TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
03.


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu akan tetapi Rabdy tidak menerima pesan ataupun Email di henponnya sementara kedua temannya sudah menerima pesan jika pada hari senin diminta datang keperusahaan untuk melakukan wawancara kerja serta tanda tangan kontrak serta kedua temannya mendapat pesan jika nereka belum beruntung dan di minta untuk mengajukannya lagi tahun depan karena setiap tagunnya ada perekrutan karyawan.


Lain halnya dengan Randi, dia tidak mendapatkan pasan atau pun Email. Dia sudah mulai berputus asa dan bersiap untuk pulabg versama kedua temannya yang gagal karena menurutnya percuma menunggu tapi tidak menghasilkan apa - apa. Disaat dia mengangkat tas gendongnya serta berpamitan pada kedua temannya henpon Randy berbunyi lalu dia mengangkat tenyata panggilan dari A.J Grup mengabarkan jika mereka meminta maaf karena keterlambatan pemberitahuan jika dia di terima oleh perusahaan dan di minta datang bersama dengan teman yang lainnya untuk wawancara kerja dan dia pun langsung bersujud syukur lalu memeluk semua temannya jika dia di terima.


Randi meminta maaf pada kedua temannya jika dia tidak jadi pulang dan menitip salam untuk kedua orang tuanya jika dia di terima bekerja oleh A.J Grup.


Hari terus berganti minggupun terus berlalu setelah Wawancara kerja serta tanda tangan kontrak mereka disibukan dengan pekerjaan masing masing.


Randi divtempatkan di divisi marketing bersama Aira dan selalu berpasangan untuk mengerjakan tugas dari timnya sementara itu ada seorang wanita yang selalu iri hati jika melihat Randi dan Aira yang selalu keluar bersama walaupun karena tuntutan pekerjaan.


Irnes, Irsan dan Hardi adalah teman divisinya mereka jarang sekali keluar bersama terkecuali ada projeck baru yang harus memeka lalukan serta membutuhkan orang banya untuk meningkatkan pemasarannya barulah mereka diikut sertakan.


Irnes mengajak aira makan siang di kantin perusahaan yang terletak di lantai tiga dan sekalian mau curhat tentang perasannya pada Randy, Irnes bingung bagai mana caranya ngungkapin perasaanya pada Randy karena sejak pertama kali bertemu dengan Randy dia sudah jatuh cinta.


setibanya di kantin, kantin terlihat ramai dan penuh karena hampir semua karyawan makan di di tempat ini guna mempersempit waktu untuk mencari restoran di dekat kantor. mereka langsung mencari meja kosong yang ada di kantin kantor, karena jam istirahat waktunya para pekerja untuk mengisi perut yang masing masing. dan mereka dapat bangku paling pojok dan langsung mereka tempatin karena takut ada yang nempatin lagi saking penunuh dan riuhnya kantin tersebut.

__ADS_1


setibanya di meja yang di tuju Iren bertanya tanpa duduk terlebih dahulu. Mereka tidak mengetahui jika seseorang telah menguping pembicaraannya.


" mau pesan apa Ra, sama minumnya apa karna kalau nunggu pelayan kelamaan." tanyanya karena memburu waktu.maklum pegawai magang baru jadi telat sedikit aja pasti kena ceramah panjang kali lebar yang ngga kelar kelar.


" sepeti biasa aja deh, sama es teh! emang ngga apa apa kamu yang kesana mesan makanan sendirian?" jawabnya dan bertanyanya balik karena merasa ngga enak hati terhadap sabatnya.


" ya nggalah, emang kamu mau kita telat sedikit aja udah kena ceramah yang ngga ada remnya?" jawabnya sambil bercanda.dan langsung bergegas ke stand makanan untuk memesan bakso dan es teh.


sementara Aira geleng kepala di tempat duduknya sambil senyu senyum melihat tingkah temannya yang menurutnya kocak juga.selagi asyik ngotak atik hendpon Irnes dateng dan duduk berhadapan dengan Aira.merasa ada yang datang Aira mengangkat kepala sambil tersenyum dan bertanya pada sahabatnya.


Irnes tidak menjawab hanya menganggukan kepala dan menyimpan dompet dan ponselnya di atas meja karena malas membawa tas dan menurutnya kalau ke kantin itu bawa tas ribet bawanya.


karena penasaran akhirnya Aira bertanya apa yang ingin di bicarakan oleh irnes.


" emang kamu mau ngokong apaan kok kaya penting banget?" tanyanya sambil menunggu pesanan di anter ke tempatnya.

__ADS_1


" entarlah kalu udah makan aja sekalian sambil nunggu jam istirahat habis." jawabnya sekenannya karena metada udah lapar dan tidak konsen utuk cerita.tidak lama kemudian penannya dateng dan langsung menyantap bakso yang lagi mengepul uapnya ke udara karena baru di angkat. di sela makan mereka datanglah Randy dan meminta gabung karena sudah tidak ada lagi meja yang kosong dan merasa nyaman juga berdekatan dengan Aira dan Irnes, menurutnya kedua wanita itu asyik di ajak ngobrol dan nyambung di samping itu juga dia pengen kenal Aira lebih jauh lagi.


" boleh gabung ngga soalnya ngga ada bangku yang kosong nih," tanyanya basa basi sambil memasang mimik muka yang memelas agar di izinin dan membawa napan yang berisi makanan dan minaman.


"bangku kosong banyak noh deket Sera tapi mejanya ngga da!" jawab irnes cekikikan utuk menutupi kegugupannya karena makan bareng orang yang di taksir.


"males ah enakan makan di sini ketimbang makan disana, kapan lagi coba makan siang bareng aku yang tanpannya ngga yang ngalahin, iya ngga Ra." jawabnya penuh dengan percaya diri sambil duduk di samping Aira tanpa menunggu persetujuan kedua gadis itu.


Yang di tanya bukannya menjawab malah asik makan tanpa memperdulikan dua orang yang berdebat dihadapan dan sampingnya. yang dipikirannya hanya makan karena udah laper dan takut baksonya dingin dan ngga enak di makan lagi.


" pede amat lo punya tampang cakep." jawab irnek di sambil makan baksonya yang udah mulai dingin.


""Alhamdulillah kenyang juga."potong aira karena karena makanannya sudah habis jadi dy langsung bertanya pada Irnes."mau cerita apa nes aku udah selesai nih!" tanyanya ngga sabaran.


"ngga jadi soalnya ada mahluk pengganggu." jawab Irnes judes.Aira hanya geleng kepala melihat tingkah sahabatnya dan Randy pun ngga peduli dengan dua wanita di hadapannya ini.

__ADS_1


__ADS_2