
Hari ini adalah hari Pertama Felly Bekerja di Perusahan Sanjaya Company.
“Selamat pagi. Saya ingin bertanya. Di mana ruangan dari Bapak Reyhan Sanjaya?” tanya Felly kepada Resepsionis di perusahaan Sanjaya Company.
Felly tidak mengetahui di mana letak ruangan dari Reyhan. Karna hari ini adalah hari pertama Felly menginjakkan kaki di perusahaan Sanjaya Company.
“Atas nama siapa?” tanya Resepsionis itu. Dari wajah nya terlihat masih sangat muda. Di perkirakan umurnya masih sekitar 22 tahun.
“Felly.”
“Nama lengkap?”
“Fellyncia Quisha.”
“Oh.... Bu Felly. Mari Bu saya antar.”
Felly sedikit cemberut mendengar Resepsionis itu memanggilnya dengan sebutan ‘Bu.’
‘Apakah wajah ku terlihat sudah tua. Apakah wajah ku sudah keriput seperti ibu ibu. Sehingga dia memanggil ku dengan sebutan ‘Bu.’ sudah lah. Aku tidak perduli. Untuk apa aku memikirkan hal yang tidak penting itu,’ kata Felly dalam hati.
Felly mengikuti langkah kaki Resepsionis itu menuju ruang Reyhan.
Tok tok tok.
__ADS_1
“Masuk!”
Resepsionis itu dan Felly masuk ke dalam ruangan Reyhan.
“Kamu yang bernama Felly?”
Felly membalas ucapan Reyhan dengan mengangguk.
“Kamu bisa pergi sekarang!” perintah Reyhan kepada Resepsionis itu.
“Baik pak. Permisi!” kata Resepsionis meninggalkan Felly dan Reyhan.
“Kamu ingin berdiri terus seperti itu? Apa kaki mu tidak pegal!” ucap Reyhan kepada Felly.
Reyhan mengambil secarik kertas di dalam laci kerja nya.
“Fellyncia Quisha. Nama yang cukup bagus. Usia 30 tahun. Bekerja sebagai Devisi Pemasaran di Perusahaan Sanjaya Group selama tujuh tahun.”
“Hem... ternyata sudah cukup lama juga kamu bekerja di perusahaan Papa ku.” Reyhan mengetuk jari jemari nya. Kursi kerja milik nya berputar ke kiri dan ke kanan. Pandangan nya masih tertuju ke arah Felly. Melihat Felly dengan begitu intens.
“Apa kita pernah bertemu sebelum nya?” tanya Reyhan.
“Tidak. Ini pertemuan kita pertama kali nya. Karna, hari ini adalah hari pertama saya menginjak kan kaki di perusahaan Sanjaya Company,” jawab Felly.
__ADS_1
Reyhan menelisik wajah Felly. “Aku lihat wajah kamu tidak terlalu jelek. Tetapi... kenapa kamu belum menikah dan memilih menjadi perawan tua.”
Dddeeeeeggggg....
Bagai seribu belati yang menancap di hati. Ucapan Reyhan cukup menyakiti hati nya. Itu bukan hanya perkataan, melainkan penghinaan untuk dirinya secara tidak langsung.
Hari ini adalah pertemuan pertama dirinya dan Reyhan. Tetapi, kesan yang di berikan Reyhan terhadap dirinya cukup buruk bahkan sangat buruk.
“Saya pikir, tidak sepantas nya Bapak Reyhan Sanjaya yang terhormat untuk membahas perihal pribadi saya. Lebih baik sekarang Bapak katakan saja apa yang harus saya kerja kan,” kata Felly sedikit kesal.
Fellyncia Quisha. Wanita yang berasal dari keluarga sederhana. Dirinya kini berusia 32 tahun. Usia yang sudah cukup matang untuk pernikahan. Tetapi, tidak dengan diri nya. Dirinya tak juga kunjung menikah meski sudah berusia 32 tahun.
“Baiklah... saya akan mengatakan apa saja yang harus kamu kerjakan saat menjadi Seketaris saya.”
Reyhan menggerutu dalam hati saat melihat siapa yang menjadi Seketaris nya. Ternyata Papa nya mengirim seseorang yang sama sekali bukan tipe nya.
Melihat penampilan Felly saja. Reyhan sama sekali tidak tertarik. Entah apa istimewa dari Felly sehingga Papa nya memberi dia posisi menjadi Seketaris seorang CEO. Posisi yang di dambakan oleh banyak wanita yang bekerja di Perusahaan.
Felly berpakaian sederhana. Make Up yang di gunakan nya juga sangat tipis. Dirinya Jauh dari kesan glamor apalagi seksi. Terlebih lagi Felly sudah berumur. Tentu saja, hal itu yang membuat Reyhan menjadi sakit mata saat melihat sosok Seketaris yang di kirim oleh Papa nya.
‘Papa.... ternyata kamu sangat pintar sekali. Bukan hanya pintar dalam dunia bisnis. Kamu juga pintar untuk memilih siapa yang menjadi Seketaris,’ batin Reyhan.
‘Wanita ini pasti di kirim papa bukan hanya untuk menjadi seketaris ku. Melainkan dirinya juga akan memata matai pekerjaan ku selama di kantor. Awas kamu wanita tua. Aku buat kamu tidak betah bekerja dengan ku!!!!!’ gerutu Reyhan dalam hati.
__ADS_1