Terjerat Cinta Perawan Tua

Terjerat Cinta Perawan Tua
CH-7


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu sejak di mana Reyhan dan Felly saling menyalakan api permusuhan. Hawa dingin di antara mereka saling terasa.


Meski mereka tidak pernah bertegur sapa. Sebagai Seketaris, Felly tetap profesional untuk memberitahu kepada Reyhan tentang jadwal meeting dan beberapa pekerjaan yang bersangkutan dengan diri nya.


“Kamu tau gak salah mu apa?” tanya Reyhan kepada Felly yang saat ini berada di hadapan nya.


“Saya tau pak. Tetapi sekali lagi saya minta maaf pak. Saya benar benar tidak mengingatnya.” Jari jemari Felly saling bertaut satu sama lain. Dirinya mengakui kesalahan yang telah dia lakukan.


“Apa kamu bilang? Tidak mengingatnya. Bagaimana bisa. Kamu itu aku gaji. Ingattt itu,” bentak Reyhan.


“Kamu itu cuma Seketaris. Harus sadar diri. Jangan mentang mentang kamu jadi seketaris ku bisa bebas melakukan kesalahan!!!”


“Iya Pak. Saya mengerti. Saya benar benar tidak mengingat jadwal meeting yang sudah saya atur hari ini. Dan kita hanya telat 5 menit pak. Saya harap bapak memakluminya,” kata Felly.


Felly melakukan kesalahan waktu meeting. Meeting di kantor akan di lakukan pada waktu 09:45 dan Felly hanya telat 5 menit untuk mengatakan nya pada Reyhan.


Karna kondisi Felly yang kurang sehat. Membuat pekerjaan sedikit terganggu. Bagi Felly tidak masalah hanya telat 5 menit. Tetapi kenapa Reyhan semarah itu.

__ADS_1


Apakah Reyhan ingin membalas Felly karna kejadian 3 hari lalu. Sehingga masalah kecil Reyhan besar besar dengan terus terusan membentak dirinya.


“Hahaha...,” tawa Reyhan terdengar menakutkan. Sehingga kali ini Felly tidak berani menatap wajah nya. Reyhan benar benar menghukum nya.


“Apa kamu bilang. Memaklumi. Tidak bisa. Ternyata umur mu mempengaruhi daya ingat mu ya. Dasar perawan tua!!!”


“Stop pak!!!!” Hati Felly bergemuruh. Reyhan sudah kelewatan batas. Kesabaran kali ini benar benar habis di buat Reyhan.


“Saya menghargai bapak sebagai BOSS BESAR PERUSAHAAN ini!!!! Tetapi kenapa bapak bisa berbuat seburuk itu kepada karyawan bapak. Bapak benar benar tidak bermoral dan beretika!!!”


“Hahahaha...” Suara tawa Reyhan terdengar semakin menakutkan.


“Bapak bisa saja memarahi saya atas kesalahan yang saya perbuat. Tetapi bapak tidak bisa menghina saya. BAPAK PAHAMMMM!!!!!” Felly memukul meja kerja milik Reyhan. Kesabaran nya benar benar sudah habis.


Reyhan mengepal jari jemari nya. Urat urat jelas terlihat di tangan nya. Gigi Reyhan bergemelutuk. Baru kali ini ada seseorang yang berani menentang ucapan nya.


“Siapa kamu. Berani berani kamu memukul meja kerja ku!!!!”

__ADS_1


Ppppaaakkkkkk Reyhan bergantian memukul meja kerja milik nya. Sehingga menimbulkan suara yang cukup keras. Felly terlonjak kaget. Dirinya benar benar membangunkan amarah Reyhan.


“Kamu semakin berani kepada ku ya. Sekarang... kamu aku pecat!!!!” bentak Reyhan.


“PERGI DARI RUANGAN KU!!!!!!” Reyhan menunjuk ke arah pintu.


Felly menunduk. Dirinya tidak bergeming dari tempat itu. Bagaimana bisa Reyhan memecat nya hanya karna hal sepele.


“Kenapa kamu diam di sini!!! Kamu tidak dengar apa yang katakan!!! Aku bilang... PERGIIII!!!”


“Tapi Pak––”


“Tidak ada tapi tapi-an. Jika aku bilang kamu pergi. Pergiii!!! Jangan sampai aku melempar mu dari ruangan ini dengan paksaan!!!!”


“Pak saya mem––”


“PERGIIIII!!!!!!”

__ADS_1


Felly memutar tubuh nya. “Baiklah, saya akan pergi sesuai keinginan bapak!”


__ADS_2