TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
32.


__ADS_3

Setibanya di Desa tepatnya Desa Sekar Sari tempat tinggal kelurga Randy bermukim. Najwa langsung bertanya pada Randy karena meraa penasaran.


" Ka ini kampung halaman kakak ya? indah banger beda dengan di kota." tanya Najwa pada Randy.


" Wa ngga usah katro deh, malu maluin tau." sambung Aira. Najwa dan Aira duduk di bangku penumpang sedangkan Randi duduk di bangku depan dengan mang Didin.


Randy pun menoleh lalu bekata.


" ngga apa apa Ra." ujar Randy menimpali.


" Ia Wa ini kampung halaman kakak namanya Desa Sekar Sari, semoga kamu betah di sini ya Wa." lanjut Randy pada Najwa.


" Rumah kakak yang mana? masih kauh ngga? " tanya Najwa lagi.


" Udah ngga jauh kok dari sini paling sekitar lima ratus meteran lagi. " ujar Randy. Tidak lama kemudian henponnya bergetar tanda panggilan masuk, Randy pun menggeser tombol lalu menempelkan ke kupingnya.


" Assalamualaiku Har.... "


" ............"


" Aku pulkam dulu soalnya ada kepentingan mendadak. "


".........."


" Nanti ku telfon ya kalau udah sampai, Assalamualaikum." lalu menutup panggilannya dan menyimpan kembali henponnya ke dalam saku switernya.

__ADS_1


" Mang belok setelah gapura ini ya..... setelah itu tiga buah rumah dari gapura itu rumah orang tua saya. " ujar Randy pada mang Didin.


" ia den. " jawab si mamang.


selang beberapa saat mereka meleeati gapura dan terdapat perempatan.


" Den belok kanan apa kiri? " tanya si mamang kebingungan karena Randy tidak memberitahunya ada perempatan.


" lurus aja mang." jawab Najwa


" jangan asal nebak Wa." ujar Aira.


" bener kata Najwa Ra...... kita lurus mang, rumah sebelah kiri cat hijau ya mang." jawab Randy dengan sopan agar tidak terjadi perdebatan. Lalu Najwa kembali membuka suara.


" Kak itu kan rumah kakak yang halamannya luas? " tanyanya penasaran.


Mobil memasuki pekarangan rumah dan kedua orang tua Randy pun keluar dan merasa heran karena ada mobil mewah yang masuk ke pekarangan rumahnya, Tandy belum memberitahu ibu dan ayahnya jika dia akan pulang biarlah ini menjadi kejutan pikirnya.


Setelah mobil terparkir pakir sempurna tepat di depan teras rumahnya Randy pun keluar dari dalam mobil lalu membuka pintu penumpang baian belakang untuk mempersilahkan Aira keluar sedangkan Najwa teladi bukakan terlebih dahulu oleh mang didin.


Kedua orang tua Randy kebingungan karena anaknya tidak pulang sendiri srperti biasa melainkan membawa dua orang wanita cantik serta seorang sopir.


" Yah, siapa yang di bawa oleh putra kita? " tanya Aisyah ibu Randy.


" ngga tau bu! kemungkinan anak majikannya yang ingin berlibur. " ujar pak Ashari sekenanya.

__ADS_1


Randy dan robongannya pun menghapiri kedua orang tua yang suda paruh baya telah berdiri sejak mobil memasuki halaman rumahnya.


" assalamualaiku...... " ujar mereka serempak.


" Wa alaikumussalam..... " jawab Ashari dan istrinya. Lalu Randy menghampiri ibu dan ayahnya sambil menyalimi keduanya dwngan bergantian.


" Yah..... kenalin ini Aira." sabil memperkenalkan Aira.


" Saya Aira om tante..... " sambil memperkenalkan diri dan benjabat tangan kedua orang tua Randy secara bergantian. Najwa tidak sabaran lalu maju dan memperkenalkan dirinya sendiri.


" Saya Najwa om.... tante" ujar Najwa dan melakukan hal yang sama pada orang tua Randy.


" Kaliaan teman temannya Randy di kota toh?" tanya Aisyah penasaran.


" Ia tante..... " jawab Aira sambil tersenyu.


" Bu..... tidak baik bertanya sambil berdiri di rumah kita, persilahkan sulu mereka masuk lalu bertanya. " tegur Ashari pada istrinya.


" silahkan masuk nak, maaf kan ibu ya....tidak mempersilahkan kalian masuk, harap maklum sudah tua ayo duduk nak." ujar Aisyah pada kedua tamunya lalu menyentuh punggung Aira dan mempersilahkan masuk dan duduk kursi kayu yang berbantalan sofa yang ada di ruang tamu. " ini lah gubuk kami....semoga kalia betah ya nginap disi. " ujarnya lagi dengan senyuman.


" mau langsung makan siang aja? kebetulan ibu baru aja selesai masak." ujar Aisyah lagi karena dia tahu perjalanan dari kote ke desanya cukup jauh jika menumpangi bis bisa semalaman penuh karena bis banyak tempat ngetaimnya beda dengan berkendara sendiri.


" boleh bu... soalnya Randy udah lapar." jawab Randy antusias.


" kamu udah solat Ran?" tanya Ashari mengingatkan.

__ADS_1


" Udah yah, pas ketemu mesjid kami langsung mampir sholat dulu lalu kami melanjutkan perjalanan." Ashari pun menggek lalu beranjak dari duduknya dan meminta kedua tamunya untuk makan siang terlebih dahulu karena waktu sudah siang.


__ADS_2