
“PERGIIII!!!!!”
Felly memutar tubuh nya. “Baiklah, saya akan pergi sesuai keinginan bapak!”
“Siapa yang akan pergi?” tiba tiba seseorang masuk ke ruangan Reyhan.
Felly menghentikan langkah nya. Saat melihat Aditama masuk ke ruangan Reyhan. Dirinya mengurungkan niat nya ingin pergi. Karna, Felly berpikir jika Aditama ingin menanyakan masalah proyek yang Felly juga ikut serta dalam pembangunan.
Setelah menjelaskan masalah proyek. Felly akan melangkah pergi. Meninggalkan pekerjaan nya sesuai yang Reyhan katakan. Saat ini Felly hanya menghargai kehadiran Aditama sebagai Bos yang baik dan telah mempermudahkan Felly dalam urusan pekerjaan.
“Katakan Reyhan. Siapa yang kamu suruh pergi. Kenapa kamu bisa marah marah seperti itu?” tanya Aditama.
Reyhan terdiam. Lidah nya kaku seakan tidak bisa berkata apapun. Karna yang dia hadapi saat ini adalah papa nya sendiri.
Reyhan cukup kaget dengan kehadiran papa nya. Bagaimana papa nya bisa sampai sini dengan tiba tiba.
“Pa pa papa,” ucap Reyhan terbata bata.
“Papa bagaimana bisa sampai di sini?”
“Bukan kah papa memang sering datang ke perusahaan ini. Ini juga Perusahaan milik papa. Papa berhak mengontrol perkembangan dari perusahaan ini.”
“Papa tanya. Siapa yang kamu suruh pergi?”
__ADS_1
“Seketaris yang papa pilih.”
“Apa alasan nya.”
“Dia ceroboh pa. Sangat ceroboh. Kenapa papa bisa memilih dia menjadi seketaris ku?”
“Felly... bisa kamu jelas kan.”
“Baik pak.... cerita seperti ini....” Felly menjelaskan dari awal hingga akhir kenapa Reyhan bisa menyuruhnya untuk keluar dari ruangan milik anak nya.
Tetapi, Felly tidak mengatakan jika Reyhan membentak bahkan menghina dirinya. Felly hanya tidak ingin menyalakan api antara orang tua dan anak nya.
Dirinya hanya mengatakan jika Reyhan memecat dirinya.
“Jadi hanya itu permasalahan nya. Kenapa masalah kecil kamu perbesar Reyhan. Kamu itu pemimpin. Jadi, bersikaplah layak nya seperti seorang pemimpin,” ucap Aditama mendengar penjelasan dari Felly.
“Felly... kamu tetap bisa bekerja. Tidak ada yang bisa memecat mu selain saya. Kamu paham!”
“Tetapi pak. Lebih baik saya undur diri saja. Saya benar benar tidak nyaman dengan pekerjaan ini.”
“Kamu tidak nyaman karna apa Felly? Kamu bisa mengatakan kepada saya. Tetapi saya minta, kamu jangan keluar dari perusahaan saya.”
“Kamu ingin saya gaji lebih tinggi. Saya siap. Saya tidak ingin kehilangan karyawan yang kinerja sangat bagus seperti kamu.”
__ADS_1
“Tapi pak saya___”
Ucapan Felly terhenti karna Aditama memotong ucapan nya. “Felly... saya minta sekali ini saja. Tetaplah bekerja di perusahaan saya.”
“Reyhan sekarang minta maaf pada Felly.”
“Apa??? Minta maaf pada nya. Aku tidak mau!”
“Reyhan...”
“Aku ini bos pa. Dia hanya lah karyawan. Jika ingin keluar ya keluar saja. Kita masih bisa mencari karyawan lain.”
“Reyhan!!!! Papa tidak pernah mengajarkan hal kurang ajar kepada mu. Papa minta kamu bisa menghormati siapa pun yang berada di bawah mu. Tidak perduli siapa pun itu. Bukan karna kamu bos. Ini perihal saling menghargai Reyhan. Kenapa sikap mu seperti anak anak.”
‘Apa??? Seperti anak anak. Tidak. Ini tidak bisa di teruskan. Jika aku membantah ucapan papa. Bisa bisa aku akan di permalukan di hadapan wanita tua ini. Ingat ya wanita tua. Aku akan buat perhitungan kepada mu,’ batin Reyhan.
‘Ini semua karna Papa. Jika tidak. Aku tidak ingin meminta maaf pada wanita tua ini!!!!’
“Ehm... Felly... aku meminta maaf. Dan aku harap kamu masih ingin bekerja sebagai Seketaris ku.”
“Bagaimana Felly. Kamu masih ingin bekerja sebagai Seketaris Reyhan? Saya sangat berharap. Karna semenjak kamu menjadi seketaris Reyhan. Perubahan dari perusahaan ini semakin membaik dan berkembang.”
“Baiklah pak. Karna bapak yang meminta nya. Saya akan tetap menjadi seketaris dari anak bapak. Dan semoga saya bisa bekerja lebih baik lagi.”
__ADS_1
‘Hari ini kamu bisa bebas dan selamat karna papa. Hari ini aku mungkin gagal memecat mu dan kamu menang. Tetapi ingat!!! Masih ada hari selanjutnya. Aku akan buat perhitungan yang lebih dari ini. Awas kamu perawan tua!!!!!’ batin Reyhan.
Entah apa yang akan di rencana oleh Reyhan terhadap Felly selanjutnya. Hanya diri Reyhan yang tau apa yang dia rencana untuk Felly.