
“Sudah sampai,” kata Reyhan menakutkan mobil miliknya tepat di depan supermarket terdekat.
“Hei... Apakah kamu tuli. Aku bilang sudah sampai. Kenapa tidak turun!” lanjut Reyhan dengan nada suara sedikit keras. Karna melihat Felly yang tampak melamun.
Felly berjinjit kaget. “Jika aku tuli. Aku tidak bisa mendengar suara mu,” kata Felly turun dari mobil.
“Nyata nya seperti itu. Kamu memang tidak mendengar apa yang katakan tadi,” balas Reyhan.
Felly diam. Dirinya enggan membalas apa yang di katakan oleh Reyhan. Lebih baik mengalah dari pada mereka harus berdebat lagi. Apalagi di tempat umum seperti ini.
“Biar aku saja yang membawa nya,” ucap Reyhan mengambil troli dari tangan Felly.
“Tidak perlu. Aku bisa membawa sendiri,” tolak Felly.
“Jangan membantah. Aku berniat untuk membantu mu belanja. Jadi, tidak ada salah nya aku membawa troli dan kamu mengambil belanjaan,” kata Reyhan tidak ingin ada bantahan dari Felly. Tampaknya hari ini mereka akan bekerja sama.
__ADS_1
Reyhan dan Felly berkeliling di supermarket. Mengambil bahan makanan yang di butuh untuk memenuhi isi dapur mereka.
“Tampak nya kamu seperti sudah berpengalaman berbelanja seperti ini. Apakah kamu memang suka berbelanja?” tanya Reyhan melihat Felly yang begitu gesit memilah dan memilih bahan pangan.
“Tidak. Hanya saja, semasa aku gadis dulu, aku sering membantu ibu ku berbelanja,” jawab Felly.
Reyhan mengangguk. Pantas saja wanita ini lihai dalam urusan memasak dan mengatur rumah tangga. Ternyata dirinya sudah di didik dengan sebaik mungkin oleh orang tua nya.
“Setelah menikah, kamu tidak pernah mengunjungi rumah orang tua mu. Apakah kamu tidak merindukan mereka?” tanya Reyhan. Dirinya berjalan tepat di belakang Felly dengan membawa troli belanjaan mereka.
Langkah Felly terhenti. Dengan tangan yang memegang daging. Serta matanya menatap wajah Reyhan.
“Tetapi apa?” tanya Reyhan saat melihat Felly yang enggan melanjutkan apa ucapan nya.
“Tidak apa apa,” ucap Felly melanjutkan langkah nya.
__ADS_1
“Yakin tidak apa apa? Bukankah kamu sangat merindukan orang tua mu?” tanya Reyhan yang tidak puas dengan perkataan yang keluar dari bibir Felly.
Please Reyhan jangan seperti ini. Jangan bersikap seolah olah kamu adalah pria yang penuh perhatian terhadap seorang wanita. Karna, bisa saja aku menyalah artikan sikap mu kali ini terhadap diriku. Batin Felly.
Dirinya akan membatasi memasang dinding kokoh yang tinggi untuk hati nya. Felly tidak boleh jatuh cinta terhadap pesona Reyhan. Karna, yang Felly tau jika Reyhan sangat membenci nya.
“Yaa,” jawab Felly singkat.
“Jika kamu ingin mengunjungi orang tua mu. Pergilah, aku tidak melarang nya,” kata Reyhan.
Ada apa dengan pria ini. Kenapa tiba tiba dirinya berubah. Apakah saat ini dirinya mulai sadar apa yang telah dia lakukan terhadap dirinya. Atau... Reyhan baik terhadap nya bagaikan membayar Felly yang telah mengurusnya saat sakit.
“Aku pergi sendiri? Kerumah orang tua ku?” tanya Felly pada Reyhan.
“Yaa,” jawab Reyhan.
__ADS_1
Tebakan Felly pas sasaran. Tidak mungkin dirinya pergi sendiri ke rumah orang tua nya. Bagaimana nanti pikiran ayah dan ibu nya. Felly tidak ingin orang tua nya mengetahui tentang kehidupan rumah tangga nya yang tidak bahagia.
Bukan karna dirinya egois, hanya saja Felly tidak ingin menambah beban pikiran orang tua nya yang sudah mulai menua.