
Di sisi lain terlihat Reyhan yang sedang menenangkan Callista. Dirinya memeluk tubuh ramping wanita itu, mengelus lembut surai panjang milik wanita nya.
Callista menangis tersedu sedu dengan kepala tertunduk. Sungguh pemandangan yang sangat menyayat hati Reyhan saat melihat wanita yang menemani nya selama dua tahun ini, terluka karna ulah dirinya.
“Kamu jahat Reyhan. Kamu jahat!!! Kamu membentakku hanya karna wanita itu. Kamu benar benar sudah berubah Reyhan,” ucap Callista dengan tangisan. Ini pertama kalinya Reyhan membentak dirinya selama mereka menjalin hubungan.
Reyhan mengurai pelukan nya. Menangkup wajah cantik pemilik hati nya. Menghapus bening kristal di pipi wanita itu dengan ibu jari milik nya. “Sayang... Maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukan hal itu. Aku bersalah karna sudah membentak mu. Aku minta maaf dan berhentilah menangis sayang. Sungguh aku tidak sanggup melihat mu seperti ini,” kata Reyhan dengan penuturan yang begitu. Berharap jika Callista mengerti dirinya.
Callista menghempas tangan Reyhan dari wajah nya. “Aku tidak menyangka. Perubahan pada dirimu begitu cepat Reyhan. Apa karna kehadiran wanita itu membuat mu berubah?”
“Aku tau aku salah langkah di awal. Aku tidak menerima lamaran mu, sehingga hal itu membuat mu harus menikahi wanita itu. Tetapi Reyhan.. Aku sangat mencintai mu. Sungguh!!! Aku tidak sanggup jika melihat mu mencintai wanita lain selain diri ku,” kata Callista. Tangis semakin menjadi jadi.
__ADS_1
“Sudahlah Sayang. Yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Aku mengerti kenapa kamu menolak lamaran ku. Aku memahami mu. Tetapi bisakah kamu memahami ku dan memaafkan kesalahan ku?”
Callista menatap wajah pria ini dengan intens. Dirinya membalas ucapan Reyhan dengan mengangguk.
“Reyhan... Apa kamu mencintai wanita itu?” tanya Callista. Memastikan hati Reyhan hanya untuk dirinya.
“Tentu tidak. Aku tidak mencintai nya. Bagaimana mungkin aku bisa mencintai orang asing dengan begitu cepat. Jangan bercanda Callista!!!” kata Reyhan dengan jujur sejujurnya. Dirinya memang tidak mencintai Felly. Pernikahan yang di lakukan adalah perintah dari papa nya.
“Kamu tidak perlu khawatir sayang. Kamu tau jelas siapa diriku. Bertahun tahun kita bersama, aku pikir kamu sudah memahami bagaimana prinsip ku,” ucap Reyhan.
“Tapi Rey––”
__ADS_1
Reyhan langsung memotong ucapan Callista. “Sudahlah Callista. Tidak perlu di bahas terlalu dalam. Yang terpenting kamu mengetahui jika aku hanya mencintai mu. Hati ku hanya untuk mu. Dan perasaan ku tetap akan seperti ini sampai kapan pun.”
“Jangan terlalu khawatir berlebihan Callista. Aku akan menunggu sampai kamu benar benar siap menikah dengan ku. Pada saat itu tiba, aku akan menceraikan nya dan menikahi mu.”
Callista bernafas lega. Tampaknya Reyhan sungguh sungguh dengan ucapan nya. Setelah masalah selesai dengan Callista. Reyhan berpamitan untuk pulang. Karna hari mulai gelap.
Sebelum meninggalkan Callista, Reyhan menjanjikan suatu hal. Yaitu mengajak Callista untuk liburan dalam bulan ini. Jika waktu Reyhan kosong.
Di sepanjang perjalanan, pikiran Reyhan berkecamuk. Tiba tiba Reyhan kepikiran akan keadaan istrinya yang di tinggalnya seorang diri.
‘Bagaimana dengan dia? Apakah dia sudah pulang? Dan bagaimana dia membawa barang barang itu semua?’ tanya Reyhan. Pikiran tertuju pada Felly. Ada terselip rasa bersalah di hati Reyhan saat meninggalkan Felly seorang diri. Tetapi, sisi lain Reyhan tidak bisa memilih untuk bertahan pada Felly saat situasi yang keruh saat tadi terjadi.
__ADS_1