Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-4


__ADS_3

Sudah 3 bulan Felly menjadi Seketaris dari Reyhan Sanjaya. Kehadiran Felly sebagai Seketaris Reyhan benar benar membuat Reyhan tidak bisa melakukan apapun.


Dengan kehadiran Felly yang selalu di samping nya, Reyhan jelas merasakan jika Felly benar benar sudah merenggut kebebasan nya.


Di dalam ruang kerja. Hanya ada Reyhan dan Felly. Reyhan melirik ke arah Felly yang tampak berkutat dengan laptop nya.


‘Wanita ini benar benar mengekang hidup ku. Kenapa papa harus memilih dia menjadi seketaris ku. Aku benar benar tidak betah di kantor jika harus seperti ini,’ kata Reyhan dalam hati memandangi wajah Felly.


Jika saja papa nya memilih seketaris yang cantik dan sexy. Tentu saja Reyhan akan betah di kantor karna dirinya tak hanya bekerja. Dia juga akan bermain main dengan seketaris sesuai tipe nya yaitu cantik dan sexy.


Tetapi beda dengan Felly. Felly sama sekali bukan tipe nya. Baik dari segi penampilan atau dari hal apapun. Sama sekali tidak ada yang menarik dari Felly di mata Reyhan.


Dada Felly tidak terlihat karna tertutup oleh hijab yang dia gunakan. Begitu juga bokong Felly. Tidak ada terlihat menonjol karna pakaian yang Felly gunakan menutup bokong nya.


‘Jika aku lihat lihat. Wajah nya memang tidak terlalu jelek. Tetapi lihat lah. Wajah nya kaku dan datar. Tidak ada senyuman. Bagaimana pria tertarik dengan diri nya!’ batin Reyhan.


“Jangan terus memandangi ku. Nanti bapak bisa jatuh cinta terhadap ku!” kata Felly membuat Reyhan terlonjak kaget.


‘Bagaimana bisa wanita ini mengetahui aku menatap nya. Bukankah dia dari tadi memandangi laptop milik nya,’ ucap Reyhan dalam hati. Wajah nya terlihat kikuk karna menahan malu telah di pergoki oleh Felly jika dirinya memandangi wajah Felly sedari tadi.


“Cccciiihhhh..... kamu terlalu percaya diri nona. Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada perawan tua!”


Ucapan itu tentu saja menyakiti hati Felly. Bukan hanya Reyhan yang mengatakan hal itu. Beberapa tetangga dan teman nya juga sering mengucapkan hal itu.

__ADS_1


Felly berusaha bersikap tenang. Dirinya tidak ingin terpancing karna ucapan lebih tepatnya penghinaan yang di lontarkan oleh Reyhan.


“Aku heran. Kenapa Papa bisa memilih mu menjadi seketaris. Apa istimewa nya diri mu. Jika ku lihat dari penampilan mu. Kamu memang cocok untuk menjadi devisi pemasaran dari pada menjadi seketaris.”


“Hem.... atau lebih tepatnya menjadi Cleaning Service.”


Felly tidak dapat menahan amarah yang sudah di pendam sejak tadi. Dirinya tidak bisa untuk terus diam saat Reyhan menghina nya. Ini bukan pertama kalinya Reyhan menghina nya. Penghinaan Reyhan sudah berkali kali sejak Felly menjadi Seketaris nya.


“Bapak ingin tau kenapa saya bisa di pilih jadi seketaris?” ucap Felly. Reyhan mengangguk. Terlihat dari bola mata Reyhan. Dirinya sangat penasaran dengan jawaban Felly.


“Karna saya bekerja dengan baik dan profesional pak. Sebelum saya menjadi seketaris bapak. Kinerja bapak sangat buruk. Bapak tidak di siplin dalam hal pekerjaan dan waktu. Bahkan tak jarang jika saya mendengar jika CEO dari Perusahaan Sanjaya Group bermain gelap dengan seketaris nya.”


Reyhan terkejut. Bagaimana bisa Felly mendapatkan informasi tentang hal itu. Karna yang dia tau mereka tidak saling mengenal dan tidak pernah bertemu sebelum Felly menjadi Seketaris Reyhan.


Dirinya benar benar tidak bisa berkata apapun saat mendengar penuturan dari Felly. Selama 3 bulan menjadi seketaris nya. Felly lebih banyak diam dan jarang membalas ucapan Reyhan.


Felly hanya berbicara saat penting penting saja. Seperti mengingatkan tentang jadwal meeting atau hal lain yang masih menyangkut tentang hal pekerjaan.


“Bapak pasti ka___”


Tok Tok Tok.....


Suara ketukan pintu menghentikan ucapan Felly.

__ADS_1


“Masuk!” kata Reyhan.


Pintu ruangan itu terbuka. Terlihat sosok pria dengan berpakaian rapi masuk ke dalam ruangan Reyhan.


Wajah pria itu tampan. Kulitnya bersih. Dirinya juga sangat wangi. Dia adalah Stevan salah satu asisten pribadi dari Pak Aditama yaitu papa Reyhan.


“Selama siang pak. Maaf mengganggu waktu bapak.”


“Ada apa perlu apa kamu ke ruangan saya?”


“Saya ingin bertemu dengan nona Felly Pak. Ada beberapa hal yang ingin di bahas tentang salah satu proyek yang sedang di bangun oleh Bapak Sanjaya.”


“Kebetulan saat itu nona Felly ikut serta dalam urusan proyek yang sudah di bangun pak.”


“Baiklah jika seperti itu. Kamu bisa berbicara dengan nya.”


“Nona Felly. Kita ingin berbicara di mana?”


“Bahasa mu terlalu baku terhadap ku Stevan,” ucap Felly tertawa kecil.


“Lebih baik kita membahas nya di sini saja. Jika mencari tempat di luar. Hal itu jelas memakan waktu,” lanjut Felly.


Stevan tertawa kecil mendengar ucapan Felly. Stevan dan Felly memang saling mengenal. Mereka adalah teman baik saat kuliah.

__ADS_1


Tak hanya teman baik semasa kuliah. Mereka juga berteman baik saat bekerja. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam hal pekerjaan setelah mereka berpisah saat selesai kuliah.


__ADS_2