Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-1


__ADS_3

...Assalamu'alaikum......


...Author Oni_C kembali lagi, ini adalah karya Author yang ke tiga ya, setelah karya pertama yang berjudul ISTRI PENGGANTI dan Gadis Malang Mengubah Takdir sudah selesai....


...Selamat Membaca........


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Pa... Papa....,” teriak Reyhan.


“Ada apa. Kenapa kamu teriak teriak. Papa di sini!” ucap Aditama dengan santai menutup koran yang sedang dia baca.


“Apa mata mu sudah rabun. Sehingga tidak bisa melihat Papa. Umur mu masih muda. Tetapi penglihatan mu mengalahkan Papa.”


“Aku tidak lagi bercanda Pa,” kata Reyhan berjalan ke arah Aditama yaitu Papa nya. Lalu menggeser kursi dan duduk tepat di depan orang tua nya.


“Siapa yang mengajak mu bercanda. Papa juga tidak sedang melawak.”


“Hhuuuufffttttt,” Reyhan mengembuskan nafasnya dengan kasar.


“Pa.... Kenapa Papa memecat seketaris ku? Dan menggantinya tanpa persetujuan dari ku?”


“Karna kinerja nya sama dengan mu. Tidak bagus!”


“Apanya yang tidak bagus Pa. Aku dan seketaris ku sudah bekerja dengan baik.”


“Itu hanya perkataan mu. ‘Kami sudah bekerja dengan baik Pa,” kata Papa mengejek ucapan yang baru saja Reyhan lontarkan.

__ADS_1


Aditama melipat koran yang di bacanya. “Tapi apa hasil nya. Nihil. Perusahaan tidak ada kemajuan. Apa itu yang kamu katakan bekerja dengan baik!” kata Papa dengan penuh ketegasan.


“Ingat Reyhan. Seketaris mu masih papa yang menggaji nya. Karna pemilik perusahaan masih nama Papa!”.


“Kamu pikir Papa tidak tau kelakuan mu di kantor. Kantor itu tempat kerja Reyhan. Ingat tempat kerja!”


“Bukan tempat pacaran berkedok kerja! Pantes aja, kamu sering gonta ganti seketaris. Ternyata ada hal lain di balik itu semua,” ucap Papa tersenyum menyungging.


Reyhan terkesiap. Bagaimana papa mengetahui hal itu semua. Reyhan memang sering menggonta ganti sekretarisnya. Dan kerap bermain main dengan seketaris yang di sukai nya.


“Kenapa kamu diam! Kamu kaget Papa mengetahui semua nya?”


“Papa lihat wajah ku. Kaget tidak. Tidak Pa, jika Papa ingin mengganti seketaris ku. Terserah Papa aja. Aku tidak keberatan,” balas Reyhan.


Reyhan memilih mengalah. Tidak ada gunanya beradu argumen terhadap Papa. Bagaimana pun dirinya akan kalah. Dan terlebih Reyhan takut, jika Papa nya mengancam akan menarik fasilitas yang sudah di berikan pada nya.


Reyhan menelisik senyuman Papa nya. Di balik senyuman itu seperti ada menyembunyikan sesuatu.


Sosok seperti apa yang akan menjadi seketaris nya nanti. Pikir Reyhan.


‘Terserah Papa aja. Mau itu seketaris baru atau lama. Aku sama sekali tidak perduli. Yang terpenting adalah fasilitas dan keuangan ku masih aman,’ batin Reyhan meninggalkan papa nya dan memilih masuk ke dalam kamar milik nya.


Bagi Reyhan uang adalah segala gala nya. Dengan uang dia bisa beli kesenangan dan menghibur dirinya.


Aditama Sanjaya adalah Papa dari Reyhan. Dirinya sangat di segani dalam dunia bisnis karna mampu mendirikan perusahaan dengan hasil kerja keras sendiri. Tak hanya itu, Aditama juga mampu mengembang kan sayap bisnis nya ke beberapa kota.


SANJAYA COMPANY adalah Perusahaan terbesar nya yang saat ini di tangani oleh anak nya yaitu Reyhan Sanjaya.

__ADS_1


Semenjak istri nya meninggal 17 tahun yang lalu. Dia tidak pernah menikah lagi. Dirinya hanya fokus pada pekerjaan dan menemani Reyhan tumbuh dewasa.


Tapi, semua di luar kendali nya. Reyhan yang dulu adalah anak penurut sekarang menjadi anak pembangkang yang suka hura hura karna terjebak dengan pergaulan yang tidak baik.


***


Aditama mengambil benda pipih milik nya. Jari jemari nya mulai menari di sana. Lalu menekan salah satu nomor yang ingin dia tuju.


“Hallo...,” ucap Aditama.


“Selamat malam pak.”


“Selamat malam. Apakah ini dengan Felly?”


“Iya pak. Dengan saya sendiri. Ada perlu apa ya pak?” ucap seseorang di balik benda pipih itu.


“Baiklah Felly. Sesuai dengan ucapan saya. Kamu akan saya pindahkan ke perusahaan Sanjaya Company.”


“Baik pak. Kapan saya akan bekerja di perusahaan Sanjaya Company?”


“Besok. Kamu sudah bisa bekerja di perusahaan Sanjaya Company.”


“Besok pak. Apakah itu tidak terlalu terburu buru?”


“Tidak. Ini adalah waktu yang tepat. Setelah saya mengamati kinerja mu selama dua bulan terakhir ini.”


“Asisten saya akan mengirim alamat serta nama anak saya kepada mu.”

__ADS_1


“Baiklah pak. Sesuai dengan perkataan bapak. Besok saya akan bekerja di perusahaan Sanjaya Company.”


__ADS_2