TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
19.


__ADS_3

Hari esok pun tiba, dimana semua orang harus beraktifitas dari hari rehat mereka bersama keluarga. setiba di kantor Aira langsung di minta untuk menuju keruangan sang kakak secara pribadi melalui pesan Wathsapp. Dia menuju ruangan sang kakak sebelum sekwrtarisnya datang.


tok tok tok bunyi ketukan pintu.


" masuk Ai. " teriaknya dari dalan ruangan.


" ada apa kak, ngga biasanya kakak manggil aku pagi pagi kaya gini, di suruh berangkat cepat pula. " uajarnya dengan protes.


" duduk dulu ngga baik ngomong sambil berdiri. " ujar Rami pada adiknya. Aira pun nurut dan duduk bersebelahan dengan sang kakak.


" ada hubungan apa kamu sama Randy? " tanyanya lansung pada inti permasalahan yang dari kemarin ingin menyakan tapi terkendala dengan kegiatan yang melelahkan dari sang istri.


" ngga ada apa apa. emang kenapa kak? " tanya Aira penasaran.

__ADS_1


" kalian kencan ganda kemana?" tanyanya lagi Aira langsung menunduk tidak berani menatap Rami takut kalau kalau sang kakak marah.


" jawab aja dek, kakak ngga marah kok. " ujar Rami lagi, karena tau kalau sang adik pasti takut dengan perbuatannya. " Randy tau kalau kamu adik kakak? " tanya Rami lagi, Aira menggeleng gelengkan kepalanya pertanda kalau Randy tidak mengetahui identitasnya.


" sejak kapan kalian pacara? jawab kakak, kakak ngga suka kalau ditanya jawabannya hanya gelengan kepala.


" udah lama kak. " jawab Aira singkat


" sudah betapa lama? "


" sudah sampai mana hubungan kalian? apa sudah berc**man atau lebih dari itu? " tanya Rami beruntun dengan penuh emosi karena bisa kecolongan. Aira menggeleng cepat dan berkata


" jangankan ci***n kak pegangan tangan aja ngga paernah apa lagi lebih dari itu. Randy itu tau batasan kak di komporin aja sama temannya ngga ngaruh katanya belum halal. Nanti kalau sudah halal baru boleh mau nyebrang jalan aja uku di suruh megang bajunya ngga boleh nyentuh kulit katanya dosa. " jawab Aira panjang lebar agar kakaknya tidak salah paham dengan hubungan tang du jalaninya.

__ADS_1


Rami pun hanya manggut manggut tanda mengerti dan bertanya lagi.


" kapan kamu mau beritahu papu tentang hubungan kalian? " Aira hanya menggeleng tanda tidak mengerti. " kamu tidak takut kalau papi akan jodohkan kamu sama Arkan? " tanya Rami penasaran.


" Ai ngga mau di jodohin kak apalagi sama Argan, dia selalu mecehkan perempuan. Baginya perempuan itu hanya alat pemuas hawa nafsunya tok. " ujar Aira dengan sedihyang hampir menangis saat mendengar dia akan di jodohkan dengan anak pejabat.


" kok kamu bisa tau dek? " tanya Rami penasaran.


" ada teman Ai yang di pacari sampai hamil dan dia tidak mau tanggung jawab katanya perempuan itu hanya bisa nyusahin dan pembuat madalah padahalkan dia yang maksa giliran perempuannya ngisi di suru gugurin biar ngga jadi aib. " jawab Aira


" nanti kami salah orang dek? " tanya Rami


" dia anaknya om Rajiun Tumada kan? " tanya Aira dan Rami pun mengguk.

__ADS_1


" jam istirahat kamu sama Randy keruangan kakak, kakak tunggu biar Friska kakak suruh kesini aja biar makan siang di siniaja." ujar Rami sambil melihat pergelangan tangannya dan meminta sang adik untuk kembali keruabgannya karena hari sudah mulai siang dan jam kerjapun sudah mulai.


Di saat dia membuka puntu dia berpaoasan dengan Winda sang sekertaris lalu dia tersenyum dan berlalu dari hadapan Winda.


__ADS_2