak perempuan tersinggung jadi lebih baik dia saja yang tahu akan hal itu.


Lalu Friska pun meminta untuk menceritakan semua agar dia merasa plong dan tidak merasa takut akan ancaman Arkan dan Najwa pun mengikuti saran Friska agar mengeluarkan semua apa yang di alaminya beberapa harini.


Najwa langsung menceritakan semua mualai dari dia di ikuti setiap kali keluar rumah dan dari semua kegiatannya termasuk lamarannya pada Aira yang langsung di terima tanpa banyak persyaratan dahulu.


Setelah mendengar perkataan Najwa Rami pun langsung mengambil smartphonnya lalu menekan tombol untuk menghubungi seseorang ya ada di seberang sana.


" Kalian cari Arkan sampi ketemu dan bawa kemarkas." ucapnya saat telfonnya tersambung fan menutup tanpa mendengar jawaban dari seberang telfon.


" Jangan berbuat aneh aneh Yang." Friska memperingati, dia takut suaminya akan berbuat di luar batas kewarasannya. Dia takut kejadian yang di alaminya dulu saat ada yang berniat mendekatinya dan Rami sangat marah sampa sampai pemuda tersebut keluar dari kampus dan Friska tidak tahu pokok permasalahannya.


Rami hanya mengguk dan tersenyum paksa tanda setuju.


" Ran besok kamu iku saya ke markas, saya tidak mau penolalan." ujar Rami tegas sedangkan Randi tidak menjawab dia hanya akan mengikuti alurnya.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam dan meteka masih merenung tanpada yang beranjak dari duduknya karena masih prihatin pada nasib Najwa, lalu Friska meminta pada suaminya untuk istirahat terlebih dahulu karena sudah tidak sanggup lagi untuk duduk lebih lama lagi.


" Yang aku ke kamar dulu ya, ngantuk." Friska memberi alasan agar dia di izinkan jika dia jujur kalau perutnya keram bisa bisa malam ini juga ke rumah sakit.


" Ia, Sayang." jawabnya, lalu menoleh pada Aira." Ai kamu temani Wawa malam ini ya di kamarnya, kakak masih afa urusan sama Randy jadi kalian masuklah kekamar lagian ini juga sedah sangat larut." perintah Rami pada adik adiknya dan Aira pun berdiri sambil menuntun Adiknya, saat melihat iparnya yang agak kesusahan berdiri karena perutnya sudah mulai membesar Aira pun beralih pada Friska dan melepaskan Najwa.


" Biar Ai antar kakak ke kamar dulu." ujarnya pada Friska dan Friska pun mengguk tanda setuju. " Dek kamu kekamar dulu ya.... Nanti kakak nyusul setelah mengantar kak Fris." lanjutnya pada adiknya dan Najwa pun menurut tanpa memberi respon.


Setelah kepergian ketiga wanita itu Rami mengubah posisi duduknya dan menghadapi Randy lalu bertanya.


" Seberapa besar keseriusanmu pada Aira?" tanya Rami serius.


" Kamu punya apa untuk melamarnya?" tanyanya lagi untuk mengetes keseriusan Randi.


" Aku tidak punya apa apa selain. Tapi jika di perkenankan saya akan berusaha membahagiakannya." Rami pun menggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Randy.

__ADS_1


" Jika memang kamu serius bawa kedua orang tuamu kemari." ujar Rami trgas


" Saya akan membawanya jika saya sudah mendapat restu dari Tuan." ujar Randy lagi.


" saya sudah memberi restu juga mami, jadi jangan ragu lagi."


" Tapi tuan Raditya tidak memberikan restunya. Bagiku restu kedua orang tua adalah yang utama setelah itu baru aku meminta Aira untuk menemui kedua orang tuaku dan membawa mereka ke mari." jawab Randy.


" Bawalah Aira ke kampung halamanmu juga Najwa, jaga mereka baik baik jika lwcet sedikit saja putri putriku kamu yang saya cari" potong Raditya saat mendengar keseriusan Randy terhadap anaknya.


" apakah anda merestui kami?" tanya Randy penasaran.


" iya."


" Apakah anda tau siapa saya sebenarnya?" tanyanya lagi

__ADS_1


" iya."


" apakah anda tidak keberatan jika saya membawa Aira bertemu kedua orang tua saya?" tanyanya lagi dengan rasa penasaran karena baru beberapa waktu lalu dia di tolak mentah mentah tiba tiba saja dia mengantongi restu serta izin untuk membawa putrinya tanpa adanya ikatan. Apakah dia tidak takut akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan?


__ADS_2