
Hari pun terus berganti, tidak terasa pula Airan dan saudara serta kakak iparnya berada di Desa Sekar Sari dan selama itu juga Randy dan Aris tidak tinggal di rumah mrlainkan di Desa sebelah tempat kediaman saudara kandung Ibunya. Keberadaan Aira dan Najwa serta kakak iparnya pun mulai di ragukan olrh masyarakat setempat serta sudah mulai menjadi buah bibir masyarakat Desa karena tidak mungkin sanak saudara yang berkunjung bisa tinggal sampai berhari hari bahkan sudah lebih dari seminggu. Kabar itu pun terdengar oleh telinga Pak Ruslan ayah Ainun dia pun pergi menemui kedua orang tua Randy dan meminta penjelasan yang pasti termasuk keseriusan Randy pada anak semata wayangnya.
" Assalamu Alaikum....." terdengar suara ketukan pintu dan orang yang memberisalam dari pintu depan membuat Najwa beranjak dari duduk karena Aira dan Aisyah sedang memasak sedangkan Najwa duduk santai sbil menonton film layar lebar yang mulai di sukainya sejak henfon mereka matikan dan jika ingin berkomunikasi dengan kedua orang tuanya melalui telfon genggam milik Aisyah yang hanya khusus untuk di gunakan komunikasi karena hendpon jadul.
" Waalaikum Salam. " jawab Najwa dari dalam lalu bergegas membuka pintu.
" Pak Asharinya ada?" yanya Ruslan di depan pintu tanpa di persilahkan masu.
" Om Ashari belum pulang dari toko mungkin agak siangan." jawab Najwa sekenanya.
" Kalau Ibu Aisyahnya ada?" tanyanya lagi siapa tahu Aisyah ada di rumah jadi bisa menghubungi suaminya
" Ada,! bapak tunggu sebentar ya biar saya panggilkan." pinta Najwa pada Tamu yang tidak di kenalnya.
Najwa pun masuk dan memberi tahu Aisyah jika di depan ada tamu lalu Aisyah pun keluar menemui tamunya yang masih di depan pintu.
__ADS_1
" Eeehhh..... Pak Ruslan, silahkan masuk pak." Aisyah mempersilahkan tamunya masuk rumah dan mempersilahkan duduk.
" Ada apa kok tumben pak Ruslan datang sendiri."
" Pak Asharinya pulang jam berapa bu?" tanya Ruslan balik.
" Sebentar ya Pak biar saya telfon dulu." ujar Aisyah, selang beberapa saat Aira keluar membawa secangkir teh lalu mempersilahkan di minum.
Aisyah kembali dari dalam dan berkata " Dia sudah dalam perjalanan Pak." ujar Aisya " silahkan di minum tehnya pak sambil menunggu suami saya pulang." sambung Aisyah dan mempersilahkan tamunya meminum tehnya.
" Belum pak, kemungkinan minggu depan." jawab Aisyah dan dia sudah tau arah pembicaraan Ruslan.
Ruslanpun mengaggukan kepalanya tan mengerti.
" Kemana Randy bu jika dia belum berangkat bekerja? karena selama ini saya tidak pernah melihatnya?" tanya Ruslan beruntun.
__ADS_1
" Dia masih ada urusan sedikit Pak dengan keluarga mumpung dia sedang cuti kerja jadi di selesaikan terlebih dahulu biar cepat selesai." Jelas Aisya sefangkan Ruslan kembali menganggukkan kepalanya.
" Ponakan ibu masih disini ya?" tanyanya lagi.
" masih pak, mereka akan tinggal beberapa hari kedepan dan...... "
" Assalamu alaikum"
" Waalaikum Salam." jawabnya serempak dan Aisyah pun berdiri dan menyalimi suaminya dengan takzim lalu berbalik menuju ke dapur untuk membuatkan minum.
" Sudalama menunggu ya pak?" tanya Ashari sambil berjabat tangan.
" Belm pak Ashari."
" Tumben sekali Pak Ruslan berkunjung di jam seperti ini! sepertinya penting."
__ADS_1
" iya pak Ashari, saya mau tanyakan Randy kok dia tidak datang kerumah untuk melanjutkan pembicaraannya tempo hari dengan putriku Ainun. Dan ini masalah desas desus warga yang mengatakan kalau orang yang berada dirumah Pak Ashari otu bukan sanak saudara bapak dan ibu melainkan calon istri Randy, apa benar seperti itu Pak Ashari?"