Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-30


__ADS_3

Tiba tiba saja telpon milik Felly berdering. Membuyarkan keheningan sesaat yang terjadi di kamar mereka.


Felly bangkit dan mengambil benda pipih milik nya. Begitu juga dengan Reyhan, dirinya berjalan ke arah Felly, karna Reyhan sangat penasaran siapa yang menelpon istrinya saat malam hari.


‘Siapa yang menelpon dia malam malam begini. Awas saja jika dia berani bermain api di belakang ku. Aku akan buat perhitungan terhadap nya!!!’ gerutu Reyhan dalam hati.


Reyhan berjinjit untuk melihat nama yang tertera di layar ponsel Felly. Dirinya bak seorang pencuri yang sedang mengintip kamar seseorang. Karna, posisi dirinya saat ini di belakang Felly. Felly menyadari jika saat ini Reyhan berada di belakang nya. Tentu saja hal itu karna Reyhan sangat penasaran terhadap ponsel miliknya.


“Apa lihat lihat!!!” kata Felly memegang ponsel milik nya di depan dada.


Karna rasa penasaran yang begitu tinggi, Reyhan merampas ponsel milik Felly. Felly yang menyadari jika saat ini ponsel nya berpindah di tangan Reyhan. Dirinya berusaha merampas kembali barang miliknya.


Tetapi sangat di sayangkan, saat ponsel Felly berada di tangan Reyhan. Dering nya sudah berhenti.


“Berikan ponsel ku Reyhan,” ucap Felly menggapai ponsel nya yang berada di tangan Reyhan.


“Ambil saja, jika kamu bisa,” balas Reyhan. Tangan nya yang memegang ponsel terangkat ke udara.


Karna Reyhan yang tingginya 180 cm. Dan Felly yang tinggi nya hanya 151 cm. Tentu saja, sangat sulit untuk dirinya mengambil ponsel itu dari tangan Reyhan.


“Kamu apa apaan sih. Itu milik ku.” Felly berusaha menggapai ponsel milik nya.

__ADS_1


Di saat Felly ingin menggapai ponsel miliknya. Tiba tiba benda pipih itu berdering kembali. Mata Reyhan beralih melihat nama yang tertera di layar benda pipih milik istrinya.


“Ayah mu menelpon,” kata Reyhan melihat nama yang tertera di layar itu adalah nama orang tua Felly.


“Jangan cerita apapun tentang permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga yang kita jalani saat ini. Berbicara lah seolah olah kita adalah sepasang suami istri yang salin mencintai dan menyayangi,” ucap Reyhan. Memberikan ponsel itu kepada Felly.


“Hallo Ayah, Selamat malam,” ucap Felly dengan senyuman palsu di bibirnya. Dirinya sedang Vidio Call bersama Ayah nya.


“Selamat malam nak. Bagaimana dengan kabar kamu dan suami kamu di sana?” tanya Ayah Felly. Di layar itu terlihat Ayah dan ibunya yang sedang tersenyum.


“Baik Ayah. Kabar Felly dan suami Felly baik baik saja. Bagaimana kabar Ayah dan Ibu. Apakah baik baik saja di sana?”


“Tetapi, ibu sangat merindukan mu nak. Kamu tidak rindu pada ibu dan ayah?” ucap Sulastri. Ibu Felly.


“Rindu bu. Felly sangat merindukan kalian.”


“Kamu sendirian di rumah nak. Di mana suami mu. Dari tadi ibu tidak melihat nya?” tanya Sulastri.


Mendengar pertanyaan dari ibu Felly. Reyhan langsung mendekat ke arah Felly.


“Maaf bu. Tadi Reyhan sedang di kamar mandi.” Tangan Reyhan melilit di pinggang Felly.

__ADS_1


“Kamu kenapa tidak bilang jika orang tua menelpon sayang. Jika kamu bilang, aku tidak akan lama lama di kamar mandi.” Reyhan mengecup pucuk kepala Felly.


Felly terlihat sedikit gugup dengan perlakuan Reyhan. Apalagi saat tiba tiba Reyhan menekan pinggang Felly. Sebagai isyarat agar Felly segera berbicara.


“Eh.. Ehm, Maaf sayang. Aku tidak ingin menggangu mu,” ucap Felly.


“Wwwaahhh... Kalian terlihat sangat romantis nak. Pasti nak Reyhan sangat memanjakan kamu yang Felly. Sehingga sampai melupakan Ayah dan Ibu. Benarkan yah,” kata Sulastri. Ayah Felly membalas dengan mengangguk.


“Dia memang seperti bu. Sangat manja terhadap ku. Bahkan selalu ingin dekat dengan ku. Sampai sampai, saat Reyhan ingin berangkat bekerja Felly selalu mengatakan ‘Cepatlah kembali sayang. Aku menunggu mu’,” bohong Reyhan.


‘Dasar Pembohong!!!’ kata Felly dalam hati.


Orang tua Felly tersenyum mendengar penuturan dari menantunya.


“Nak Reyhan. Kami titip Felly ya. Jaga dan sayangi dengan baik. Kami sangat yakin, Nak Reyhan bisa menjaga Felly,” Kata Ayah Felly.


“Kalian tidak perlu khawatir. Aku tentu akan menjaga Felly dengan baik. Karna dirinya adalah istri yang sangat aku cintai.” Reyhan mengecup kembali pucuk kepala Felly. Kecupan itu cukup lama. Dirinya menghirup aroma dari rambut Felly yang begitu menenangkan.


Orang tua Felly sangat bahagia melihat apa yang ada di depan matanya. Melihat anaknya di cintai dan di sayangi, tentu saja membuat hati orang tua Felly sangat bahagia.


Cukup lama antara menantu dan mertua saling berbincang. Pada akhirnya, mereka mengakhiri percakapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2