Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-27


__ADS_3

Felly pulang larut malam. Saat sampai di depan gerbang rumah, satpam langsung menarik pagar agar Felly bisa masuk ke rumah yang di tempati dirinya dan Reyhan.


“Selamat malam pak,” sapa Felly dengan senyuman kepada pria paruh baya yang menjaga keamanan rumah mereka.


“Selamat malam nona,” balas satpam dengan menunduk.


Felly tidak hanya wanita cantik. Tetapi juga dia adalah wanita yang berkepribadian ramah dan baik. Maka dari itu, banyak orang orang yang sangat nyaman saat berada di dekat Felly.


“Bi...,” panggil Felly saat masuk ke dalam rumah dan mendapati bibi yang sedang melintas ingin pergi ke dapur.


“Iya non.”


“Bi... Apakah Tuan Reyhan sudah kembali?”


“Sudah non. Tuan Reyhan sudah kembali sejak sore tadi.”


“Dimana Tuan Reyhan sekarang bi. Kenapa aku tidak melihat nya. Apakah dia sudah makan?” tanya Felly.


“Tuan Reyhan tidak makan non. Saat bibi ingin menyediakan makan malam. Tuan Reyhan menolak nya. Tuan mengatakan jika dirinya sudah kenyang.”

__ADS_1


‘Oh... Ternyata mereka sering makan berdua di luar rumah. Maka dari itu Reyhan tidak pernah makan masakan yang aku sediakan. Jangan kan untuk memakan nya. Bahkan untuk mencicipi dan menyentuh ya saja dia tidak sudi!!!’ batin Felly.


“Non...,” tegur Bibi saat melihat majikan nya yang diam dan melamun.


“Nona Felly,” tegur Bibi sekali lagi.


Felly tersentak. “Eh iya bi... Aku ke kamar dulu ya.”


“Apakah nona mau makan malam. Jika ingin makan malam, bibi akan segera menyediakan nya.”


“Tidak perlu bi. Aku sudah kenyang,” tolak Felly.


Felly mengayunkan langkah kakinya menaiki tangga. Rasanya hari ini sungguh sangat melelahkan. Sepanjang menaiki tangga, Felly sudah membayangkan bagaimana dirinya selesai mandi dan langsung tidur merebahkan badan nya. Sungguh hal itu sangat menyenangkan.


Prok prok prok prok....


Suara tepukan tangan Reyhan menggema di kamar.


“Ada apa dengan dirinya?” lirih Felly melihat ke arah Reyhan yang bertingkah aneh.

__ADS_1


“Wwwaaahhhh.... Hebat. Kamu lihat sekarang jam berapa?” kata Reyhan. Mata nya melihat ke arah jam dinding di kamar mereka.


Reyhan melangkah ke arah Felly. Memutari tubuh Felly. Mata Reyhan melihat wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


“Dari mana saja kamu?” tanya Reyhan berdiri di hadapan istrinya.


Felly tidak menjawab ucapan Reyhan. Bukankah Reyhan sudah mengetahui jika Felly pergi ke proyek. Lantas kenapa harus bertanya lagi.


Saat Felly hendak melangkah meninggalkan Reyhan. Reyhan mencengkram tangan Felly. “Aku sedang berbicara. Hargai seseorang jika sedang berbicara. Apakah kamu tuli atau bisu, sehingga tidak menjawab apa yang katakan!!!!”


Felly menghela nafas nya dengan kasar. Harus dirinya berdebat lagi dengan Reyhan. Sungguh tubuh nya saat ini sangat lelah. Felly menghempas cengkraman Reyhan. Dengan sekali sentakan, Reyhan sudah melepas cengkraman dari tangan Felly.


“Sudahlah Reyhan. Aku sangat lelah hari ini. Jadi, jangan mengajak ku bertengkar dan berdebat. Jika kamu ingin berdebat. Besok saja,” kata Felly.


“Aku dari proyek. Bukankah kamu sudah mengetahuinya. Aku pikir, kamu tidak perlu bertanya lagi,” sambung Felly.


“Bohong!!!!” ucap Reyhan.


“Bagaimana bisa kamu berbohong. Jelas jelas kamu melihat ku dan aku melihat mu,” lanjut Reyhan.

__ADS_1


“Apakah sebuah kebohongan menjadi kebiasaan mu?” sambung Reyhan kepada wanita yang berada di hadapan nya.


“Berhenti berkata buruk tentang ku Reyhan. Seharusnya kamu berkaca diri. Bagaimana dengan dirimu?”


__ADS_2