Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-32


__ADS_3

Rutinitas pagi Felly seperti biasa. Dirinya bangun lebih awal dari Reyhan. Setelah selesai membersihkan diri, mata Felly beralih ke arah jam dinding.


‘Sudah pukul 07:20, kenapa dia belum bangun juga. Dasar kerbau pemalas. Bangun tidur selalu siang!!!’ gerutu Felly melihat ke arah pria yang masih lelap dengan alam mimpi nya.


Felly melangkah mendekati Reyhan. Tangan nya terulur, namun detik berikutnya Felly menarik tangan nya kembali. ‘Tidak, aku tidak boleh menyentuh nya. Bukankah dirinya tidak ingin di sentuh,’ batin Felly mengingat ucapan yang terlontar dari Reyhan di hari yang lalu.


“Reyhan...,” panggil Felly.


“Reyhan...,” panggil Felly sekali lagi. Namun, pria itu tampaknya tidak mendengar suara Felly.


“Reyhan... bangun, ini sudah pagi. Apakah kamu tidak bekerja???”


“Eumh...” Reyhan menggeliat.

__ADS_1


“Reyhan... buka mata mu. Kenapa kamu pemalas sekali. Kamu tidak lihat jika matahari sudah mulai naik!!!” suara Felly sedikit keras. Dirinya merasa kesal karna Reyhan yang masih saja memejamkan kedua bola matanya.


Reyhan mengerjap kedua bola matanya. “Ada apa? Kenapa suara mu berisik sekali,” suara Reyhan terdengar lebih rendah dari biasanya.


“Kamu tidak lihat sudah jam berapa? Apa kamu tidak bekerja?” kata Felly. Jari telunjuknya terarah ke arah jam dinding.


“Sepertinya hari ini aku tidak bekerja. Aku akan meminta Papa untuk mengirim asisten nya agar menghandle pekerjaan ku di kantor.”


“Kenapa? Kenapa tiba tiba kamu tidak masuk kantor. Bukankah kamu sangat lebih suka mengisi hari hari mu dengan terus bekerja,” kata Felly sedikit heran dengan perkataan Reyhan. Karna yang dirinya tau, jika pria ini sangat suka bekerja. Karna, saat bekerja, Reyhan akan bebas bersama wanita yang di cintai nya. Yaaa lebih tepatnya berkencan berkedok kerja.


Entah dorongan dari mana. Tangan Felly refleks memegang dahi pria ini. Walaupun Reyhan sudah melarangnya agar tidak menyentuh dirinya. Tampaknya Felly melanggar ucapan itu.


‘Panas sekali. Pantes saja dirinya sedikit aneh. Ternyata dia sedang tidak enak badan,’ kata Felly dalam hati.

__ADS_1


“Badan kamu panas sekali Reyhan. Kamu tunggu di sini ya. Aku akan membuat kan wedang jahe untuk mu,” ucap Felly.


Saat Felly hendak beranjak dari tempat itu. Tangan Reyhan menggenggam tangan Felly. “Kamu ingin pergi kemana? Kamu tidak perlu bekerja. Tetaplah di sini temani aku. Jangan tinggalin aku,” suara Reyhan terdengar begitu lemah dan memelas kepada Felly.


Ada desiran aneh di hati Felly saat mendengar apa yang di lontarkan oleh bibir Reyhan. Rasa iba dan kasihan terhadap Reyhan mulai muncul. Walaupun Reyhan kerap berbuat kasar terhadap dirinya. Tetapi, tetap saja, naluri Felly tidak pernah membenci Reyhan.


“Aku tidak akan pergi Reyhan. Kebetulan hari ini aku tidak bekerja. Aku hanya pergi ke dapur saja, untuk membuat mu sup dan wedang jahe.”


“Bukankah di rumah ini ada bibi. Suruh bibi saja,” saran Reyhan.


“Bibi tidak tau resepnya Reyhan. Hanya aku yang tau resep itu,” kata Felly.


“Tetapi aku tidak ingin kamu pergi. Di sini juga tidak ada Papa. Siapa yang akan menemani aku di sini,” ucap Reyhan.

__ADS_1


Felly menghela nafas nya dengan kasar. Ada perasaan tidak tega melihat wajah Reyhan saat ini. Sifat manja inikah yang di miliki oleh Reyhan di balik sikap arogan nya?


__ADS_2