TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
15.


__ADS_3

" bagai mana dong sayang........... " perkataan Rami belum selesai tangis Friska pun pecah seperti anak Kecil.


" kenapa kamu nangis sayang? " tanya sang mertua.


" mas Rami jahat mi, dia selingkuhin aku. " ujarnya sambil menangis dan memeluk mertuanya, sedangkan Rami memukul jidat pertanda bahwa masalah bertambah satu lag.


" kamu tau sayang kalau Rami selingkuh? " tanyanya


" tadi mami bilang kalau mas Rami ngehamilin anak orang, berarti kan mas Rami selingkuhin Friska. " ujarnya dengan tangis.


" lho Ram kok Friska malah nuduh mami sih?"


tanyanya bingung.


" kan mami yang bilang kalau Rami itu ngehamilin anak orang. " jawab Rami santai " tapi, emang bener sih kalau aku ngehamilin anak pak Sanjaya Adiputra. " sambungnya, sementara Friska langsung tersenyu Saat nama orang tuanya di sebut.


" sayang, gi mana dong mami ngga setuju kalau dia akan punya cucu?" tanyanya lagi pada istrinya dengan manja.


"pi jelasin apa maksud Rami kalau aku ngga..." Arumi meminta penjelasan suaminya, ucapannya belum selesai baru menyadari kalau menantunya lagi Hamil saat ini. " kamu hamil sayang? " ucapnya dengan sumringah.

__ADS_1


Friska hanya mengangguk lalu tersenyum.


" kok mami ngga di beri tahu sih kalau anak kesayangan mami ini lagi hamil? kalian mau ngerjain aku yah atau jangan jangan hanya aku lagi yang ngga di beri tahu?" tanyanya dengan curiga.


" tadi kan udah bilang kalau Friska lagi ngisi tapi mami kan nuduh aku yang nggak nggak. " jawabnya Santai.


"jangan bilang kalau papi udah tau trus mami baru di kabari sekarang? tapi ngga apa apa yang penting aku akan jadi eyang, udah berapa minggu sayang? " tanyanya sambil mengelus elus perut mantunya dan ada yang aneh kok udah mulai buncit. " kalian bener bener ya, perut udah buncit kaya gini baru kabari mami ya." ucapnya lagi tanpa melepas tangannya dari perut Friska.


" udah enam belas minggu mi." jawab Friska


" udah mulai gerak gerak ya? aku jadi ingat saat hamil dulu, rasanya bahagia banget. " ujarnya bahagia.


" ngga apa apa sayang tapi hanya pengajian aja sama santunan yah, ngga usah terlalu meriah ngga baik karena ini baru empat bulanan nanti kalau udah tujuh bulanan baru rame rame karena ada siraman adat yah. " ujar Arumi sambil memberi masukan.


" ia mi. "


" mama papa Kalina udah di Kabari? tanyanya


" udah mi kemarin pas lagi Main kerumah." jawab Friska.

__ADS_1


" trus reaksi mereka seperti apa? "


" ya.... awalnya marah juga sih tapi bahagia karena Akan jadi kakek nenek."


" ya udah kita makan malam sekarang yah mami cek ke dapur dulu suruh nyiapin sekarang. " ujarnya setelah itu ia beranjak dari duduknya. setelah kepergian Arum Rami menanyakan keberadaan adik adiknya.


" adek pada ke mana pi? " tanya Rami


" ada di kamar mereka nanti juga turn. "


Tidak lama kemudian Aira turun dari kamarnya.


" kakak udah lama yah? kangen tau. " ujar Aira sambil memeluk Friska dengan sayang.


" jangan lama lama peluknya nanti wanginya hilang lagi ke ganti bau badan kamu. " ucap Rami bercanda.


" Bodo amat yang penting kangennya hilang, ia kan kak? " tanyanya, sementara Friska mengangguk Dan berkata.


" tapi jangan kencang kencang, ngga bisa napas kak, trus dedeknya kesiksa juga. " ujar Friska sambil melepaskan diri dari Aira.

__ADS_1


" kakak lagi hamil sekarang? " tanyanya lalu memanggil sang adik yang masih setia di kamarnya.


__ADS_2