TERBESIT DI INGATAN

TERBESIT DI INGATAN
35.


__ADS_3

Najwa telah larut dalam traumanya, niat ingin menghilang jauh dari jangkauan kota agar tidak mendengar tentang Arkam lagi ternyata sia sia. Dia malah mendengar hal yang paling di benci dan dengan mudahnya kedua orang tua pria itu mengatakan akan menjadikannya mantu mimpi apa dia.


" Wa, kita ketaman samping rumah Randy yo.... tamannya indah lho beda dengan yang ada di kota. Disi tamannya beragam macam bunga." buju Aira semoga berhasil pikirnya.


Najwa tetap tidak bergeming dari posisinya.


" oh..... jadi bidadari yang ada di kamar mas Randy itu namanya Najwa?" tanya Aris dengan candanya siapa tau berhasil dan ternyata ada respon Najwa langsung menoleh mencari sumber suara dan ternya ada di antara Randy dan Ibunya.


" Bu.... sejak kapan bidadari itu datang kerumah tanpa di undang" tanya Aris lagi meracau.


" Ris ngga sopan kamu ngomong kaya gitu, kalau sampai ibu dengar lagi kamu ngomong kaya gitu ibu hapus kamu daftar KK." ujar Aisya memperingati. Sebenarnya Aris hanya ingin mengubah mood Najwa agar mau merespon orang di sekitarnya.


" yah ibu..... kalau ibu haous aku dari dafttar KK trus anak bungsu ibu siapa coba?" tanya Aris lagi.


" ibu ganti dengan Najw i

__ADS_1


" boleh kenalan ngga bidadari cantik?" godanya.


" hus ngaur kamu, namanya Najwa bukan bidadari di denger Rina baru tau rasa." sambung Randy. sedangkan Aris tid as k menghiraukan ucapan Randy.


" Mau ikut aku ke toko ngga?" tanya Aris pada Najwa.


" kamu ngajak siapa Ris?" tanya Aisya menggoda putra bungsunya.


" ngajak bidadari lah Bu! terus mau ngajak siapa lagi masa mau ngajak Mas Randy kan ngga enak gitu ngerusak pemandangan, ada bidadari cantik kok mau di anggurin di rumah. Dari pada melamun mending ikut aku aja sambil ngecek toko lalu jalan sore sore gini rame tau di telaga?" ujar aris sambil membujuk Najwa.


" boleh tapi pakeannya di ganti jangan memakai pakain kaya gini ya." bujuk Aosyah.


" emang kenapa bu?" tanya Najwa yang mulai mau membuka suaranya.


" nanti ada yang kenali kalian." jawab Aisyah lagi. " kalian ada pakaian panjanng?" tanya Aisya lagi.

__ADS_1


" ada bu."


" coba kalian keluarin dan bawa kemari biar ibu yang periksa cocok apa ngganya."


Aira dan Najwa pun masuk ke kamar dan baru sadarjika pakaian mereka di bawa pulang kembali oleh mang Didin.


" kak pakaian kita kan belum di bawa masuk sama mabd Didin!" ujar Najwa. Aira pun menepuk jidatnya prtanda lupa untuk memberitahu adiknya.


" maaf dek, kakak lupa bilang kalau kakak yang nyuruh mang Didin untuk menyimpannya ke apartemen kakak." ujar Aira.


" trus gi mana dong kak? mana dompet sama cargerku ada di sana lagi." tanya Najwa bingung.


" kalau dompet udah kaka ambil sama cargernya tapi kalau pakaian lainnya kakak suruh bawa semua termasuk pakaian kakak. di sini kita tidak boleh menggunakan kartu kredit, sama ATM karena takut kelaca makanya nanti malam kak Rami mau kesini sama kak Fris mau bawa duit kess jadi kamu sabar dulu dan ngga usah ikur Aris sekarang ya. Besok aja gi mana setelah kita belanja di pasar?" terang Aira panjang lebar dan menawarkan rencananya.


" ya udah deh kak, ngga apa apa biar besok aja.

__ADS_1


__ADS_2