
“Aku tau Papa sangat menyayangi ku. Tetapi, dirinya sangat egois. Aku bahkan tidak bisa memilih apa yang aku inginkan. Aku harus menuruti semua ucapan dia.”
“Kadang kala kita berpikir bahwa pilihan orang tua salah. Pilihan kita yang benar, tetapi... yang harus kamu ketahui adalah... Orang tua selalu menginginkan kebahagiaan untuk anak nya,” kata Felly.
“Sudahlah Reyhan... Lanjutkan makan mu. Biar aku segera membereskan meja makan!” pinta Felly.
Felly enggan melanjutkan percakapan antara dirinya dan Reyhan. Karna, Felly sangat paham, jika percakapan mereka terus berkembang akan berakhir dengan berdebat.
Setelah selesai makan Felly membereskan meja makan lalu membersihkan peralatan dapur nya. Sementara Reyhan sendiri dirinya memilih untuk bersantai di depan televisi.
“Kamu ingin kemana?” tanya Reyhan saat melihat Felly melintas di depan nya dengan memakai pakaian rapi dan tangan kanan nya menggandeng tas.
Penampilan Felly tidak mewah dan jauh dari kesan glamor. Tetapi, penampilan cukup terlihat elegan dan menarik meski sangat sederhana.
“Kamu bertanya pada ku?” tanya Felly.
“Mata mu bisa melihat tidak. Ada orang lain di sini selain kita berdua?” balas Reyhan.
‘Dasar perawan tua aneh,’ batin Reyhan.
__ADS_1
“Oh... Aku ingin berbelanja. Kebetulan saat aku memasak tadi melihat isi kulkas sudah kosong.”
“Ehm... Berbelanja,” kata Reyhan terdiam sejenak.
Dirinya berpikir. Akan kah dia ikut menemani wanita ini berbelanja. Tetapi, untuk apa? Bukankah dirinya enggan berdekatan dengan wanita yang dia sebut perawan tua.
Tetapi, jika terus berdiam di rumah. Dirinya sangat bosan. Tidak ada kegiatan lain yang ingin di kerjakan.
“Aku temani,” kata Reyhan bangkit lalu mematikan televisi.
“Kamu ingin menemani ku?” tanya Felly.
“Iya... Aku akan menemani mu berbelanja. Kenapa? Kamu tidak suka jika aku menemani mu.”
“Bukankah kamu tidak pernah berbelanja. Lebih baik kamu di rumah saja. Aku akan pergi sama supir aja.”
“Apa beda nya pergi bersama supir dengan diriku?”
“Belanjaan aku banyak Reyhan. Aku butuh bantuan untuk membantu membawa belanjaan aku ketika sudah selesai nanti.”
__ADS_1
Mengingat sandang pangan sudah habis. Pasti Felly akan berbelanja sangat banyak. Oleh karna itu, dirinya butuh bantuan dari orang lain untuk membawa belanjaan nya ketika selesai nanti.
“Jika hanya membawa belanjaan. Aku bisa membantu mu. Lagian, aku sangat bosan berada di rumah terus,” kata Reyhan mengayunkan langkah kaki nya meninggalkan Felly.
Reyhan menoleh ke belakang. Saat dirinya tidak mendengar langkah kaki. “Kenapa diam. Cepat!!! Aku akan menemani mu,” ucap Reyhan melihat Felly yang tidak mengikutinya.
Mendengar perkataan Reyhan. Felly dengan cepat melangkah kan kaki nya.
Di dalam mobil hanya keheningan yang mereka rasakan. Sesekali Reyhan maupun Felly saling melontarkan pertanyaan. Namun detik berikutnya mereka saling diam berkelut dengan pikiran masing masing.
Baru kali ini Reyhan dan Felly pergi berbelanja. Dan hanya baru kali ini Reyhan dan Felly bisa sedekat ini.
“Kamu ingin berbelanja dimana? Di pasar atau supermarket” tanya Reyhan memecah kesunyian.
“Supermarket saja. Biar aku mudah untuk memilih apa yang harus di beli.”
“Supermarket mana?” tanya Reyhan sekali lagi.
Felly menghela nafasnya. Apakah tidak ada pertanyaan lain. Sampai tempat supermarket juga harus di tanyakan pada dirinya.
__ADS_1
“Supermarket terdekat saja. Agar tidak membuang waktu.”
“Oh... Baiklah.” Reyhan fokus mengemudikan mobil miliknya.