Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-15


__ADS_3

Hari ini Reyhan bangun lebih awal. Dirinya bersiap siap membersihkan diri lalu menemui Papa nya untuk membicarakan perjodohan yang di lakukan oleh Papa nya.


Reyhan mencari ke sudut ruang rumah milik nya. Tetapi, tak kunjung menemui apa yang di cari nya.


“Di mana Papa?” tanya Reyhan terus melangkahkan kaki nya.


“Itu dia yang aku cari,” kata Reyhan melihat Papa nya duduk di depan kolam renang sambil menikmati secangkir kopi hangat dan membaca salah satu buku yang ada di genggaman nya.


“Pa...,” panggi Reyhan. Papa menoleh lalu Reyhan duduk di samping nya.


“Ada apa?” Papa menutup buku yang di baca nya.


“Pa... Aku ingin membicarakan perjodohan yang tidak masuk akal ini kepada Papa.”


“Aku tidak mau di jodohkan dengan wanita tua itu. Papa tau. Aku tida mencintai nya,” ucap Reyhan.


“Cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu. Hari ini mungkin kamu tidak mencintainya. Tetapi esok hari? Apakah perasaan itu akan sama. Tidak Reyhan.”


“Tidak akan Pa. Aku tidak akan bisa mencintai nya. Jadi aku minta, Papa segera membatalkan perjodohan ini.”


“Papa tidak bisa!”


“Kenapa Pa? Menikah itu adalah keputusan ku. Dan dengan siapa aku menikah. Itu adalah hak ku. Aku berhak memilih. Aku sudah dewasa Pa!”


“Apapun yang kamu katakan. Tidak merubah keputusan Papa. Kamu mengerti!!!”


“Oke... kalau itu mau Papa. Jangan salahin aku jika nanti aku membuat wanita tua itu menderita saat menikah dengan ku!!!” kata Reyhan bangkit dari tempat duduk nya.

__ADS_1


“Reyhan!!!”


Reyhan Menghentikan Langkah nya. Aditama tau jika anak nya dan dirinya memiliki sifat yang hampir sama. Sama sama keras kepala.


“Oke... Begini saja Reyhan...”


“Papa akan memberi waktu mu dalam lima hari. Kamu bisa meminta kekasih mu agar kalian segera menikah. Jika kekasih mu menolak permintaan mu. Kamu harus bisa menerima keputusan Papa.”


Aditama mengetahui jika anak nya sedang menjalin kasih dengan seorang gadis. Hal itu yang membuat Reyhan menolak perjodohan yang Aditama lakukan.


“Dan jika dalam waktu lima hari kamu tidak bisa menentukan pilihan mu. Kamu harus menerima keputusan Papa. Dan ketika kamu menikah dengan wanita pilihan Papa. Kamu tidak berhak menyakiti nya.”


“Bagaimana kamu setuju?” Aditama mengulurkan jari jemari nya ke arah Reyhan.


Reyhan menyambut jari jemari Papa nya. “Aku setuju Pa!”


Malam hari di sebuah taman.


“Clarissa!!!”


“Ada apa honey. Kenapa kamu mengajak ku bertemu di sini?” tanya Clarissa.


“Duduk lah!” pinta Reyhan.


“Clarissa. Kamu bertanya kenapa aku membawa ke sini. Kamu mau tau alasan nya?”


“Iya... ada apa honey, katakan!”

__ADS_1


“Clarissa...” Reyhan menggenggam jari jemari Clarissa. Tatapan mereka saling bertemu.


“Sudah dua tahun kita bersama. Suka duka sudah kita lewati bersama. Kamu tau aku begitu sangat mencintai mu dan menyayangi mu.”


“Clarissa... Aku ingin kita terus bersama. Maka dari itu, aku ingin menikahi mu. Apa kamu mau menikah dengan ku?” Tatapan Reyhan begitu penuh harap pada gadis yang berada di depan nya.


“Menikah?” tanya Clarissa dengan raut wajah yang masih tidak percaya apa yang di lontarkan oleh Reyhan.


“Iya... Kamu mau kan menikah dengan ku. Aku berjanji akan membahagiakan mu. Jika kamu menikah dengan ku.”


“Bagaimana kita bisa menikah. Papa mu tidak menyukai ku Reyhan!!!”


“Dari mana kamu dapatkan berita itu Clarissa. Hal itu tidak benar. Papa ku pasti menerima mu. Dia pasti menyukai mu.”


Clarissa melepaskan genggaman dari tangan Reyhan. Pandangan nya beralih ke arah lain. Dirinya menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya.


“Aku tau Papa mu tidak menyukai ku, saat aku jadi seketaris mu. Dan kamu memecat ku. Semua itu karna Papa mu tidak bisa menerima keberadaan ku Reyhan.”


“Menjadi seketaris mu saja Papa mu menolak. Bagaimana bisa Papa mu menerima ku menjadi istri mu. Itu tidak mungkin terjadi Reyhan.”


Reyhan memang memecat Clarissa pada waktu itu. Waktu di mana saat Aditama mengatakan pada dirinya akan mengirim seketaris baru. Yaitu Felly.


Aditama bukan tidak menyukai Clarissa. Aditama hanya tidak suka anak nya yang bermain main dalam pekerjaan. Maka dari itu, dirinya harus bertindak tegas kepada Reyhan. Termasuk mengganti seketaris yang tidak sesuai tipe Reyhan.


“Clarissa... dengerin aku!!!”


“Tentang Papa ku yang memecat mu. Itu bukan karna Papa ku tidak menyukai mu Clarissa. Hal itu di lakukan Papa ku karna aku yang salah. Aku selalu bermain main dalam pekerjaan,” jelas Reyhan.

__ADS_1


“Percayalah pada ku Clarissa. Papa ku akan menerima mu sebagai menantu Sanjaya. Jika kamu tidak percaya juga. Bagaimana jika malam ini kita bertemu Papa ku. Apakah kamu mau Clarissa?”


__ADS_2