TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
33.


__ADS_3

Seusai makan siang dengan menu sederhana ala desa mereka kembali duduk di ruang tamu dan Randy pun meminta ibunya menyiapkan kamar tamu drngan berbisik saat ibunya masih di dapur untuk membuat. cemilan.


" Bu..... kamar tamu tidak ada yang tempatin kan? " tanya Randy dengan suara lirih.


" ngga ada! memengnya kenapa mas? "


" Kalau ngga ada biar Aira dan Najwa istirahat dulu buk. Kasihan mereka kelelahan karena ini pertama kali mereka jalan jauh menggunakan mobil. "


" ya udah biar ibu rapikan dulu kamu lanjutin buatan ibu sebentar. " ujar Aisya dan Randi pun melanjutkan kue yang telah di uleni oleh ibunya, dia tinggal mencetak dan memasukkan kedalam oven pemanggang.


" Ran kamu ngapain? " tanya Aira dan menghampiri Randy yang sedang asyik dengan cetakannya, Randypun terkejut dan menoleh.


" eh Ra, sini duduk..... " ujar Randy sambil mempersilahkan Aira duduk melantai dengan beralaskan tikar.


Airapun duduk dan memperhatikan Randy yang sedang mencetak adonan yang ada di hadapannya. " emangnya lagi buat apa Ran?" tanyanya lagi dengan penasaran.


" ini.....ibublagi pengen buat cemilan rumahan untuk teman ngopi atau ngeteh." jawab Randy.


" emangnya kamu bisa?" tanya Aira penasaran.


" kalau cuman nyetak mah gampang asal jangan di suruh ngadon." jawab Randy sambil bercanda


" boleh nyoba ngga?"


" boleh tapi tunggu ibu dulu yah, biar ibu yang ngajarin." Airapun mengangguk sambil memperhatikan tangan Randy.


" Ehmm.... ehm..... tidak baik loh kak berduaan yang ketiga itu setan." ujar Najwa menimpali sedangkan Aira dan Randy hanya geleng geleng kepala mendengar perkataan Najwa.

__ADS_1


" ehh...... kalian di sini to.... ibu cari di mana mana ternyata sama Randy. ya sudah sana istirahat dulu kalian pasti cape kan karena perjalanan jauh!" ujar Aisyah pada kedua gadis itu agar meninggalkan ruang dapur tempat di mana ia membuat cemilan.


" ia bu..... terimakasih. " ja ab Aira.


" ayo biar ibu anter." Aira dan Najwa pun beranjak dari duduknya dan mengikuti Aisyah menuju ke kamar tamu yang tersedia di bagian tengah.


" sebenarnya ini kamar Randy, karena ngga elok perempuan tidur di kanar depan biar Randy aja yang pindah tidur di kamar tamu.


Oh iya kalau mau bersih bersih atau buang hajat kamar mandinya ada di belakang ya dan ngga usah sungkan minta tolong pada Randy atau Aris adiknya Randy." ujar Aisyah.


" iya bu." jawab Aira karena Najwa sudah rebahan tanpa membersihkan badan terlebih dahulu.


Di Ruang keluarga Ashari mengintrogasi putranya tentang wanita yang di bawanya tanpa izin terlebih dahulu pada orang tuanya


" Ran ada apa sebenarnya? kenapa kamu membawa anak perawan orang kesini tanpa kabari ayah atau ibumu dulu? " tanya Ashari beruntun.


" Randy sudah melamar Aira yah. " jaeab Randy sambil tertunduk karena dia tau letak kesalahannya.


Ashari pun menarik napasnya panjang lalu memanggil istrinya.


" Bu........ ke marilah sebantar, kerjaannya di tinggal dulu." panggil Ashari pada istrinya dan Aisyah pun menuju keruang kelurga yang terdapat tv dan kasur lantai untuk rebahan jika sedang menonton acara tv.


" ada apa yah...... kok sepertinya penting sekali." tanya Aisyah lalu duduk di samping suaminya.


" ini lgo bu, anakmu melamar anak orang tanpa aepengetahuan orang tuanya." jawab Ashari.


" kok bisa mas...... kamu lamar anak siapa?" tanyanya pada putra sulungnya.

__ADS_1


" Randy sudah melamar Aira bu, dan Randy mau memperkenalkan pada ibu dan ayah sebagai calon menantu kalian. " Jawab Randy lirih.


" trus bagai mana dengan Ainun mas? " tanya Aisyah lagi.


" emangnya Ainun kenapa bu?" tanya Randy bingung.


" kata orang tuanya kamu sudah memintanya untuk menunggumu nak."


" demi Allah bu, Randy tidak pernah bertemu dengan Ainun apa lagi kedua orang tuanya semenjak Ainun masuk pesantren dan kedua orang tua Ainun juga sudah menjodohkan putronya dengan pengusaha." jawab Randy sambil menatap kedua orang tuanya.


" buktinya mereka sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambutmu. " lanjut Ashari.


" Tapi Yah, Randy tidak pernah bertemu dengan Ainun apa lagi memintanya untuk menungguku." jawab Randy dan bersikukuh dengan jawabannya.


" Bagai mana ini bu? mereka menunggu kita untuk meminang Ainun." tanya Ashari pada istrinya.


" entahlah yah, semoga aja mereka tidak menuntut yang aneh aneh pada Ransy." Aisyah pasrah saja.


" makaud ibu apa? " tanya Randy penasaran.


" Assalamualaikum. " terdengar salam dari luar.


" Wa Alaikum salam." jawabnya aerempak lalu Aisyah berdiri untuk membuka pintu ternyata pintu sudah terbuka dan putra bungsunya yang sudah pulang.


" Siapa yang datang bu? kok ada mobil mewah di depan?" tanya Aris beruntun pada ibunya.


" Mamasmu pulang nak." jawabnya sambil meminta anaknya untuk keruang tengah.

__ADS_1


__ADS_2