Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-45


__ADS_3

“Kenapa kamu pulang larut malam. Menghabiskan banyak waktu di luar. Bukankah perjalan antara supermarket dan rumah tidak perlu memakan waktu berjam jam. Kenapa kamu bisa pulang selarut ini?” tanya Reyhan. Sebenarnya dirinya sangat penasaran kenapa Felly pulang terlalu lama.


Lagi lagi Felly tidak membalas ucapan nya. Felly benar benar mengabaikan dirinya. Menganggap bahwa tidak ada seseorang yang berbicara pada nya.


“Aku tanya sekali lagi Felly. Jangan membuat ku marah. Kenapa kamu pulang larut malam?” tanya Reyhan.


“Oh... Aku tau, kamu pasti menghabiskan waktu mu dengan kekasih yang kamu sebut teman atau rekan kerja mu itu? Benar bukan?” sambung Reyhan. Menerka apa yang terjadi oleh Felly.


Felly menatap Reyhan. ‘Apa apaan pria ini. Berani sekali dirinya memutar balikan fakta. Dialah yang menghabiskan waktu bersama kekasih. Kenapa dia menuduhku?’ batin Reyhan.


“Aku bertemu dan menghabiskan waktu dengan siapapun, itu urusan ku. Kamu tidak berhak tau hal itu!” balas Felly dengan sengit.


“Aku berhak tau. Karna aku adalah suami mu!!!”

__ADS_1


“Hahaha... Suami,” tawa Felly. Menatap wajah pria itu dengan tatapan dingin dan merendahkan.


“Suami seperti apa yang kamu maksud? Jangan membuat lawakan Rey. Sungguh, aku benar benar geli mendengar nya,” sambung Felly.


Sejak kapan Reyhan menganggap dirinya adalah suami Felly. Bukankah Reyhan sangat membenci dengan pernikahan yang di jalani bersama dirinya.


Felly hendak pergi. Namun lagi dan lagi Reyhan mencekram tangan Felly. “Aku butuh jawaban mu. Dan kamu belum menjawab pertanyaan ku. Aku tanya... Apakah kamu menghabiskan waktu bersama rekan kerja pria mu itu?” tanya Reyhan sekali lagi. Yang dia maksud adalah Stevan. Rekan kerja sekaligus teman Felly.


“Ingat!!!! Di larang mencampuri hal pribadi!!!” tegas Felly. Mengingatkan Reyhan, jika pria ini pernah mengatakan bahwa antara mereka tidak berhak untuk mencampuri hal pribadi masing masing.


Tanpa Reyhan sadari cengkraman tangan nya semakin kuat. Felly meringis menahan sakit. Hingga mata Felly berembun.


“Kamu apa apaan sih Rey. Lepas!!!” rintih Felly. Sungguh tulangnya seperti di remuk oleh Reyhan.

__ADS_1


“Kamu menyakiti Rey,” lanjut Felly menatap netra hitam suami nya dengan tatapan berembun.


Reyhan yang menyadari hal itu langsung melonggarkan cengkraman di tangan Felly.


Tanpa aba aba Reyhan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Felly. Menyapu, ******* isi dari bibir wanita itu.


‘Oh ****... Ini sangat manis. Manis sekali, sungguh... ini aku sangat menyukai bibir ini,’ batin Reyhan.


Felly berusaha mendorong tubuh Reyhan. Namun tenaga dirinya dan Reyhan tidak sebanding. Sekuat apapun Felly menolak, tentu saja akan kalah jika berhadap dengan Reyhan.


Reyhan merapatkan tubuh Felly dengan terus ******* bibir nya. Tangan nakal Reyhan bermain di area tubuh Felly. Khususnya di bokong Felly.


Reyhan meremas bokong Felly dengan penuh gairah. Sungguh, Felly sangat menggoda saat ini. Tangan nya mulai menjalar ke arah kedua buah pir milik Felly. Tangan nya meremas kedua buah pir itu dengan gemas.

__ADS_1


Meskipun Felly sudah berumur. Tetapi aset aset di tubuh nya sangat bagus, karna Felly menjaga hal itu.


Reyhan tidak perduli dengan Felly yang meronta-ronta ingin di lepaskan. Hasratnya semakin naik. Bagaimana tidak, Felly cukup menggoda malam ini.


__ADS_2