TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
30.


__ADS_3

Arumi pun menghubungi putrinya dan menyakan kabar dan apakah sudah sampai atau kah belum.


tuuut.......


tuuut.......


tuuut......


Sampai sambungan ke empat baru telfonnya tesambung.


" halo Ai...... kalian udah sapai belum? kok ngga ada yang ngabari mami? bagai mana keadaan adikmu nak? " tanyanya beruntun dan cemas.


" Najwa baik mi.....kami udah sampai pas saat zduhur mi, sekarang Najwa udah keluyuran keliling kampung bareng adiknya Randy. "


" syukurlah kalau kalian udah dampai...... ingat afiknya di jaga dan jangan di buat banyak pikiran apa lagi masalah Arkan yah.... " ujarnya menperingati

__ADS_1


" ia mi, sekarang mami lagi di mana? kok kedengarannya ngga lagi sendiri? " tanya Aira lagi.


" ini mau kerumah Om Rajiun untuk ngurus masalah kamu sama adikmu sekalian mau membatalkan pernikahan kalian. Ingat hati hati di sana karena jauh dari jangkauan mami dan papi terutama adikmu. Jangan pulang dulu sebelum Mami atau Papi nyuruh kalian pulang karena masalah ini tidak main main. Kalau ngga salah Friska juga mau kesitu katanya penasaran dengan kampung halaman itu seperti apa? jadi dia mau nyusul sama kakakmu. " ujarnya panjang lebar.


" emang kapan kakak mau ke sini mi? " tanyanya penasaran.


" kemungkinan besok, dan Rami hanya mengantar Friska karena dia mungkin jarang pulang kerumah jadi sengaja kami ungsikan kalian di desa biar tidak ada yang bisa lacak kalian dan jangan lupa bilang sama mang Didin untuk pulang tapi mutar dulu kedesa lain takutnya keberadaan kalian bisa di lacak. Kamu tau sendiri kan Rajiun itu orangnya seperti apa dan tolong rahasiakan identitas kalian kamu paham kan maksud mami? sudah dulu ya nak, sekarang mami mau turun nyusul papi... babay sayang hati hati disana jangan lupa perkataan mami ya love you. " ujarnya panjang lebar lalu menutup panggilan tanpa mendengar perkataan anaknya.


Sesampainya mereka langsung di sambut dengan pelukan.


" Alhamdulillah sehat..... " jawabnya sekenanya.


" Ayo ayo masuk!" pintanya pada Raditya dan istrinya mereka pun masuk dan di persilahkan duduk.


" Jeng bagai mana kabar Aira? sudah lama sekali kami tidak bertemu dengannya! apa lagi sekarang kan sia akan jadi mantu kami tapi kok dia tidak ikut buat silatu rahmi? " tanya Siska beruntun sedangka Arumi hanya tersenyum kecut saat mendengar kata mantu.

__ADS_1


" Aira lagi ada kerjaan sedikit di luar kota, dia yang memegang kendali dulu cabang disana. Soalnya Rami kan sekarang ini belum bisa untuk menghendel semua..... bu Raji kan tau sendiri kalau istrinya sedang hamil jadi dia saya suruh stenbay di kantor pusat dulu dan untuk sekarang biar Aira yang belajar untuk mengelola. " Jawab Raditya cepat karena dia tidak mau kalau keberadaan anak anaknya di ketahui saat ini.


" Bagai mana rencana pernikahan mereka yang sudah kita sepakati? " tanya Rajiun tiba tiba.


" Sebelum ke masalah pernikahan mereka bagai mana kalau kita selesaikan masalah lain dulu?


" Masalah apa maksud kamu Radit? tanya Rajiun sambil mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti.


" masalah Arka dan Najwa. " ujar Arumi yang sudah tidak tahan. Raditya pun langsung menggenggam tangan istrinya untuk memberi kekeatan dan menahan emosi.


" Maksudnya jeng Arumi apa? " tanya Siska penasaran.


" apa maksud dari perbuatannya pada putri bungsuku?" tanya Arumi lagi dengan berapai apai sedangkan Raditrya hanya mampu mengusap usap punggung tangan istrinya biar merasa tenang.


" Pa coba telfon Arkan suruh pulang soalnya Mama bingung dengan perkataan jeng Arimi." ujar Siska sambil meminta suaminya agar putra semata wayangnya segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2