Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-6


__ADS_3

“Kamu ngapain ke sini?” ucap Reyhan saat melihat tiba tiba Callista masuk ke dalam ruang kerja milik nya.


“Aku kangen sama kamu. Kamu kok gitu sih sama aku,” keluh Callista mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari Reyhan.


Reyhan menarik kasar tangan Callista. “Sudah aku katakan! Kamu jangan ke kantor ku. Kamu tau bukan. Papa memata matai ku,” bisik Reyhan dengan geram pada Callista.


Selama Felly menjadi Seketaris Reyhan. Reyhan tidak bisa berbuat apapun di kantor. Dirinya tidak bisa lagi bermain main dengan wanita yang dia sukai.


Kehadiran Felly merenggut kebebasan Reyhan. Felly selalu siap siaga ada di samping Reyhan. Reyhan tidak bisa berbuat apapun. Seakan privasi dirinya sudah hilang karna keberadaan Felly yang terus di samping nya. Tidak ada yang bisa Reyhan lakukan selain bekerja bekerja dan bekerja.


“Tadi kamu mengatakan jika kamu sedang berbelanja. Bagaimana bisa tiba tiba kamu sudah sampai di sini?”


“Aku memang sedang berbelanja tadi. Setelah berbelanja, aku datang ke kantor untuk menemui mu.”


“Aku sudah mentransfer uang yang kamu minta. Apakah itu kurang?”


“Tidak honey. Aku hanya merindukan mu. Sudah satu bulan kamu tidak pernah menemui ku.”


“Kamu kenapa sih. Apa aku salah menemui pacar ku!”


“Tidak sayang. Kamu tidak salah.” Reyhan memeluk Callista. “Aku harap aku bisa memahami posisi ku saat ini.” Reyhan melepas pelukan nya.

__ADS_1


“Kalau saja wanita itu tau kamu di sini. Habis aku Callista. Papa akan marah pada ku!” bisik Reyhan di telinga Callista tangan nya mencengkram lengan Callista.


“Hem....,” suara deheman dari seseorang mengagetkan Reyhan dan Callista. Mereka menoleh ke arah sumber suara. Setelah melihat sosok itu, seketika Reyhan menjauh dari Callista.


“Ini kantor Pak Reyhan Sanjaya yang terhormat. Tidak baik saat jam kerja berpacaran. Bapak adalah Publik Figur untuk karyawan di sini. Tetapi kenapa sikap bapak tidak mencerminkan kebaikan.”


Ucapan yang baru saja terlontar dari bibir Felly. Langsung menyulut emosi Reyhan.


“Hei.... diam mulut mu perawan tua. Kamu tidak berhak mengaturku. Aku ingin melakukan apapun di sini. Itu adalah hak aku. Ini kantor ku. Milik ku dan hak aku. Apa urusan nya pada mu!”


“Jangan karna kau di pilih menjadi seketaris ku. Berhak mencampuri urusan pribadi ku.”


“Apa yang bapak katakan itu benar. Tetapi bapak harus mengetahuinya. Ini kantor dan masih jam kerja. Tidak baik jika di gunakan untuk pacaran.”


“Perlu bapak pahami. Jika nama baik bapak buruk itu berdampak dengan perusahaan bapak sendiri!”


Reyhan mencekram jari jemari nya hingga urat urat jelas terlihat di tangan nya. Gigi Reyhan bergemelutuk. Matanya menatap Felly dengan tatapan tajam.


Reyhan mengayunkan kan langkah kakinya ke arah Felly. Kini Reyhan dan Felly saling berhadapan. Jangan di tanya bagaimana perasaan Felly saat ini. Jelas, Felly sangat takut menerima tatapan dari Reyhan.


“Kamu....,” Reyhan mengangkat tangan nya.

__ADS_1


“Turunkan tangan bapak!” ucapan Felly begitu tegas. Tangan Reyhan terhenti di udara.


“Jangan pernah berani menyentuh dan menyakiti saya. Bapak paham! Saya bisa saja mengatakan hal ini kepada Pak Sanjaya.”


“Saya bisa mengatakan jika bapak tidak pernah berubah. Tidak pernah bekerja dengan baik. Masih suka membawa wanita ke kantor dan bapak ingin menyakiti saya. Bapak mau saya mengatakan semua nya pada pak Sanjaya.”


Reyhan diam terpaku saat mendengar penuturan dari Felly. Reyhan paham, bagaimana jika ayah nya sudah sangat marah. Saat ini Felly bukan lah lawan yang tepat untuk dirinya.


Reyhan beralih ke arah Callista. “Sayang... aku minta kamu memahami ku. Aku tidak mau wanita itu mengadu pada papa. Aku minta kamu segera pulang ya. Aku akan menemui setelah selesai kerja,” pinta Reyhan kepada Callista.


“Kamu janji ya akan menemui ku.”


“Iya sayang. Aku janji.”


Callista langsung meninggalkan ruangan itu. Menyisakan Reyhan dan Felly.


Reyhan dan Felly saling bertatapan. Seperti seseorang yang saling menantang satu sama lain. Api permusuhan jelas terlihat di antara mereka.


Reyhan kembali duduk di kursi nya. Mata nya menatap Felly dengan tatapan tajam. Hatinya bergemuruh.


‘Awas kamu wanita tua. Aku akan buat perhitungan pada mu! Dan membuat mu tidak betah menjadi seketaris ku!’ batin Reyhan.

__ADS_1


‘Awas kamu Reyhan Sanjaya. Jika kamu berani menyakiti ku. Aku akan buat perhitungan pada mu!!!!’ batin Felly. Dirinya juga membalas tatapan Reyhan. Meski ada perasaan takut. Tetapi, Felly berusaha bersikap tenang.


__ADS_2