
Prov. Hardi
Setelah mengungkapkan perasaanku waktu itu di saat kami mulai bekerja di satu difisi. Jujur sejak pertama kali melihatnya dia tersenyum padaku dan senyumannya begitu manis, tanpa menunggu lama aku langsungngungkapain apa yang ada dalam fikiranku saat ini.
" Nes, boleh aku jujur?" tanyaku dan mengambil kursi dan duduk di hadapannya dengan semangat,karena jujur aku takut keduluan orang kalau ngulur ngulur waktu.
" emang ada apa?" tanyanya sambil mengambil kaca dan berkaca, mungkin dia takut riasannya berantakan.
Aku tersenyum dan berkata, " kamu udah cantik kok, malah lebih cantik dari biasanya. " ujarku menggodanya.
" katanya mau jujur, emang ada apaan,! Kirain ada yang salah dengan penampilanku." katanya sambil merengut.
__ADS_1
Dengan ucapan bismilah " aku bukan orang yang romantis, tak pandai merankai kata, tidak pandai menggombal dan tidak bisa bertele tele. Sejujurnya aku suka sama kamu, setiap kali kamu tersenyum, rasanya tidak ingin membiarkan orang lain yang melihat senyumanmu itu cuku kamu tersenyum hanya untukku. Entah sejak kapan yang pasti aku jatuh cinta sama kamu, aku tidak ingin kamu jawab sekarang, nanti kamu sudah siap dan tau apa yang kamu rasakan baru kamu jawab. Aku tidak ingin kamu terbebani dan jalani aja seperti saat ini anggap aja aku tidak pernah mengutarakan isi hatiku. oke...." ucapku. Dia pun terkejut dengannpengakuanku. Setelah itu itu aku beranjak dari hadapannya menuju meja tempatku kerja dan melanjurkan kerjaanku.
Kulirik dia masih tanpak melamun, enyah apa yang di fikirkan.
Sejak kejadian waktu itu, dia mulai menjaga jarak denganku dan aku pun mesakan itu. Setiap kali kuajak makan atau pulang bareng dia selalu menolak tapi aku tidak tau kenapa tiba tiba dia mengirimi aku pesan, kena angin apa kok tiba tiba saja dia nanyain keberadaanku? Biasanya juga aku yang ngecat dia tapi sekarang kebalikannya.
Tapi emangsih sudah beberapa hari ini dia ku abaikan karena aku sibuk dengan proyek baru yang di kerjakan oleh timku dan aku ngerasa dia risih dengan keberadaanku yang selalu mengajaknya ini itu. Saat aku lagi istirahat hendponku berbunyi tanda pesan masuk, ku buka aplikasi hijauku dan ternyata pesan dari Irnes yang masuk.
( aku lagi di makan siang di warung padang, kenapa emangnya? )
( ngga cuman ngga ngelihat aja seharian ini )
__ADS_1
Aku tersenyum membaca pesan yang dia kirimkan. Setelah kudiamkan beberapa saat lanjut membalas pesannya.
( aku lagi ada kerjaan di luar bereng yang lain, mungkin aku ngga masuk kantor hari ini kare nanggung rasanya dan udah izin juga sama boss dan di izinin, rindu ya ngga ngelihat aku seharian sampai nanyain keberadaanku.)
( ih, apaan sih )
Aku tau pasti dia lagi tersenyum sekarang. Ingin rasanya kembali kekantor tapi udah keburu sore.
Saat pulang kerumah rekan rekanku belu ada yang pulang, kemungkinan mereka lagi lembur.
Aku langsung kekamar membersihkan diri dan sholat ashar karena masih ada waktu tersisa sekitar satu jam setengah. Setelah itu ku ambil telfon genggamku kubuka aplikasi yang di pakai hampir semua orang terkecuali di pelosok yang tidak menjangkau jaringan internet. Ku otak atik mencari nama yang sangat kurindukan. Ingin aku menelfonnya tapi takut lagi sibuk dan mengganggu pekerjaannya.
__ADS_1