Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-35


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu. Felly begitu telaten dalam mengurus Reyhan selama tiga hari. Dirinya menyuapi, membantu Reyhan untuk membersihkan tubuh nya bahkan Felly tidur sambil duduk saat mengompres Reyhan Tenga malam.


Reyhan sangat mengingat saat di mana melihat istri yang tidak di cintai nya duduk dengan mata terpejam.


“Jika aku lihat lihat, wajah mu tidak terlalu jelek. Tubuh juga juga sangat bagus. Bahkan kamu juga wanita karir. Tetapi, kenapa kamu memilih menjadi perawan tua,” kata Reyhan dalam hati saya melihat wajah wanita nya sedang tertidur. Entah Reyhan sadar atau tidak, dirinya sedang memuji Felly walaupun tidak secara langsung.


“Kemarin malam, aku berbuat kasar pada mu. Tetapi, saat aku sakit, kamu suka rela untuk menjaga ku. Bahkan membuatkan makanan untuk ku. Kenapa kamu melakukan itu Felly?” tanya Reyhan dalam hati.


Reyhan mendudukkan posisi duduk nya. Lalu dengan perlahan, dirinya berusaha untuk merebahkan tubuh Felly. Mengingat Felly yang duduk sambil tertidur, tentu akan membuat seluruh badan wanita ini pegal jika saat terbangun nanti.


Karna rasa ngantuk yang teramat sangat, Felly tidak bergeming dan tidak sadar jika Reyhan merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.


Setelah merebahkan tubuh Felly, Reyhan langsung menyelimuti tubuh Felly.

__ADS_1


***


Pagi hari Reyhan bangun lebih awal, Felly menyadari saat terbangun dari tidur nya, Reyhan tidak ada di samping nya. Dan dirinya sedikit bingung. Kenapa tiba tiba dirinya bisa berubah posisi tidur. Tetapi, sejenak kemudian Felly menghalau hal itu dari pikiran nya.


Reyhan keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. “Kamu sudah bangun?” tanya Reyhan saat melihat Felly duduk di atas tempat tidur.


“Aku tidak perlu menjawab nya. Matamu tentu bisa melihatnya!” kata Felly turun dari tepat tidur.


‘Dasar perawan tua menyebalkan. Kemarin saat aku sakit dirinya begitu lembut. Dan sekarang, lihat lah dia, berubah menjadi wanita tua yang berbicara ketus!’ batin Reyhan.


Felly menoleh ke arah Reyhan. “Ada apa?”


“Terimakasih sudah merawat ku,” kata Reyhan dengan tulus.

__ADS_1


“Dan terimakasih dengan makanan dan minuman yang kamu berikan. Karna makanan dan minuman dari racikan tangan mu. Aku merasa lebih sehat dan bugar,” lanjut Reyhan.


“Emh... Yaaa,” balas Felly.


“Reyhan... Mulai lah hidup lebih sehat, makan teratur, tidur tepat waktu dan jangan pergi ke club malam,” nasehat Felly.


“Tidak perlu mengingatkan ku. Aku tau apa yang harus aku lakukan untuk kehidupan ku,” kata Reyhan dengan ketus. Dirinya selalu membantah saat Felly memberikan nasehat.


“Terserah mu. Aku hanya mengingatkan saja. Tidak baik jika kamu terlalu lama berada di club malam.”


“Aku ke club malam hanya bergabung dengan teman ku sambil mendengar musik. Aku tidak menyentuh rokok atau alkohol. Jadi––”


“Yaaa aku tau jika kamu tidak minum alkohol ataupun merokok.” Felly memotong ucapan Reyhan. Dirinya mengetahui jika Reyhan tidak suka minum minuman keras. Bahkan Reyhan juga tidak merokok.

__ADS_1


“Tetapi sama saja. Udara di club malam tidak baik untuk kesehatan. Asap rokok dari mereka, akan kamu hirup juga,” lanjut Felly.


Ada benarnya apa yang di katakan oleh Felly. Reyhan memang tidak minum minuman keras dan merokok. Tetapi, karna udara yang tidak sehat, tentu juga menggangu kesehatan dan pernapasan Reyhan.


__ADS_2