Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-40


__ADS_3

“Apa ada yang mau di beli lagi?” tanya Reyhan setelah selesai berbelanja bersama Felly.


“Tidak,” kata Felly. Terlihat kedua tangan mereka di penuhi dengan kantong kresek.


“Jika ada yang mau di beli. Aku akan menunggu mu. Mumpung kita masih ada di sini,” balas Reyhan.


“Tidak ada Reyhan. Semua nya sudah cukup,” ucap Felly.


Reyhan mengangguk. Felly dan Reyhan jalan berdampingan menuju mobil mereka yang terparkir tepat di depan halaman supermarket itu.


Tiba tiba langkah mereka terhenti, saat mendengar suara seseorang yang memanggil Reyhan.


“Reyhan,” panggil seseorang itu.


Baik Reyhan maupun Felly menoleh ke sumber suara. Tiba tiba degup jantung Reyhan berdetak lebih cepat dari biasa nya.


“Callista,” lirih Reyhan. Bagaimana bisa wanita nya bisa sampai di tempat ini. Dan kenapa tiba tiba takdir mempertemukan dirinya dan Callista saat seperti ini.

__ADS_1


Callista mendekati sepasang suami istri itu. Mata nya beralih ke arah tangan Reyhan yang di penuhi kantong kresek lalu beralih ke arah Felly. Terlihat sangat romantis sekali. Suami yang begitu baik sampai rela membuang waktunya untuk menemani istri berbelanja dan membawa belanjaan itu. Pikir Callista


Mata Callista menatap pria tampan di hadapan nya. Genangan air jelas terlihat di mata wanita itu.


“Callista,” kata Reyhan dengan nada yang begitu lembut.


“Ternyata ini yang kamu lakukan di belakang aku. Kamu menghilang, tidak ada kabar. Tidak bisa di hubungi. Ternyata, kamu sedang asyik menikmati waktu berdua dengan istri mu,” kata Callista di penuhi emosi.


“Kamu berbohong pada ku. Kamu sudah melanggar janji mu terhadap ku. Kamu bilang... kamu tidak mencintai wanita yang kamu nikahi. Tetapi... apa ini Reyhan. Apa???” lanjut Callista dengan nada tinggi.


Reyhan kalap. Dirinya hendak menenangkan Callista, namun wanita ini tidak menggubris apa yang di lakukan oleh Reyhan. Dirinya masih di selimuti emosi.


“Apa yang ingin kamu jelaskan Reyhan. Kamu ingin menjelaskan jika kamu sudah jatuh cinta dengan istri mu. Begitu??? Katakan Reyhan. Katakan!!!!” teriak Callista.


Banyak mata yang tertuju kepada mereka saat ini. Sungguh ini sangat memalukan. Batin Felly.


“Kamu jahat Reyhan. Kamu jahat, kamu tega melakukan ini pada ku. Kamu jahat Reyhan. Jahat!!!!” teriak Callista dengan genangan air mata.

__ADS_1


“Callista aku bilang cukup!!! Kamu tidak lihat ini tempat umum. Kamu lihat, itu dan itu. Semua mata mereka tertuju pada kita. Jangan membuat malu Callista!!!” bentak Reyhan. Kesabaran nya sudah habis menghadapi wanita yang sudah menjadi kekasih nya selama dua tahun.


“Aku sudah bilang. Aku bisa jelaskan semua nya Callista. Kenapa kamu tidak mengerti!!!” bentak Reyhan sekali lagi. Sungguh wanita ini benar benar memancing emosi Reyhan.


“Kamu membentak ku?” nada suara Callista menurun. Buliran air mata semakin deras.


Reyhan menghela nafas nya dengan kasar “Bukan seperti it––”


Ucapan Reyhan menggantung di udara saat Callista memotong nya.


“Kamu tega membentak ku karna wanita ini Reyhan. Kamu jahat!!!!” Callista meninggal Reyhan dan Felly.


‘Hhhuufftttt... Kenapa wanita sulit di mengerti,’ batin Reyhan.


Kenapa wanita itu harus marah. Bukankah Felly lebih berhak memiliki Reyhan. Sudah kewajiban seorang suami untuk menemani istri di waktu senggang nya.


Felly ingin sekali marah dan berkata, ‘Kamu tidak berhak Callista!!! Apapun yang terjadi. Mau kamu cemburu atau sakit hati melihat perlakuan Reyhan terhadap ku. Tetapi itulah kenyataan nya. Aku istri nya. Istri yang Sah di mata hukum dan agama. Jadi, aku lah yang berhak untuk memiliki Reyhan. Dan sudah kewajiban Reyhan untuk menemani ku. Sekali lagi aku tekan kan. Kamu tidak berhak marah. Kamu hanya orang asing dalam kehidupan rumah tangga kami.’

__ADS_1


Tetapi, Felly mengurungkan semua ucapan nya. Jika saja Felly ikut serta dalam permasalahan sepasang kekasih ini. Sudah pasti pada akhirnya nanti Reyhan akan menyalahkan dirinya. Lebih baik Felly mengambil posisi yang aman saja. Pikir Felly.


__ADS_2