
Aris pun menyalimi Randy dan berkata.
" sehat mas?" tanyanya.
" Alhamdulillah sehat. Bagai mana dengan skripsimu sudah selesai?" tanya Randy
" Sudah semua mas lagi pengajuan sidang. " jawab Aris. " mas mobil siapa yang ada di depan? mobil mas Randy ya?" tanya Aris dengan aenyuman.
" bukan, itu mobil kantor. kenapa kok senyum senyum begitu?"
" ngga apa apa hanya penasaran aja. Mas Ainun udah pulang dari tiga hari yang lalu."
" ya biarin aja terus mas mau apakan kalau sudah pulang? "
" siapa tau aja mas Randy pengen ketemu. Mas aku istirahat dulu ya sebelum mengerjakan tugas negara." ujar Aris lalu beranjak menuju ke kamar Randy. Randy pun bertanya.
" kamu mau ke mana Ris? " tanya Randy cepat.
" mau tidur di kamar mas Randy." jawab Aris sambil membuka pintu kamar tanpa permisi lalu masuk dan keluarvkembali dan bertanya.
" Mas...... di kamar mas Randy ada bidadari." ujar Aris.
__ADS_1
Randy dan kedia orang tuanya pun tertawa melihat raut wajah Aris yang memerah.
" muka kamu kenapa Ris?" tanya Ashari pada anaknya masih dengan senyuman.
" Yah bidadarinya cantik tapi seksi, tapi yang kelihatan hanya bagian bahunya aja yang lainnya tertutup oleh selimut. Mas Randy tidak percaya? coba deh masuk ke kamar Mas Randy pasti masih ada." ujar Aris panjang lebar.
" ngaur kamu Ris. Dia itu calon masmu sama adeknya kok malah di bilangin bidadari segala." ujar Aisya menimpali putra bungsunya.
" masa calon mas Randy bu sama adiknya? tapi yang ada hanya satu orang aja tuh yang lagi tidur, ibu salah orang paling.!" ujarnya tidak mau kalah.
" Salah gimana, wong temennya masmu datang itu yo calon sama adiknya kok." jawab ibunua tidak mau kalah Sedangkan Aira sejak tadi keluar rumah dan berkeliling di halaman rumah yang ada tamannya.
" Ainun itu siapa Ran?" tanya Aira yang baru saja masuk kerumah dan tidak sengaja mendengar percakapan meteka.
" Duduk dulu Ra, biar aku jelasin." ujar Randy lembut pada Aira.
" jelasin sekarang Ran sebelum papi dan mamiku berharap penuh padamu." ujar Aira dengan nada kekecewaan.
" Ainun itu anaknya pak Lurah, dia baru saja pulang dari pondok dan aku juga baru tahu kalau mereka mengharapkan kedatanganku untuk meminang anaknya. Tapi sungguh Ra aku belum pernah mengikat janji dengan wanita manapun terkecuali kamu, aku menjelaskan sekarang biar besok atau besoknya lagi jika kamu mendengar berita ini kamu sudah tidak kaget lagi. Sebenarnya tadi aku ingin memanggil kamu Ra tapi takutnya kalau kamu lagi istirahat jadi biar malam aja sekalian. Kamu dari mana Ra? kok datangnya dari pintu luar?" tanya Randy setelah menjelaskan tentang Ainun.
" Aku dari nyariin mang Didin, di suruh pulang aja sama mami tapi ngga boleh bawa mobil takut ada yang kenali di jalan." jelas Aira.
__ADS_1
" memangnya ada masalah apa lagi Ra?"
" Om Rajiun mau membatalkan pernikahanku tapi dengan syarat Najwa yang harus menggatikan posisiku." terang Aira Najwa yang kebelet ke kamar mandi pun terkejut mendengar perkataan Aira. Aira dengan cepat menghampiri adiknya dan memeluknya.
" Kak Rami sudah mengamankan Arkan Wa, jadi Mami takut kalau orang suruhan om Rajiun menemukan kita jika Mang Didin masih disini. Aku juga di mintai tolong oleh Mami untuk merahasiakan identitas kita dan pakaian yang kita bawah tidak boleh ada sini."
" trus kalau kita mau keluar bagai mana kak?" tanya Najwa kebingungan dengan posisi mereka sekarang.
" kemarilah nak, tidak baik berbicara sambil berdiri nanti setan akan ikut memperketuh pikiran kalian jadi lebih baik duduk dulu lalu ceritakan pada kami ada masalah apa kalian sebenarnya?" tanya Ashari lembut. Mereka pun duduk lesehan di depan televisi untuk mencari jalan keluar permasalahan mereka.
" bagini pak, sebenarnya saya itu sudah dijodohkan dengan Arkam anak teman Papiku tanpa sepengetahuan kami bertiga terkecuali papi dan Kak Rami, anak tertua dari keluarga kami. saya mengenal watak Arkam dia orangnya arogan, sombong, terus semua perempuan yang di pacarinya sudah di tiduri termasuk teman dekatku sendiri dan sekarang telah mengandung anaknya dan dia tidak mau mengakui. Fikirku hanya sebatas itu tapi ternyata salah, Najwa adikku pun hampir jadi korbannya jika tidak ada yang menolongnya saat dia di seret masuk ke dalam mobil. Nah kenapa kami datang kemari dengan cara mendadak sebenarnya saya juga tidak tahu karena kedua orang tuaku pun tidak menjelaskan hanya saja dia berkata bahwa jika bukan kak Rami yang menjemput Atau Papi kami tidak boleh palang harus tetap disini dan aku mau meminta izin lagi jika besok kakak iparku juga akan tinggal di desa ini sampai urusan mereka srlesai, boleh ngga pak...bu.... jika kami merepotkan ibu dan sekeluarga dulu untuk sementara?" tanya Aira setelah menjelaskan kejadian yang sebenarnya dan tidak ada yang di tutup tutupinya.
" boleh nak....... boleh, Ibu dari dulu pengen punya anak cewek tapi dapetnya cowok mulu. besok kita belanja di pasar bagai mana?" Tanya Aisyah dengan wajah riang karena impiannya ingin punya anak perempuan akan terwujud.
" bu...... biarlah merela istirahat terlebih dahulu, baru setelah itu kita ajak mereka keliling kampung." ujar Ashari.
" Wa......... Najwa." panggil Randy saat melihat Najwa dengan tatapan kosongnya tapi dia tidak di respon sama sekali.
" Dek....... dek....... dek..... " sama dengan Randy Aira pun tidak mendapat respon.
Aira pun menangis lalu memeluk adiknya yang terduduk seperti patung bernyawa.
__ADS_1