
Sepulang dari kantor Aira langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai Dia. Rumah Raditya berlantai tiga dengan modem klasik Modern dengan luas kediaman utama seribu meter persegi, sedangkan untuk para meid berada di belakang dengan jarak lima puluh meter dari rumah utama. Sedangkan luas pekarangan ke seluruhan ada sekitar sepuluh ribu meter persegi.
Aira menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua, ia mennyimpan tas jinjing dan tas leptopnya di meja kerjanya. Setelah itu baru menuju ke kamar mandi guna membersihkan diri, ia berendam sejenak di dalam batup yang Sudan diberi aromaterapi untuk menghilangkan penat karena seharian ini telah berkutat dengan pekerjaan. setelah itu dia mengambil jubah mandinya dan menuju ke ruang ganti dan memekai baju Santai.
Di ruang keluarga telah kedatangan tamu, dia adalah Rami dan istrinya. Arumi duduk di kursi sofa yang di tempatin Rami dan Friska. Dia duduk sisi Friska dan bertanya.
" bagai mana kabarmu sayang? dengar denger kamu sakit? sakit apa sanyang? " Tanya Arumi ibu Rami beruntun tanpa memberi jeda, sambil mengelus elus kepala mantunya dengan sayang.
" udah mendingan mi, ngga seperti kemarin kemarin mi. " jawab Friska
__ADS_1
" syukurlah, maaf ya sayang mami tidak bisa jenguk kamu, tau sendiri kan papimu tidak bisa di tinggal sendiri kalau ada kerjaan di luar kota, papimu sekarang itu manja banget apa apa harus di temenin sama mami. terkadang mami ingin di rumah aja eh malah ngambek, di tanyain ngga mau jawab terus mami harus gi mana coba? "ujarnya sambil memberi alasan karena merasa tidak enak hati terhadap menantunya.
" ngga apa apa mi, ini juga udah mendingan ngga seperti kemari kemarin yang ngga bisa makan apapun kecuali rujakan." jawab Rami enteng.
" kok bisa? " tanyanya bingung.
" ngisi apa maksudmu Ram? bukannya makan rujak itu memang lagi ngisi perut ya. ngga usah belat belit deh Ram pusing aku dengernya. " ujarnya yang lagi kebingungan dengan jawaban anaknya, sedangkan Friska hanya tersenyum mendengar jawaban kolot suaminya.
" ya emang ngisi perut mi, tapi kan bukan Friska sendiri yang makan. " kata Rami lagi untuk membuat ibunya makin kebingungan.
__ADS_1
" ia tau kan makannya barengan sama kamu kan." saat melihat suaminya Dia pindah tempat duduk dan memanggil. " pi..... papi sini deh duduk di samping mami. " serunyanya saat melihat suaminya keluar dari kamar lalu menyuruh suaminya duduk sambil memukul mukul kursi yang di tempati agar mereka bersisian.
" kenapa mi ?" tanya Raditya saat duduk di samping istrinya lalubertanyapadaRami"bagai mana pekerjaan kamu Ram apa kamu masih mau ngehendel sendiri?" tanyanya pada sang anak.
" masih bisa pi, nanti kalu udah dekat lahiran baru aku serahkan sama papi yah."
" tunggu,...tunggu dulu siapa yang mau lahiran? kamu hamilin anak orang Ram?" tanyanya kebingungan Terus berdiri menghadap anaknya dan berkacak pinggang dengan emosi dia berkata lagi " jawab Ram anak siapa yang kamu hamili, kalau sampai itu terjadi hangar anggap aku mamimu lagi. " ujarnya berapi api, setelah itu dia menghampirimenantunya dan berkata lagi
" sayang tenang aja kalau Rami sampai berani berbuat seperti itu mami akan bawa kamu pergi jauh biar dia tau rasanya di tinggal istri itu seperti apa. " sementara itu Raditya dan Rami menahan tawanya agar tidak pecah sedangkan Friska matanya sudah memerah mau menangis Karena mendengar ucapan mertuanya. dia berfikir bahwa suaminya berselingkuh.
__ADS_1