Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-25


__ADS_3

“Felly... Bagaimana jika kita mengisi perut terlebih dahulu sebelum kembali pulang!” ucap Stevan saat dirinya dan Felly berjalan berdampingan.


Mereka sudah selesai untuk memantau perkembangan proyek yang di bangun oleh perusahaan Sanjaya. Setelah memakan waktu cukup lama di tempat proyek itu, Stevan berinisiatif untuk mengajak teman kerja nya makan bersama.


“Seperti nya aku tidak bisa Stevan. Karna, ada hal yang harus aku kerjakan.”


“Oh... Ayolah Felly, temani aku makan. Aku akan mentraktir mu. Bagaimana?”


Felly memikirkan ajakan Stevan. Sebenarnya dirinya juga sangat ingin merasakan makan bersama teman kerja nya. Karna, sejak menikah, Felly tidak pernah merasakan makan di Restoran kembali. Karna Reyhan tidak pernah mengajak nya.


“Kita akan makan Chicken steak saus enoki. Itu sangat lezat Fel. Terlebih lagi jamur enoki dan ayam yang sudah di lumuri saus. Bukan kah itu sangat lezat sekali!!!!”


“Eeeeuuummm... Membayangkan nya saja. Aku sudah sangat lapar dan sangat ingin segera melahap Chicken steak saus enoki nya,” ucap Stevan. Memutar mutar jari jemari nya di atas perut. Membuat ucapan nya begitu menggoda dan menggugah selera bagi siapa saja yang mendengar nya.


“Uuuhhhh.... Pasti itu sangat lezat lagi. Terlebih lagi saus nya yang sangat kental. Dan ayam nya yang begitu empuk.”


Mendengar perkataan Stevan yang mengatakan makanan yang sangat melezatkan. Membuat lidah Felly meronta-ronta ingin segera melahap dan merasakan Chicken steak saus enoki.

__ADS_1


“Baiklah Stevan. Aku ingin makan makanan itu. Sudah lama juga aku tidak merasakan makanan itu,” kata Felly menyetujui ucapan Reyhan.


“Sudah aku duga. Pasti kamu tidak dapat menahan nya. Benar kan Felly?”


“Yaaa.... itu semua karna ulah mu,” ucap Felly.


Felly dan Stevan terkekeh. Mereka memang dekat sedari dulu. Sebagai teman kerja, tentu mereka sering menghabiskan waktu bersama saat jam istirahat.


Felly dan Stevan sudah sampai di Restoran yang mereka tuju. Dengan gerakan cepat, Stevan memanggil pelayan dan langsung memesan makanan yang ingin segera mereka santap untuk memanjakan lidah dan perut mereka.


“Suamiku tidak mengizinkan nya Stevan. Dia melarang ku bekerja.”


“Wah... Beruntung sekali kamu mendapatkan suami seperti Pak Reyhan. Ternyata, selain sosok yang tegas, dirinya juga sangat menyayangi istri nya,” kata Stevan penuh antusias.


‘Kamu hanya tidak tau bagaimana sifat aslinya Stevan. Jika kamu mengetahui, kamu pasti sangat enggan memuji dirinya!’ batin Felly.


Felly memasang senyum palsu di bibir nya. “Yaa... Seperti itulah Stevan. Bagaimana jika kamu menikah. Apakah kamu memberi izin untuk istri mu bekerja?” tanya Felly. Bibir nya Tersenyum. Tetapi, jauh di lubuk hatinya Felly ingin menangis dan menjerit sekuat kuat nya.

__ADS_1


“Tentu tidak. Aku hanya memperbolehkan istri ku bekerja di kasur saja. Bukan kah itu sangat menyenangkan. Haha,” tawa Stevan tiba tiba menggelegar. Begitu juga Felly yang terkena virus tawa Stevan.


Stevan memang sosok yang sangat unik. Dirinya sangat tau untuk menempatkan posisi di mana harus serius dan bercanda. Di mana waktu bekerja dan bersantai.


“Tetapi, kenapa hari ini kamu bekerja untuk melihat proyek Fel?” tanya Stevan.


“Karna Pak Aditama memerintahkan aku. Kamu sangat tau bagaimana Pak Aditama, dia adalah orang yang sangat sulit untuk mempercayai orang lain. Dan saat ini, Pak Aditama sudah mempercayaiku untuk turun langsung menangani proyek dari perusahaan Sanjaya. Tentu saja aku tidak menolak,” jelas Felly.


“Terlebih aku sangat bosan berada di rumah. Yang hanya diam menunggu suami ku pulang bekerja!” lanjut Felly.


Bohong jika Felly bosan karna menunggu Reyhan pulang bekerja. Yang sebenarnya terjadi adalah Felly yang sangat bosan karna terus bertengkar dan berdebat dengan Reyhan, yang telah resmi menjadi Suaminya.


“Bu––” ucapan Stevan terhenti saat pelayan restoran datang untuk mengantar pesanan mereka.


“Waahh.... ini dia pesanan kita. Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi nya. Yuk Felly, segera kita coba!!!” kata Stevan.


Felly dan Stevan langsung melahap hidangan yang tersaji di meja mereka. Rasanya memang tidak pernah bohong. Makanan ini sangat lezat sekali. Lidah Felly benar benar sangat suka dengan rasa dari Chicken steak saus enoki.

__ADS_1


__ADS_2