Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-23


__ADS_3

“Berapa kali harus katakan pada mu wahai Reyhan Sanjaya yang terhormat. Kamu jangan terlalu percaya diri!!!!”


“Ak––”


Ttttrrrriiinnnggg....


Reyhan menghentikan ucapan nya saat mendengar suara benda pipih milik Felly berbunyi.


Sontak mata mereka berdua beralih ke arah benda pipih itu. Felly mengambil benda pipih milik nya. Di layar benda itu, jelas tertera nama pria yang selalu menemani Felly saat masa kerja di perusahaan Sanjaya Group.


“Stevan,” lirih Felly.


“Hallo Stevan. Selamat pagi!” Felly mengangkat telpon dari Stevan.


“Selamat pagi Felly. Apakah kamu sudah selesai?” tanya Stevan.


“Sudah Stevan. Aku sudah selesai.”


“Baiklah. Aku akan menjemput mu lima menit lagi. Dan kita akan segera melihat perkembangan proyek yang Pak Aditama katakan!”


“Baiklah... Aku menunggu mu Stevan.” Felly menutup panggilan Stevan.


Felly sudah mengetahui jika Stevan akan menjemputnya dan mereka akan pergi berdua untuk melihat perkembangan proyek yang sedang di bangun oleh perusahaan yang di pimpin oleh Aditama.

__ADS_1


Aditama mengabari Felly saat malam hari. Sejak awal pembangunan proyek dan hampir jadi, Felly ikut mengambil alih perkembangan proyek itu. Maka dari itu, Aditama juga meminta Felly untuk ikut serta mengontrol proyek yang telah di bangun nya. Walaupun hanya seminggu sekali atau dua minggu sekali.


“Kamu pergi bersama dia?” tanya Reyhan saat Felly sudah mematikan telpon dari Stevan.


“Kamu sudah tau jawaban nya. Kenapa harus bertanya lagi,” kata Felly.


Reyhan mendengus kesal. Kenapa wanita yang ada di hadapan nya saat ini selalu saja memancing emosinya.


“Kalian hanya pergi berdua?” tanya Reyhan sekali lagi.


“Ehem,” jawab Felly. Lalu berjalan ke arah meja rias dan di ikuti oleh Stevan.


“Hanya berdua? Kalian hanya berdua melihat proyek itu. Bagaimana bisa???” kata Reyhan dengan nada tinggi.


“Kenapa Papa menyuruh mu melihat proyek itu. Kenapa dia tidak menyuruh aku saja,” kata Reyhan.


Ada dengan pria ini. Kenapa hari ini Reyhan terlalu banyak bicara terhadap diri nya.


“Untuk hal itu. Kamu tanyakan saja langsung pada Papa mu.”


Felly tidak mengetahui kenapa Aditama memerintahkan dirinya untuk melihat proyek. Yang Felly pahami, bos besar di tempat dia bekerja adalah seseorang yang sulit untuk percaya kepada orang lain. Apalagi menghandle proyek besar.


Dan Felly sangat bersyukur. Karna, sampai saat ini dirinya masih bisa menjadi seorang kepercayaan dari Aditama.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak menolak saja permintaan Papa ku.”


“Aku tidak mungkin bisa menolak nya Reyhan. Karna aku adalah salah satu karyawan kepercayaan Papa mu.”


“Tidak bisa menolak karna Papa ku. Atau tidak bisa menolak, karna kamu pergi bersama pria itu?”


Felly diam sejenak. Mencerna ucapan yang di lontarkan oleh pria yang di hadapan. Dari perkataan Reyhan, Felly merasakan jika seseorang yang sedang cemburu dengan kekasih nya.


“Kamu cemburu?” selidik Felly.


Mata Felly dan Reyhan saling beradu. Reyhan hanya diam, dirinya menyelami apa yang di katakan oleh Felly.


“Cemburu????” Reyhan menaikan sebelah alis nya. Memandang Felly dengan pandangan yang meremehkan.


“Kenapa kamu terlalu percaya diri nona. Bagaimana bisa aku merasakan cemburu dengan wanita tua seperti mu. Itu sangat mustahil! Jangan bermimpi!!!”


Pandangan dan ucapan Reyhan sangat menyakiti hati Felly. Sangat jelas terlihat dari mata dan pendengaran Felly, jika Reyhan mengatakan dan memandang nya dengan sangat rendah.


Tidak ingin perdebatan antara dirinya dan pria di hadapan nya. Felly memilih untuk pergi meninggalkan Reyhan di kamar itu.


“Jam berapa kamu pulang ke rumah?” tanya Reyhan menghentikan langkah Felly.


Felly menoleh ke arah Reyhan. “Kemungkinan sore. Memang nya kenapa?”

__ADS_1


“Tidak apa apa. Aku hanya bertanya saja,” ucap Reyhan. Lalu setelah itu, Felly melanjutkan langkah nya.


__ADS_2