TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
18.


__ADS_3

Awalnya dia menikmati dan semua penasaran rasanya, mereka semua penasaran ternyata bener kata Ningrum kalau rasanya nikmat.


Obrolan mereka pun berlanjut sampai pembahasan tentang acara syukuran selesai dan selepas makan malam mereka berbicang dengan santai, dan Sanjaya bertanya pada Aira.


" Kira kira di kantor ada yang menarik perhatian Ai ngga? " tanya Sanjaya.


" menarim perhatian banyak sih om, apa lgi masalah kerjaan yang numpuk sampai harus lembur segala, aduh pusing kepala. " ujarnya sampai sampai memukul jidatnya.


" bukan itu maksud om, dikantor ada yang cakep ngga biar yang bisa di jadiin mantu? kan kamu udah cukup umur untuk nikah lagian kakakmu sekarangkan ngga bisa menghendel semua kamu harus mulai terjun juga untuk memulai yang baru. " ujar sanjaya.


Aira hanya menunduk tanpa mau memberi komentar.


" kreteria calon menantumu nanti seperti apa Dit takutnya nanti tiba tiba Aira bawa calon kamu syok lagi. " sambung sanjaya.


" kalau kreteria sih aku ngga banyak milih yang penting dia sayang sama Aira dan ngga gila jabatan atau saat tau anak dari pemilik perusahaan dia mati matian mengejar Aira biar bisa kaya mendadak iakan? " tanya Raditya.

__ADS_1


" bener juga kamu Dit. " ujarnya sambil manggut manggut. " di kantor tau ngga kalau kamu adiknya Rami Ai? "tanyanya pada Aira.


" ada sih om satu dua orang itu pun orang terdekat aja. " ujar Aira keceplosan.


" emang siapa namnya? boleh di kenalin sama om ngga? " tanyanya sambil bercanda.


"boleh namanya Irnes, dia teman dekatku anaknya pak Darmono om." ujar Aira.


" Darmono Angara dari Arga Grup? " tanya Aditya penasaran.


" kenapa dia masuk ke A. J grup ngga di perusahaan papanya kan Arga grup merekrut orang juga kan apa lagi untuk anak yang berprestasi. " kata Sanjaya penasaran.


" dia ngga mau di kekang sama ayahnya om, katanya doa mau nyari pengalaman dulu kalau langsung ke Arga Grup dia bukannya belajar tapi dia di tuntut untuk bisa memenejemen perusahaan. katanya dia harus sepwrti kak Rami yang harus bisa mengembangkan perusahaan dan mendirikan cabang di mana mana. dan dia belum mampu untuk sampai ke tahap itu, sekarang pun dia pergi dari rumah dan mengubah penampilannya agar tidak ada yang mengenalinya. " kata Aira panjang lebar dan semya yang ada di ruangan itu hanya manggut manggut mendengarkan penjelasan Aiara.


" bagai mana kuliah kamu Naj? sudah semeter berapa sekarang? " tanya Ningrum pada Najwa untuk mengalihkan mereka untuk menggali informasi tentang Arga Grup.

__ADS_1


" udah masuk semester enam tan, ngga lama lagi ujian. " ujar Najwa sekenanya.


" kamu ada pacar ngga di kampus? " tanyanya basabasi.


" ngga ada tan, kalau ada trus kak Rami tau bisa bisa perang dunia ketiga akan segera di mulai." ujarnya sambil bergidik ngeri dengan kelakuan kakaknya.sementara yang di sebut hanya diam sambil mengelu elus tangan sang istri terkadang berpindah ke perut.


" kok bisa! emang pernah ya? " tanyanya lagi.


" dulu kak Aira yang kedapatan jalan sama teman sekampusnya, padahalkan ada aku tapi kak Rami ngga peduli trus si cowok di hajar sampai babak belur tanpa alasan. " cerita Najwa, mereka tidak tau kalau sang lelaki sedang bertaruh untuk melwcehkan Aira dan Rami denger perkataan lelaki tersebut dengan teman temannya yang lain.


" bener seperti itu sayang? " tanya Friska penasaran karena dia juaga dulu tidak ada yang berani mendekatinya selain Rami dan dia juga bingung tiap ada yang mulai meminta noHa saat melihat Rami datang ngga jadi walaupun mau ngasi secara sukarela.


Rami hanya mengangguk tangannya tidak berhenti dengan kegiatann barunya.


" jangan sampai dulu kamu juga yang bikin orang orang ngga betani deketin aku? " tanya Friska curiga.

__ADS_1


" bukan orang orang sayang tapi LAKI LAKI yang mata keranjang semua cewek mau di pacari katanya biar jadi caver boy, apan itu maunya hanya ngerusak anak gadis orang. " ujar Rami sambil mempertegas kata laki laki.


__ADS_2