
Dengan sekuat tenaga, akhirnya Felly bisa terlepas dari kunjungan Reyhan. Dengan rambut dan pakaian acak acakan. Tangan Felly langsung melayang ke pipi Reyhan.
Pppplllaaaakkkk....
Suara renyah tamparan menggema di kamar itu. Dada Felly naik turun, matanya memerah, menatap penuh kebencian pada suaminya.
Bukan maksud Felly menolak untuk menolak Reyhan. Tentu saja Felly akan suka rela memberikan tubuhnya pada Reyhan. Dengan catatan, Reyhan mencintai dirinya dan meninggalkan kekasih nya.
Reyhan memegang pipinya yang terasa panas. Sungguh, dirinya tidak menyangka jika Felly bisa berbuat kasar seperti itu terhadap dirinya. Bukankah Felly wanita lemah. Wanita yang hanya diam saat di hina. Tidak membalas apapun yang Reyhan lakukan, meski Reyhan kerap menyakiti hati dan fisik dari wanita ini.
“Kamu pikir aku wanita apa haaaa!!!!” teriak Felly dengan suara nyaring dan lantang. Sangat terlihat dari sorot matanya jika wanita ini benar benar dalam puncak amarah.
__ADS_1
Reyhan tidak menyangka jika amarah wanita ini juga sangat mengerikan dan menakutkan.
“Kenapa kamu marah. Kamu marah karna aku mencium mu. Aku adalah suami mu. Aku berhak melakukan itu terhadap dirimu!!!” balas Reyhan dengan sengit.
“Suami? Suami seperti apa yang kamu maksud Reyhan. Bukankah kamu sangat jijik jika bersentuhan dengan ku. Tetapi, kenapa... kenapa kamu menyentuh ku. Apakah kamu sangat menginginkan tubuh ku ini?” decih Felly penuh percaya diri.
“Jangan terlalu percaya diri perawan tua. Hanya karna aku mencium mu. Bukan berarti aku menyukai tubuh mu. Aku hanya memberi peringatan pada mu!!!” ucap Reyhan.
Bagaimana bisa Reyhan berpikir buruk terhadap dirinya. Reyhan hanya tau namanya bukan cerita hidupnya. Seumur umur Felly belum pernah bercium dengan intens selain dengan Reyhan. Suami sah nya.
“Bagaimana sikap ku terhadap Stevan itu urusan ku. Kamu tidak berhak tau. Ingat... di larang mengurusi hal pribadi!!!” kata Felly mengingatkan ucapan Reyhan yang pernah dirinya lontarkan.
__ADS_1
“Jadi benar, kamu tidak akan marah ataupun menampar Stevan jika pria itu menyentuh mu. Dasar wanita murahan!!!” ucap Reyhan.
Jjjlllleeebbb....
Murahan? Bagaimana bisa Reyhan melontarkan kata kata itu terhadap dirinya. Sungguh penghinaan Reyhan kali ini sangat menyakitkan. Siapa sebenarnya yang pantas di sebut murahan. Dirinya atau Reyhan.
“Tetapi bagaimana pun kamu menerima pria itu dan menolak ku. Tetap akulah yang berhak atas tubuh mu. Karna aku adalah suami mu,” ucap Reyhan penuh penekanan.
“Aku tetap menolak mu. Apapun cara yang kamu lakukan terhadap ku. Walaupun kamu melakukan hal kasar terhadap ku. Aku tetap akan menolak. Karna melakukan hal intim hanya di lakukan oleh sepasang suami istri yang saling mencintai, bukan seperti kita!!!”
Tiba tiba dering ponsel Reyhan berbunyi. Perdebatan antara mereka juga ikut terhenti. Reyhan mengambil ponsel nya. Sementara Felly, Felly langsung pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Tangis Felly pecah saat sampai di kamar mandi. Felly nangis sejadi jadi nya. Badan nya luruh ke lantai, hati telah rapuh, jiwanya telah pupuh. Sungguh, pernikahan yang di jalani bagaikan menggenggam setangkai mawar. Semakin di genggam semakin menyakitkan.