
Hari ini Felly dan Reyhan akan melihat salah satu proyek yang di bangun oleh Aditama. Selama perjalan menuju proyek tidak ada percakapan antara Felly dan Reyhan.
Sudah seminggu berlalu sejak kejadian di mana Reyhan membentak Felly. Sejak saat itu, Reyhan tidak pernah membentak Felly lagi. Bukan karna dirinya tidak ingin melainkan karna Felly tidak melakukan kesalahan dalam pekerjaan.
Sampai di proyek, Reyhan keluar dari mobil dan di ikuti oleh Felly. Reyhan terlihat sangat rapi dan tampan di tambah dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.
Dirinya melihat bangunan yang menjulang tinggi. Bangunan itu sudah terlihat bentuk nya karna sudah 85% selesai.
“Selamat pagi pak. Bagaimana menurut bapak dengan apartemen yang di bangun kali ini,” ucap salah seorang pria yaitu Stevan. Dirinya sudah menunggu kedatangan Reyhan dan Felly.
“Cukup bagus dan baik. Siapa yang memilih lokasi pembangunan apartemen ini?” tanya Reyhan. Matanya melihat ke kiri dan ke kanan tempat lokasi pembangunan apartemen tersebut.
“Kenapa pak? Apa bapak kurang menyukai lokasi apartemen ini?”
Reyhan menoleh ke arah Stevan. “Tidak. Tempat ini cukup strategis. Maka dari itu aku bertanya siapa yang memilih lokasi nya?”
“Nona Felly pak. Dirinya yang memilih lokasi apartemen ini. Sebelumnya dia juga sudah meriset tempat ini terlebih dahulu.”
Reyhan menoleh ke arah Felly. Begitu juga Felly. Tatapan mereka saling bertemu. Tetapi secepat mungkin Felly memutuskan tatapan nya.
Sebenarnya Reyhan ingin sekali memuji seseorang yang memilih lokasi apartemen yang di bangun ini. Tetapi, saat mendengar siapa orang itu. Membuat Reyhan mengurungkan niat nya.
Dirinya enggan memuji Felly. Bagaimana bisa dirinya memuji Felly sementara di hati nya sangat membenci kehadiran Felly.
Reyhan, Felly dan Stevan berkeliling di lokasi itu. Mereka melihat kinerja dari para pekerja yang membangun apartemen itu.
__ADS_1
Felly hanya fokus memperhatikan para pekerja. Tanpa dia sadari, dirinya menginjak kayu dan Felly kehilangan keseimbangan.
“Aaaaaaaaaaa......,” jerit Felly tiba tiba.
“Felly.....,” jerit Stevan.
Hhhhaaaappppp.
Reyhan langsung menampung tubuh Felly. Jarak wajah Felly dan Reyhan sangat dekat. Hingga deru nafas antara mereka kian terasa.
Satu detik.
Dua Detik.
Jangan tanya tentang perasaan Felly. Saat ini perasaan Felly sulit di jelaskan. Degup jantungnya sangat kencang dan semakin kencang saat Reyhan mendekatkan wajah nya.
“Ma ma maaf pak,” ucap Felly langsung berdiri tegak. Dirinya memberi jarak antara dia dan Reyhan.
Stevan yang melihat kejadian itu di depan matanya langsung berjalan ke arah Felly. “Kamu tidak apa apa Felly?” tanya Stevan.
“Tidak apa apa Stevan. Aku tidak sengaja menginjak kayu itu. Hingga aku kehilangan keseimbangan,” ucap Felly.
“Pak Reyhan. Sekali lagi terimakasih,” kata Felly kepada Reyhan.
Reyhan mengacuhkan ucapan Felly. Dirinya memilih untuk meninggalkan Felly dan Stevan.
__ADS_1
“Bodoh... bodoh bodoh. Kenapa aku harus membantu perawan tua itu!!!!” kata Reyhan dalam hati.
“Kenapa aku tidak membiarkan dia jatuh saja. Dan kenapa! Kenapa wajah nya seperti itu. Wajah nya sangat berbeda.”
“Aaaarrrggghhhhhh..... dasar perawan tua. Kenapa wajah mu terus ada di pikiran ku.”
Wajah Felly yang manis saat di bawah kukungan Reyhan tadi. Berkelebat di pikiran nya.
***
Sementara di sisi lain, terlihat Felly yang memegang dada nya. Degupan jantung nya sangat cepat dari biasa nya.
“Felly... kamu tidak apa apa?” tanya Stevan saat melihat Felly memegang dada nya.
“Ha-ah,” ucap Felly kikuk.
“Tidak apa apa Stevan.”
“Kamu yakin? Aku lihat kamu memegang dada mu? Apakah dada mu sakit?”
“Tidak Stevan. Aku hanya kaget saja saat hampir terjatuh tadi. Yuk kita kesana!” kata Felly mengalihkan ucapan nya.
Felly berbohong. Dirinya bukan kaget karna terjatuh. Tetapi karna perlakuan Reyhan yang berbeda terhadap diri nya. Kenapa tadi wajah Reyhan semakin mendekat ke wajah nya.
Hanya sedikit lagi, ya sedikit lagi bibir mereka hampir bersentuhan. Entah kenapa pada saat itu, Felly hanyut dengan tatapan Reyhan. Tatapan yang sulit di jelaskan. Pada akhirnya Felly tersadar dan segera menjauh dari Reyhan.
__ADS_1