
Melihat sikap Felly yang cuek terhadap dirinya. Membuat Reyhan meradang. Sungguh, dirinya tidak menyukai perlakuan Felly kali ini.
‘Kamu semakin berani terhadap ku. Kita lihat saja perawan tua, sampai kapan kamu akan bertahan dengan sikap mu itu!!!’ batin Reyhan. Jari jemari nya mengepal. Giginya bergemelutuk menahan gejolak amarah yang saat ini merasuki dirinya.
Dengan tangan terkepal, Reyhan menyusul Felly ke dalam kamar. Sampai di kamar, Reyhan membanting pintu dengan kuat. Hingga suara dari pintu itu mengagetkan Felly.
Felly menoleh ke arah Reyhan. Lalu detik berikutnya mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Heiii Perawan tua. Kamu jangan besar kepala. Aku meminta maaf kepada mu karna aku sadar akan kesalahan ku,” kata Reyhan tepat di belakang Felly.
‘Dasar pria labil, kekanak kanakan. Emang siapa dirinya. Aku juga tidak butuh kata maaf dari bibir mu!’ batin Felly. Dirinya enggan membalas perkataan Reyhan.
Felly bangkit, hendak meninggalkan Reyhan, namun dengan cekatan Reyhan menarik tangan Felly. Kini tubuh Felly dan Reyhan saling berdekatan. Bahkan sangat dekat.
__ADS_1
“Kamu sudah berani mengabaikan ku?” kata Reyhan menatap wajah wanita yang saat ini begitu dekat dengan dirinya.
“Hei... Lihat aku. Aku sedang berbicara, jika seseorang sedang berbicara, tatap matanya!” kata Reyhan. Tangan nya beralih memeluk pinggang Felly.
“Oke sekali lagi aku katakan. Aku tau aku salah, aku minta maaf. Tetapi, semua itu ada alasan nya. Kekasihku cemburu saat melihat ku bersama dengan dirimu!” jelas Reyhan. Berharap jika Felly tidak lagi mengabaikan nya.
“Untuk apa kamu jelasin semua itu. Ingat!!! Aku tidak butuh penjelasan mu,” ketus Felly. Dirinya benar benar muak dengan Reyhan saat ini.
Jlebbbb.....
Tiba tiba ada rasa sesak di dada Reyhan saat Felly mengatakan hal itu. Kedua tangan Reyhan terkulai lemas, melepaskan dua tangan nya dari pinggang Felly. Seolah olah tangan nya tidak bertenaga.
‘Apa apaan perawan tua ini. Kenapa dia sangat berani terhadap ku. Dan kenapa dengan diriku, kenapa aku tidak bisa kasar terhadap diri nya,’ batin Reyhan.
__ADS_1
‘Dia kekasih mu. Dan aku istri mu. Tetapi, kenapa kamu memilih dia. Aku lah yang hidup bersama mu. Menemani suka duka mu. Tetapi, apa balasan mu Reyhan. Kamu hanya bisa menggoreskan luka di hati ku,’ batin Felly.
Entah kenapa kali ini rasa kesabaran Felly sudah habis menghadapi Reyhan. Hatinya benar benar lelah dengan sikap Reyhan.
‘KITA TUNGGU TANGGAL MAIN NYA REYHAN SANJAYA!!!!’ kata Felly dengan penuh keyakinan. Sorot matanya tajam, tangan mengepal. Entah apa yang saat ini ada di benak wanita itu.
“Hei... Perawan tua, aku ingin bertanya pada mu. Kenapa kamu pulang larut malam? Apa yang kamu lakuin saat aku meninggalkan mu,” ucap Reyhan. Mencari celah akan Felly bisa berbicara terhadap dirinya.
“Pertanyaan konyol apa itu. Apakah tidak ada pertanyaan lain?” balas Felly dengan sorot mata tajam.
“Jangan menatap ku seperti itu. Aku tidak suka dengan tatapan mu!!!” kata Reyhan.
Tidak perduli apa yang pria ini katakan. Felly tetap saja menatap Reyhan dengan tatapan dingin dan tajam. Tatapan dengan aura yang penuh kebencian.
__ADS_1