
Setelah kepergian putri putrinya yang mendadak Raditya langsung menghubungi putra sulungnya untuk mengurus masalah Najwa.
" Ram, bagaimana? sudah ada kabar? " tanyanya setelah panggilannya sudah terhubung.
" ........"
" ok, bawa dia ke markas dulu sebelum bertemu kedua orang tuanya. Kalau masalah orang tuanya biar papi yang urus yang penting sekarang amankan dia sebelum dia pergi jauh untuk menghindar. " ujar Raditya pada putranya. Lalu dia mematikan sambungan secara sepihak tanpa mendengar usulan dari anaknya.
Raditya menuju ke halaman belakang kediamannya untuk menemui sang istri yang lagi duduk termenung sambil memperhatikan ikan ikan hiasnya.
" Kenapa mami melamun disi? " tanyanya sambil memeluk istrinya dari belakang, Arumipun langsung menolehkan kepalanya lalu berkata.
" Mami tidak melamun pi! hanya memperhatikan ikan ikan ini. Sungguh bahagianya ia bisa berenang sana sini tanpa beban. " jawab Arumi sekenanya sambil mengelus elus punggung tangan suaminya yang ada di bagian perut
" Mami lagi mikirin Najwa? " tanyanya.
__ADS_1
" Ia pi...... kasihan dia harus mengalami tragedi ini sendiri. Coba Randy tidak datang kemungkinan besar dia akan menyimpan ini semua sendiri tanpa membagi pada kita." jawabnya lalu mengubah posisi dan masuk kedalam pelukan suaminya. Raditya pun langsung mengusap usap pundak istrinya yang sudah tidak muda lagi.
" Papi akan mengurusnya, jadi mami tenang saja ya. Lagian Najwa sekarang pergi bersama Aira dan Randi sesuai dengan usulanmu, dan...... papi sekarang mau kerumah Rajiun untuk mengurus semua dan termasuk membatalkan pernikahan Aira dan Arkan. Jadi mami mau di rumah atau ikut papi? " tanyanya lagi.
" Apa mami harus ikut pi? " Tanya Arumi.
" Kalau menurut papi sih harus ikut agar mami bisa tau yang sebenarnya dan bisa membantu papi untu menjelaskan semua agar masalah ini cepat selesai biar tidak berlarut larut dan membuat Najwa makin trauma jika bertemu dengan Arkan. "
" bagai mana jika Arkan tidak mengakuinya pi? "
" kok bisa secepat itu pi! papi aja belum memberi tahu mami akan lamaran Rajiun malah sekarang udah mau pesta aja, emangnya papi anggap mami ini apa? . " Rajuk Arumi
" maaf mi.....sekarang kita kesana ya." ajaknya agar sang istri tidak bertambah marah.
Arumipun menurut dan bersia siap untuk mengikuti suaminya. Setelah semuanya sudah selesai termasuk memoles wajah tuanya akan tetapi tidak di makan usia. Arumi pun menghampiri suaminya yang sedang duduk menonton acara yang ada di stasiun tv di ruang keluarga.
__ADS_1
" Ayo pi, mami udah siap. " ajaknya pada sang suami.
" mami yakin dengan pakain mami sekarang? ngga mau ganti dulu? " tanyanya menyelidik pada istrinya karena tidak biasanya sang istri keluar rumah dengan pakaian santai seperti sekarang yang hanya memakai celana panjang span dan di padukan kaos oblong seperti putrinya jika akan bepergian bersama temannya atau hanya mencari bakso kesukaannya.
" emang kenapa pi dengan pakaianku? ngga pantes ya? " tanyanya lagi.
" kalau mamisih pantes pantes aja. Pakai baju apa aja tetap cantik apa lagi berpakaian seperti ini ! papi takut di kira jalan sama anak sendiri. " ujarnya sambil bercanda.
" gombal.... udah ah, ayo..... nanti keburu malam ini aja udah jam berapa coba?" tanyanya pada sang suami.
Meteka pun berangkat menuju kediaman Rajiun dan di sopiri oleh sopir pribadinya sedangkan putri putrinya di antar oleh sopir yang selalu mengantar jemput Najwa jika sedang ada mata kuliah. Di dalam mobil Arumi bertanya pada suaminya.
" Pi..... anak anak apa sudah sampai ya? kok ngga ada yang ngabari mami? " tanya Arumi
" Coba mami telfon Najwa siapa tau mereka sudah sampsi." Raditya memberikan usul pada sang istri. Arumi pun merigoh tas jinjingnya lalu mengambil Aiphon keluran terbaru dan menghungi Aira karena dia tahu pasti Najwa sekarang sedang tidur apa lagi jika dalam perjalanan jauh.
__ADS_1