Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-20


__ADS_3

“Kamu ingin kemana honey!” Clarissa menarik tangan Reyhan. Reyhan menoleh ke arah Clarissa.


“Jangan bilang kamu ingin mengejar nya,” selidik Clarissa.


“Aku harus mengejar nya Clarissa. Ada hal yang harus aku selesai kan dengan dia. Mengertilah Clarissa!” ucap Reyhan.


“Bukan kah kamu mengatakan ingin meeting beberapa menit lagi?”


Karna ingin mengejar Felly, Reyhan sampai lupa jika dirinya akan mengadakan meeting beberapa menit lagi.


“Tetapi, aku harus mengejar dia Clarissa. Sebelum dia mengatakan semua perbuatan ku di kantor ini pada Papa.”


“Kamu tidak perlu khawatir honey. Aku akan mengatakan pada nya. Kamu tenang saja. Papa kamu tidak akan mengetahui apa yang kita lakukan!”


Reyhan diam sejenak. Dirinya berpikir, bagaimana jika wanita yang berstatus istri nya mengatakan perbuatan nya pada Papa. Dirinya hanya merasa khawatir, jika Papa nya mengambil fasilitas dan mencabut nama nya dari ahli waris apabila mengetahui segala perbuatan nya.


“Kamu percayakan pada ku!” kata Clarissa. Reyhan membalas dengan mengangguk.


Clarissa berpamitan pada Reyhan dan meninggalkan ruangan itu. Dirinya berjalan tergesa gesa agar bisa bertemu dan bertatap muka dengan Felly.


‘Kemana wanita itu. Jangan sampai dia meninggalkan kantor ini. Aku harus beri peringatan pada dia!’ batin Clarissa. Matanya mencari sosok Felly.

__ADS_1


Mata Clarissa terpaku saat melihat sosok wanita yang berdiri di depan halaman Perusahaan Sanjaya Company. “Itu dia. Aku harus segera menemui dia,” kata Clarissa mengayunkan langkah nya ke arah wanita yang dia tuju.


“Heiii.... kamu!!!!” panggil Clarissa. Tetapi Felly tidak bergeming.


“Hei... kamu tuli ya, aku memanggil mu. Apa kamu tidak bisa mendengar dengan baik!!!” Clarissa menyentuh bahu Felly.


Felly memutar badan nya. ‘Hhuufffttt.... Wanita ini lagi. Ada apa dia menemui ku!’ Felly membuang nafas nya dengan kasar. Dirinya sangat jengah jika harus berhadapan dengan wanita yang sudah berada di hadapan nya.


“Jangan sentuh aku!!!” Felly menyingkirkan tangan Clarissa dari bahu nya.


“Upppsss... Sorry... Aku juga tidak sudi menyentuh nya,” ucap Clarissa. Tangan Clarissa menyatu. Bagai menghapus jejak yang ada di tangan nya, karna menyentuh bahu Felly.


Felly menatap bibir Clarissa. Yang terlihat sedikit bengkak. ‘Apakah itu ulah dari Reyhan,’ batin Felly.


“Maaf ya... Kamu jadi melihat apa yang seharusnya tak kamu lihat. Lagian, aku sudah katakan pada Reyhan. Jangan meminta hal intim saat di kantor. Tetapi, Reyhan memaksa ku!” kata Clarissa.


“Seharusnya kamu mengetuk pintu dulu. Biar gak lihat siaran langsung!” sambung Clarissa.


Mendengar ucapan dari Clarissa yang dengan tidak tau malu nya mengatakan hal itu. Membuat Felly ingin mencakar wajah gadis yang di hadapan nya. Tetapi, Felly mengurungkan niat nya. Dirinya berpikir jika saat ini Clarissa sedang memprovokasi nya agar amarah nya terpancing.


“Aku pikir masih banyak pria lain yang bisa kamu ajak kencan. Tetapi, kenapa kamu harus memilih suami orang. Tidak kah kamu malu dengan status mu sebagai seorang gadis. secara tidak langsung. Kamu sedang menjatuhkan harga diri mu sendiri!” kata Felly.

__ADS_1


Wajah Clarissa memerah menahan amarah mendengar ucapan menohok dari Felly. ‘Tidak. Aku tidak boleh kalah dengan wanita ini,’ batin Clarissa.


“Apa yang kamu katakan memang benar. Masih banyak pria lain yang bisa mengajak aku kencan. Tetapi, bagaimana jika hati ku hanya tertuju pada pria yang sudah berstatus sebagai suami orang?” kata Clarissa


“Dan kamu jangan merasa menang karna sudah menikah dengan nya. Walaupun dia menikah dengan mu. Kamu harus ingat!!!! Cinta dia hanya untuk ku!!!” lanjut Clarissa.


“Aku tidak perduli hal itu. Sekarang mungkin cinta dia hanya untuk mu. Tetapi, apakah rasa itu akan tetap sama untuk esok? Kamu harus tau, jika perasaan manusia bisa berubah!!!” balas Felly.


“Hari ini mungkin kamu segalanya di kehidupan Reyhan. Esok hari? Mungkin saja kamu bukan siapa siapa di kehidupan nya!” sambung Felly.


“Kamu mengatakan apa? Kamu pikir Reyhan akan semudah itu berpaling. Kamu tidak mengenal bagaimana dirinya. Aku lah yang lebih mengerti bagaimana dia.”


“Karna... Aku telah lama bersama dengan nya. Dan aku adalah wanita yang sangat di cintai nya.”


“Kamu mungkin wanita di cintai nya. Tetapi, aku lah istri sah nya di mata hukum dan agama.”


Setelah mengucapkan hal itu, Felly langsung meninggalkan Clarissa karna supir sudah menjemput dirinya.


Terlebih lagi, Felly yang tidak ingin berdebat panjang dengan Clarissa. Berdebat dengan orang seperti itu hanya membuang waktu dan tenaga saja. Pikir Felly.


Di dalam mobil Felly berpikir. Bagaimana rumah tangga nya selanjutnya. Akankah ada kebahagiaan. Atau harus berakhir dengan tangisan.

__ADS_1


Wanita itu menarik nafas nya dalam dalam lalu menghembuskan nya dengan perlahan. Tanpa di sadari bulir air mata membasahi pipi Felly. ‘Apapun yang terjadi selanjutnya. Aku harus bisa melewati nya. Aku tidak boleh lemah,’ kata Felly menghapus air mata di pipi nya. Memberikan kekuatan untuk dirinya sendiri.


__ADS_2