
Pagi ini Felly tampak tampil rapi dengan setelan jas khas wanita yang melekat pada tubuh nya. Make up tipis menghiasi wajah wanita itu menambah aura kecantikan nya semakin bersinar.
“Kamu ingin kemana?” tanya Reyhan yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dirinya melihat penampilan wanita itu yang berbeda dari hari biasa nya.
“Bekerja,” jawab Felly.
“Bekerja?” Reyhan berjalan mendekati Felly. Melihat penampilan wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Ehm,” deheman Felly. Lalu dirinya membereskan tas sandang untuk di bawa nya bekerja.
“Siapa yang menyuruh mu bekerja?” tanya Reyhan.
Felly menghentikan aktifitas nya sejenak. “Siapa yang menyuruhku bekerja. Itu bukan urusan mu! Ingattt... bukan kah kamu bilang tidak boleh mencampuri hal pribadi masing masing!” kata Felly.
Gigi Reyhan bergemelutuk. Darah nya mendidih. Masih pagi Felly sudah berani memancing emosi nya.
__ADS_1
Reyhan menarik tangan kasar Felly. Menatap wajah wanita itu dengan sangat dekat. “Aku tanya sekali lagi. Siapa yang menyuruh bekerja?”
Felly diam sejenak. Netra mata mereka saling bertemu. Beradu menjadi satu. “Aku hanya bekerja. Kenapa kamu mempersalahkan hal itu Reyhan. Jangan bersikap ke kanak Kanakan!”
‘Apa??? Wanita ini sudah berani mengatai diri ku. Dan apa yang dia ucapkan tadi. Sifat ku ke kanak kanakan. Tidak, ini tidak bisa di biarkan!’ batin Reyhan.
“Jika kamu tidak mau menjawab pertanyaan ku. Kamu tidak boleh keluar dari rumah ini!” kata Reyhan melepaskan cengkraman nya dari tangan Felly.
Reyhan mengayunkan langkah kakinya meninggalkan Felly. Dengan sigap, Felly berjalan ke arah Reyhan.
“Reyhan... Kamu mau tau siapa yang menyuruh aku bekerja. Dia adalah Papa kamu. Pak Aditama,” ucap Felly. Langkah Reyhan terhenti.
“Bagaimana bisa Papa menyuruh mu bekerja. Pasti kamu mengadu Papa apa yang aku lakukan di kantor,” kata Reyhan mencengkram bahu Felly.
“Katakan!!!! Kamu mengadu Papa. Benar bukan???” Cengkraman Reyhan semakin kuat di bahu Felly. Hingga Felly meringis kesakitan.
__ADS_1
Mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Reyhan. Membuat Felly mengetahui fakta baru. Bahwa Reyhan, sangat takut berhadapan dengan Papa nya. Tentu saja hal ini akan bisa menjadi temeng Felly.
“Lepaskan tangan mu Reyhan!!!” kata Felly menatap Reyhan dengan tatapan tajam.
Reyhan tidak menggubrisnya ucapan yang di lontarkan oleh wanita itu.
“Aku bilang lepaskan tangan mu dari bahu aku Reyhan. Jika kamu tidak melepaskan nya juga. Aku akan mengadu pada Papa mu. Jika kamu menyakiti aku!!!”
Mendengar perkataan Felly. Reyhan dengan cepat melepaskan Cengkraman nya dari bahu wanita itu.
“Oh... Jadi sekarang kamu sudah pintar untuk mengancam ku!”
“Aku tidak mengancam mu. Aku hanya melindungi diriku dari sifat keras dan keegoisan mu Reyhan!!!”
“Selain sudah pintar mengancam. Kamu juga sangat alih dalam berbicara. Pantas saja, Papa menyukai mu. Kamu pasti merayu Papa dengan kata kata manis untuk menikah dengan ku. Benar bukan?” selidik Reyhan.
__ADS_1
Felly sangat muak mendengar ucapan Reyhan yang sangat percaya diri. Padahal apa yang terjadi dengan pernikahan nya dan pria ini adalah kesepakatan antara Ayah nya dan Aditama.
“Berapa kali harus katakan pada mu wahai Reyhan Sanjaya yang terhormat. Kamu jangan terlalu percaya diri!!!!”