TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
37.


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, pergantian cahaya pun sudah perlahan dan awan pun mulai betubah earna sedangkan cahaya mataharipun sudah berubah warna jingga sementa mulai menuju kemesjid terdekat dengan pertokoan yang ada di kabupaten dan jarak dari rumahnya lumayan jauh serta akan memakan waktu sekitar satu jam setengah lebih sepuluh menit jika memutar balik dan waktu maghrib pun tidak akan tepat waktu jadi dia memilih ke mesjid terdekat dengan posisinya sat ini.


Mereka pun turun dari mobil dan menuju ke tempat wudhu. Setelah berwudhu Aira dan Najwa serta Aisyah menuju ke lemari kecil dan mengambil perlengkapan sholat lalu mereka melakukan shalat sunnah tahiyatul mesjid sebelum adanya azan yang berkumandang.


Seusai melaksanakan sholat maghrib mereka menuju kembali kemobil sambil menunggu para lelaki usai berzikir dan berdo'a.


" Bu....... emmm Mas Aris kok ngga ikut kita?" tanya Najwa penasaran karena sampai saat ini Aris belim kelihatan.


" Ada di dalam, lagi sholat bareng temannya tadi ke sini." jawab Aisyah.


" yaaaahhhhh........ kirain sih ndiri baru aja mau nebeng." ujar Najwa kecewa.


" kalian bukan mahrom, jadi tidak boleh jalan berdua nanti ada orang ketiga." jawab Aisyah memperingati.

__ADS_1


" Mahrom itu apaan sih bu? kok dari tafi aky denger dari mas Aris nyebutnya nahrom sekarang ibu juga?" tanya Najwa kebingungan.


" mahrom itu ikatan darah jadi jika kalian jalan berdua naik motor berboncengan takutnya ada fitnah serta meminta kalian untuk menikah. Jika kalian yang menikah terus bagai mana denga Aira dan Randy? mereka sudah tidak ada lagi pernikahan yang mereka rencanakan dan harus mengalah karena kalian sama sama saudara kandung setra jenis kelamin kalian sama." jelas Aisyah.


" Maksud ibu apa?" tanya Aira menimpali.


" maksud ibu begini, jika kamu sama Aris bersaudara serta Najwa dan Randy kalian bisa menikah tanpa harus merusak satu sama lain namanya pernikahan silang seperti anak anak Nabi Adam." jelas Aisyah


" Assalamu Alaikum Bu...... " ujar seorang gadis serta kedua orang tuanya menghampiri Aisyah Najwa dan Aira.


" Ehh.... ada nak Ainun, bu Ruslan dan juga Pak Ruslan." sapa Aisyah pada orang ya ng menyapa mereka.


" Ia bu, kebetulan kami lewat dan melihat ibu. Ibu sama siapa kesini? apa sama Pak Ashari?" tanya bu Ruslan Namanya Rasti.

__ADS_1


" ia bu, saya sama suami dan juga anak anak serta........maaf perkenalkan bu ini Ira dan ini Nawa." ujar Aisya sambil memperkenalkan kedua gadis yang ada di sampingnya.


" Ini ponakannya ibu ya yang dari kota? denger denger Randy bawa saudaranya dari kota dan katanya cantik cantik, ternyata benar kabar dari tetangga ibu." ujar Rasti.


" Ibu Rasti bisa aja, mereka bukan ponakan saya bu tapi........ "


" Assalamu Alaikum. " potong ke emoat pria dewasa itu.


" Waalaikum salam." jawab mereka setempak.


" Pak Ruslan sudah lama ya?" tanya Ashari sambil menjabat tangan Ruslan.


" Belum pak, kebetulan lewat dan melihat ibu Aisyah yang sedang berdiri dan sepertinya menjelaskan sesuatu jadi kami mampir untuk menyapa serta silaturahmi sekalian." jawab Ruslan.

__ADS_1


" Maaf kalau begitu pak Ruslan kamu pamit dulu jika ada waktu silahkan datang kerumah jika hanya selaku silaturahmi, karena Aris dari di dalam sudah membujuk untuk mampir makan malam sekalian katanya kangen dengan masakan luar jadi maa...f sekali lagi kami mohon pamit, Bu ruslan , Ainin kami pamit dulu ya main lah kerumah jika luang tidak usah sungkan ya." ujar Adhari dan mohon pamit jika melayani pembicaraan Rasti tidak akan rampung sampai pagi jadi lebih baik menfhindar dari pada terjadi masalah.


__ADS_2