Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-10


__ADS_3

Felly menjalani hari hari seperti biasanya. Hanya dengan bekerja, pulang kerumah lalu istirahat. Tidak ada di benak nya berpikir untuk menikah. Walaupun saat ini dirinya sudah berumur.


Saat ini Felly bersama kedua orang tuanya sedang duduk di depan layar TV. Mereka melihat salah satu siaran yang di tayang oleh stasiun TV itu.


“Felly,” ucap pria paruh baya.


“Iya Ayah. Kenapa?” tanya Felly.


Nugroho Darmawan Ayah dari Felly. Terlihat wajah nya sudah menua dengan kerutan yang tercetak jelas di wajah pria itu. Serta rambut pria itu yang hampir memutih semua. Tetapi, meskipun seperti itu. Ketampanan nya masih jelas terlihat di mata anak nya dan istri nya.


“Ayah dan ibu ingin berbicara serius kepada mu.”


“Berbicaralah. Felly mendengar nya ayah.”


“Ibu... kecilin volume TV nya!” perintah Ayah.


Ibu mengambil remot TV. Lalu mengecilkan volume TV itu sesuai dengan perintah suami nya.


“Felly. Apakah kamu mempunyai kekasih?” tanya Ayah.


Felly tertawa. “Pertanyaan apa itu Ayah. Pertanyaan Ayah terlalu baku. Seperti ingin menanyakan kepada seorang gadis yang Ayah suka. Benarkan Bu?” kata Felly. Matanya beralih kearah ibu nya.


Ibu tertawa kecil mendengar penuturan dari anak nya. Ada benarnya ucapan yang di lontarkan oleh Felly. Pertanyaan yang di ajukan oleh suami nya terlalu baku. Seperti waktu mereka muda dulu. Di mana proses pendekatan dirinya dan suaminya.


“Ayah bertanya serius Felly. Jangan bercanda!”


“Ibu juga... malah ikutan tertawa sama anak nya!” kata ayah melirik ke arah istri nya.


“Maaf mas... tapi apa yang di katakan Felly benar. Ucapan mas terlalu baku,” kata ibu tertawa kecil.


“Ayah... Bukankah Ayah melarang Felly untuk pacaran.”


Keluarga Felly adalah keluarga yang harmonis. Orang tua nya menanam kan nilai nilai agama pada anak nya. Salah satu nya adalah melarang anak mereka berpacaran.


Ayah dan ibu Felly memang melarang keras anak nya untuk pacaran dari mulai anak nya menginjak usia remaja.

__ADS_1


“Ayah memang melarang mu pacaran. Tetapi, bukankah kamu sudah melanggar ucapan ayah sewaktu SMA!”


Sewaktu Felly kelas 2 SMA. Felly memang pernah melanggar apa yang di katakan oleh Ayah nya. Dirinya menjalin kasih dengan salah satu kakak kelas di sekolahnya.


Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karna Felly ketahuan Ayah nya saat pulang sekolah. Saat itu Felly dan kakak kelas nya sedang berkencan, mereka makan berdua di pedagang kaki lima.


Tiba tiba Ayah menghampiri Felly. Ayah memarahi pria yang berada di samping Felly. Sejak saat itu, Felly memutuskan hubungan nya dengan kakak kelasnya. Padahal mereka baru saja menjalin hubungan selama dua hari.


“Maafin Felly ayah.” Felly menggaruk kepalanya meski tidak gatal.


“Saat itu Felly masih labil. Tetapi, saat ketahuan sama Ayah. Felly tidak pernah melakukan nya lagi. Benarkan Bu,” kata Felly kepada ibu nya.


Ibu Felly membalas ucapan anak nya dengan mengangguk.


“Apakah ada pria yang kamu sukai nak?” tanya Ayah.


“Tidak ada Ayah. Felly sedang tidak menyukai pria manapun.”


“Baiklah jika ucapan kamu seperti itu. Jadi ayah bisa memutuskan nya sekarang,” kata Ayah.


“Felly. Setelah Ayah pikir pikir. Usia kamu sudah cukup matang untuk membina rumah tangga Nak,” kata Ayah dengan lembut.


Suasana semakin tegang. Perasaan Felly semakin tak karuan saat mendengar ucapan yang baru saja ayah lontarkan.


“Kamu sedang tidak mencintai siapapun. Jika seperti itu, Ayah akan menjodohkan mu dengan salah satu anak ayah!”


“APA!!!!!!!!” teriak Felly.


Ayah dan ibu terlonjak kaget mendengar suara Felly.


“Maaf ayah, ibu. Felly tidak sengaja,” ucap Felly menyadari kesalahan nya.


“Tetapi Felly gak mau ayah. Felly tidak ingin menikah apalagi itu di jodohkan! Felly tidak mau ayah.”


“Ibu.....,” Felly memegang lutut ibu.

__ADS_1


“Ibu bantu Felly. Felly tidak ingin menikah bu.”


“Felly. Maafin ibu. Kali ini ibu tidak bisa membantu mu.”


“Ayah... ibu, apakah kalian tidak kasihan terhadap ku. Tolong yah ngertiin Felly kali ini. Felly tidak ingin menikah!”


“Felly... bukan ayah tidak mengerti keadaan mu atau apa mau mu nak.”


“Tetapi ayah tidak tau usia ayah sampai kapan nak. Ayah tidak bisa terus menjaga mu. Sebelum ayah benar benar pergi meninggalkan mu dan ibu. Ayah ingin ada pria yang akan mendampingi kamu nak.”


“Mengertilah Felly. Ini juga demi kebaikan untuk hidup mu nak.”


“Ayah.... Felly tidak ingin menjadi anak durhaka. Tetapi pahamilah diri Felly ayah. Felly tidak ingin menikah. Apalagi itu perjodohan. Bagaimana jika nanti Felly tidak bahagia dengan pernikahan Felly ayah.”


“Ayah tidak ingin bantahan dari kamu. Ayah tetap akan menjodohkan kamu walaupun kamu menolak nya!” ucap Ayah dengan tegas.


Mata Felly sudah mendung. Dengan sekali kedipan bulir bening sudah mengalir di pipi mulus Felly. “Ayah terlalu egois,” lirih Felly meninggalkan ayah dan ibu nya.


Ayah dan ibu saling berpandangan setelah kepergian Felly.


“Bagaimana ini ayah. Felly menolak nya,” kata ibu.


Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat wajah anak nya seperti itu. Baik ibu dan ayah perasaan mereka sama sama hancur melihat wajah Felly.


Tetapi, mereka tidak ada pilihan lain. Mereka harus segera menjodohkan Felly karna mengingat usia Felly yang tak lagi muda.


“Tenanglah bu. Semua akan baik baik saja. Kita sama sama BerDo'a untuk kebahagiaan Felly.”


“Jika memang jodoh Felly adalah pria baik yang ayah pilih. Semua urusan akan di permudah kan sampai mereka menikah.”


“Tapi yah——”


“Sudahlah bu.” Ayah menepuk lembut paha ibu. “Semua akan baik baik saja,” kata Ayah menggenggam tangan ibu.


Mendengar ucapan dari suaminya. Sedikit membuat hati ibu lega.

__ADS_1


__ADS_2