TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
21.


__ADS_3

Rami kembali ke samping istrinya dan berkata " sabar ya sayang, ngga lama lagi Juan datang nganter makanannya. "


Friska mengangguk dan berkata


"Kita makan barwng kan ngga cuman aku aja yang makan? " tanyanya.


" ia sayang, masa udah sampai sini masih makan sendiri sih. " ujarnya sambil membelai kepala sang istri.


Tidak lama kemudian Juan datang sambil membawa pesanan Rami.


" kalian juga makan, ngga usah terlalu tegang saya ngga bakalan menghukum kalian. " ujar Tami santai. " juan kamu juga duduk makan ngga usah segan ini bukan jam kerja melainkan jam istirahat. " lanjurnya pada sang asisten sekali gus sahabatnya.


Mereka makan dengan diam tanpa ada yang bersuara, setelah makanJuan memanggil klining serfis untuk membersihkan meja sekali gus meminta untuk menyiapkan minuman dan cemilan untuk sang istri.


" Randy, apa kamu tau kalau Aira adalah adik saya? " tanya Rami


" Tidak pak. " jawab Randy


" sejak kapan kalin berhubungan? " tanya Rami lagi untuk mengetes Randy.

__ADS_1


" Sudah lumayan lama pak. " jawab Randy sekenanya.


" berapa lama? dan apa status hubungan kalian? " tanyanya beruntun.


" sekitar enam bulanan pak, kami lebih dari teman. Kalau ada restu saya akan serius dengan Aira. " ujarnya mantap. Aira tersenyum mendengar perkataan Randy, dia tidak menyangka kalau Randy menepati janjinya kalau dia benar benar serius dengan hubungan mereka walaupun hubungan mereka tidak seperti orang yang berpacaran pada umumnya yang sering jalan bereng sambil bergandengan tangan.


" kapan kamu mau menemui kedua orang tua saya.?" tanya lagi.


" Tergantung Aira pak kapan kesiapannya. " jawabnya lagi. Rami pun mengangguk angguk sambil melihat adiknya yang mulai gugup saat mendengar akan menemui orang tuanya.


" kapan Ai mau menemui papi? jangan terlalu lama, jangan sampai papi menyetujui permintaan om Rajiun. " ujar Rami memperingati.


" jangan hanya ucapan saja secepatnya,buktikan. kalau kamu mau menemui papi kabari kakak, biar kakak bantu sebisa mungkin agar kamu tidak jadi di jodohkan dengan Arkan. " Tawar Rami agar sang adik tidak merasa gugup untuk brrterus tetang pada orang tuanya.


Randy pun terkejut mendengar ucapan Rami yang mengatakan kalau Aira di jodohkan, ' apa ini alasan Aira jujur pada kakaknya? ' tanyanya dalam hati sambil memperhatikan Aira yang menunduk, terlihat betul kalau Aira gugup lebih gugup dari dirinya yang berhadapan langsung dengan atasannya.


" bagai mana kalau besok kita menemui papi? " tanya Friska memberi saran.


" boleh juga, kebetulan besok kita ada kunjungan kerumah papi, bagai mana Randy? apa kamu siap? " tanya Rami.

__ADS_1


" siap pak. "jawab Randy tegas.


Rami mengangguk dan dan berkata " besok sepulang kerja kita langsung menghadap papi apapun tanggapannya terhadapmu, kamu harus menerima semua keputusannya yah. Ran kalau bukan jam kerja jangan panggil saya pak, panggil saja Rami atau kakak seperti Aira." ujarnya.


" sekarang kamu tinggal di mana?" tanya Rami


" saya ngontrak rumah kak bareng teman dari kampung."


Rami mengangguk mendengar perkataan dari Randy.


" sudah berapa lama kamu kerja di perusahaan ini? " tanya Rami


" sudah setahun lebih kak. "


" Juan, besok aku ada jadwal di luar kantor? " tanya Rami pada asisten pribadinya.


" Tidak ada Ram kebetulan setelah miting di jam satu tiga puluh itu kosong, jadi bisa kamu luangkan waktumu untuk acara keluarga. " ujar Juan santai tanpa formal.


" oke, sekarang kalian bisa istirahat di ruangan kalian dan kamu Ran jangan melebihi batas saat keluar berdua karena aku sudah mengawasi kalian dari bebetapa bulan yang lalu sampai kalian benar benar halal. mengerti. " ujarnya untuk menakut nakuti Randy tapi Randy hanya tersenyum tanpa metasa takut karena mereka memang belum pernah bergandengan tangan saat jalan bersama.

__ADS_1


__ADS_2