Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-31


__ADS_3

Setelah selesai menutup telpon dari orang tua nya. Felly hendak meninggalkan Reyhan. Namun lagi dan lagi langkahnya tertahan karna Reyhan memegang tangan Felly.


“Kamu masih berhutang jawaban terhadap ku,” kata Reyhan saat Felly menoleh ke arah nya.


“Katakan. Kamu dari mana saja, kenapa pulang sampai larut malam. Dan apa yang kamu kerjakan?” tanya Reyhan. Entahlah saat ini seperti ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Terlebih lagi saat melihat Felly sedang makan berdua dengan pria lain.


Jika dia di katakan cemburu? Tentu tidak. Reyhan menyangkal perasaan itu. Karna, pada dasar dirinya tidak mencintai wanita yang saat ini tinggal bersama di bawah atap yang sama.


“Kenapa diam. Ayo cepat katakan! Jika kamu tidak juga mengatakan nya. Jangan salahkan aku jika aku memaksa mu dengan meniduri malam ini!” desak Reyhan.


Ada apa dengan pria yang di hadapan nya saat ini. Kenapa dirinya terlihat sangat posesif. Bukan kah Reyhan tidak mencintai Felly. Tetapi, pertanyaan yang di lontarkan Reyhan terhadap dirinya seperti seseorang yang bertanya pada kekasih nya.


“Ban mobil Stevan bocor saat perjalanan pulang. Kebetulan saat itu kami berhenti di tempat sepi yang jauh dari kota. Aku dan Stevan terpaksa menunggu bantuan dari salah satu teman Stevan untuk membantu menukar ban mobil Stevan dengan ban serep.”


“Bohong!!!! Aku tidak percaya apa yang kamu katakan.”


“Terserah kamu ingin percaya atau tidak. Yang terpenting aku sudah mengatakan hal yang sebenar benarnya,” kata Felly.


“Kenapa tidak menelpon ku? Jika kamu menelpon ku, aku pasti akan segera menjemput mu,” ucap Reyhan.


“Aku tidak mempunyai nomor ponsel mu.”


“Bagaimana bisa kamu tidak mempunyai nomor ponsel ku. Sementara nomor pria lain, kamu simpan.”


“Seandainya kamu punya nomor ponsel ku. Sudah ku pastikan kamu tidak akan menelpon ku. Kamu pasti akan menikmati waktu berdua dengan pria itu. Benar bukan?”


Apa apaan pria ini. Kenapa dirinya begitu banyak bicara saat ini. Sudahlah, aku lelah Reyhan. Sangat lelah. Batin Felly.

__ADS_1


“Terserahlah Reyhan. Aku lelah, kamu lihat sekarang sudah sangat malam. Dan kamu mengajak aku berdebat, apakah kamu tidak kasihan terhadap diriku. Sudah aku katakan. Aku lelah Reyhan,” kata Felly.


“Berhentilah berbicara. Dan buanglah pikiran buruk mu terhadap ku. Jangan halangi aku lagi. Aku ingin membersihkan diri dan tidur.” Felly mengayunkan langkah kakinya meninggalkan Reyhan yang diam mematung.


Ada apa dengan dirinya saat ini. Kenapa saat melihat Felly bersama pria lain adalah perasaan yang tidak dapat di jelaskan. Terlebih lagi bayangan saat Felly tertawa lepas dengan pria lain. Hal itu sungguh membuat hatinya tidak tenang.


Reyhan menjambak rambutnya dengan prustasi. ‘Dasar pria tua menyebalkan!!!’ gerutu Reyhan dalam hati.


***


Saat itu mobil Stevan meluncur membelah jalan. Saat mereka menikmati perjalanan pulang, tiba tiba saat musibah datang menghampiri Stevan dan Felly.


Cccciiiittttttt......


Stevan menghentikan mobil nya tiba tiba.


“Aku tidak tau Felly. Jalan mobil ini tidak seimbang. Sebentar, aku lihat dulu!!!” kata Stevan keluar dari mobil. Dirinya berjalan melihat ban mobil yang mereka tumpangi.


“Shit....” Stevan menendang ban mobil nya


“Bagaimana bisa bocor di tengah jalan begini,” kata Stevan bercacak pinggang.


Dirinya menoleh ke kanan dan ke kiri. “Tempat ini sepi sekali. Pasti bengkel sangat jauh dari tempat ini. Sungguh sangat merepotkan,” keluh Stevan.


Felly keluar dari mobil karna melihat Stevan yang tidak kembali ke dalam mobil


“Kenapa Stev?”

__ADS_1


“Ban mobil ku bocor Fel.”


“Jadi bagaimana?”


“Aku akan menelpon teman ku untuk membawa ban serep.”


Stevan menelpon teman nya untuk meminta bantuan. Setelah itu, dirinya dan Felly duduk di tepi jalan.


“Maaf ya Fel. Karna aku, kamu harus jadi pulang telat.”


“It's okay. Santai aja Stev.”


“Jika menunggu teman ku. Itu akan memakan waktu yang cukup lama Fel. Lebih baik kamu menelpon suami saja untuk menjemput mu,” saran Stevan.


Menelpon Reyhan? Tentu saja tidak bisa, aku tidak mempunyai nomor ponsel nya. Jika pun aku mempunyai nomor ponsel Reyhan, tentu saja dia tidak ingin menjemput ku. Pasti dia akan marah dan mengatakan jika diri ku merepotkan. Batin Felly.


“Felly... Kamu mendengarkan apa yang aku katakan?”


“Eh... Iya Stev. Kita pulang bareng bareng aja. Aku tidak mungkin meninggalkan mu sendirian di sini,” kata Felly. Terlebih perasaan Felly tidak tega harus meninggalkan teman nya di tempat sepi.


“Hahaha... Kamu pikir aku wanita Fel. Tidak apa apa Fel kamu meninggalkan aku sendiri an. Aku hanya tidak enak dengan suami mu. Bagaimana jika dia menunggu mu di rumah dan khawatir terhadap mu.”


‘Itu tidak mungkin Stev. Dia tidak mungkin menunggu dan mengkhawatirkan ku. Apalagi dirinya sedang bersama wanita yang dia cintai. Tentu saja dia akan melupakan ku,’ batin Felly.


“Aku akan mengirimi dia pesan Stev.” Felly mengutak-atik ponsel nya.


“Oh... Ternyata dia sedang lembur. Keberuntungan memihak pada mu Stev. Aku akan menemani mu,” bohong Felly. Padahal yang terjadi, dirinya tidak mengirimi Reyhan pesan dan tentu saja tidak ada balasan pesan dari Reyhan.

__ADS_1


Stevan tersenyum mendengar perkataan dari teman nya. Cukup lama mereka menunggu, akhirnya teman Stevan datang dengan membawa serep. Stevan dan Teman nya langsung mengganti ban itu agar mobil mereka bisa membelah jalanan lagi.


__ADS_2